New Year, New Me

279
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Wah, nggak terasa, ya, tahun baru datang begitu cepat. Dan, Januari 2023 sudah hampir selesai! Aku biasanya nggak begitu suka membuat resolusi tahun baru (karena biasanya juga bingung mau buat resolusi apa juga haha). Tapi, tahun ini, kayaknya aku mau berusaha untuk lebih bisa menyaring pikiran-pikiran yang merusak kesehatan mental, dan juga untuk menjaga rumah agar lebih sering bersih dan rapi daripada berantakan.

Tapi, susah ya memelihara resolusi baru. Seringkali di tahun-tahun sebelumnya, tanpa sengaja aku putar balik ke kebiasaan lamaku yang sebenarnya mau ditinggalkan. Apakah karena malas, kesibukan sampai nggak ada waktu, atau menemukan aktivitas yang jauh lebih menarik daripada hal-hal seperti membersihkan rumah, perasaannya ada aja alasannya. Akhirnya, jadi patah semangat sendiri karena merasa selalu gagal mejalani resolusi. Gimana, nih, jadinya?

Setelah mencari-cari, aku menemukan beberapa tip menarik untuk bisa memertahankan resolusi – terutama decluttering barang maupun pikiran! Yuk, kita lihat bareng-bareng.

Decluttering Your House

1. Mulailah dengan 5 menit setiap hari.
Untuk aku, decluttering adalah sebuah aktivitas yang amat sangat susah. Aku orangnya sentimental banget, jadi membuang barang yang sudah lama dimiliki itu sulit. Namun, tip ini sepertinya membuat decluttering menjadi lebih simpel. Nggak perlu seharian membersihkan rumah; cukup 5 menit sehari aja. Boleh dicoba, nih.

2. Setiap hari, pilih satu obyek untuk diberi ke orang lain.
Wah, kayaknya ini bisa membantu, nih. Jadi nggak kewalahan harus memilih begitu banyak barang untuk dilepaskan, dan jadi nggak sakit hati juga, ya. Tipnya, kalau memilih satu barang sehari sudah menjadi terlalu mudah, bisa coba dinaikkin jadi dua barang sehari, atau bahkan lebih dari itu juga. Terserah kalian paling nyaman dengan yang mana. 

3. Ambil kantong sampah dan isi secara penuh secepat mungkin.
Isi sebuah kantong sampah dengan barang-barang yang mau di donasikan kepada Salvation Army atau tempat donasi lainnya. Bisa juga untuk diberikan ke teman-teman yang menginginkannya atau bisa buka jualan pre-loved.

4. Donasi baju-baju yang sudah nggak dipakai.
Untuk mengindentifikasikan baju yang sudah nggak dipakai, coba putar arah semua gantungan baju. Lalu, setelah sebuah baju dipakai, putar kembali ke arah semula. Setelah beberapa bulan, baju-baju yang masih hadap arah terbalik kemungkinan besar adalah baju yang gak dipakai lagi dan bisa didonasikan atau dijual sebagai pre-loved.

5. Foto satu area kecil: before and after.
Foto satu area kecil yang ingin dirapikan, lalu pindahkan dan rapikan barang-barang di dalam foto itu. Ketika selesai, foto lagi area yang sama. Lihat perbedaannya. Melihat hasilnya bisa menjadi motivator besar untuk terus merapikan rumah. Aku pernah lakukan ini – sebelum balik Indo untuk liburan tahun baru, aku bersihkan rumah. Setelah semuanya rapi dan barang-barang nggak berceceran di sekitar rumah. Wah, ternyata rasanya enak juga ya. Aku langsung foto, dan bener aja sekarang jadi pengen terus memertahankan kerapian itu!

Jadi penasaran, nih, pengen coba metode tersebut. Nahh, mungkin rumahmu sudah bersih atau decluttering rumah bukan merupakan resolusi tahun ini. Berikutnya adalah tips untuk declutter pikiran dari pikiran-pikiran negatif!

Decluttering Your Mind

1. Braindumping
dilakukan ketika kita menuangkan semua pikiran ke atas kertas tanpa filter. Tulis semua hal yang ada di pikiran, yang baik maupun yang buruk. Seringkali pikiran-pikiranku kusut sendiri di dalam kepala, tapi rasanya males untuk menuliskannya. Tapi ketika benar-benar dilakukan, benar, lho, jadi lebih lega pikirannya. Melihat semua pikiran secara fisik di depanku juga membantu ketika perlu sortir segala pikiran.

2. Jangan isi kalendar sepenuh-penuhnya.
Wah, susah, ya, yang ini? Aku tukang sibuk, sana-sini pengennya ketemu orang, jalan-jalan sama teman, makan-makan sama keluarga, melakukan segudang proyek yang selalu ada rencana, tapi jarang ada waktu untuk dilaksanakan. Tapi, ternyata kalau kesibukan dan setiap hari rasanya ada sesuatu yang harus dilakukan, hal-hal yang mestinya menyenangkan ternyata bisa terasa seperti beban. Memberikan diri untuk istirahat dan melakukan hal-hal yang menyenangkan tanpa direncanakan enak juga, dan benar-benar bisa membantu kita merasa lebih lega.

3. Jangan multitasking.
Fenomena ini umum banget dilakukan di masa modern ini. Dikit-dikit teralih perhatian dengan hape, e-mail, dan lain-lain. Orang-orang yang sepertinya berhasil mengurus banyak hal di waktu yang sama sangat diagungkan. Tapi, ternyata multitasking itu ternyata nggak bagus untuk otak kita. Ketika kita terus pindah-pindah tugas, yang ada konsentrasi kita terganggu. Akibatnya malah pikiran tambah rumit.

4. Kurangi ‘screen time’.
Layar komputer dan hape sekarang sudah menjadi bagian hidup yang nggak bisa dihindari. Baik di tempat kerja maupun di kehidupan pribadi, hape adalah sesuatu yang nggak bisa dilepaskan. Namun, sinar biru dari layar sangat memengaruhi kemampuan kita untuk tidur nyenyak, dan media sosial seringkali mengisi otak kita dengan banyak hal. Mencari hobi atau aktivitas untuk menenangkan diri diluar alat elektronik bisa bantu menenangkan pikiran juga. Coba cari waktu setiap minggu yang bisa menonaktifkan semua notifikasi dari hape dan laptop sehingga kita bisa melakukan kegiatan tanpa gangguan.

5. Tidur yang nyenyak dan cukup amat sangat penting untuk badan kita.
Aku sering menganggap remeh tidur. Rasanya masih bisa terus melakukan hal-hal lain, seperti ngobrol atau baca. Ngapain tidur? Tapi, ternyata, benar, lho, ketika kurang tidur, aku jadi nggak bisa mikir dan mood semakin memburuk. Ketika mendapatkan tidur yang cukup, pekerjaan terasa lebih ringan dan hal-hal yang menantang nggak akan mudah membuatku merasa patah semangat.

Nah, apakah kamu jadi terinspirasi untuk terus berjuang dalam resolusi tahun baru atau bahkan membuat resolusi baru? Yang pasti aku mau coba menerapkannya di hidupku. Coba bareng-bareng, yuk! [IM]

Previous article10 Olahraga Musim Panas Yang Bikin Kita Gerak Terus
Next articleSejarah Pecinan Di Sydney