Bagaimana Antibiotik Bekerja Dalam Tubuh?

241
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Mereka juga disebut antibakteri. Mereka mengobati infeksi dengan membunuh atau mengurangi pertumbuhan bakteri.

Antibiotik modern pertama digunakan pada tahun 1936. Sebelum adanya antibiotik, 30 persen dari seluruh kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh infeksi bakteri. Berkat antibiotik, infeksi yang sebelumnya fatal dapat disembuhkan.

Saat ini, antibiotik masih merupakan obat yang ampuh dan dapat menyelamatkan nyawa orang-orang yang terinfeksi serius tertentu. Mereka juga dapat mencegah infeksi yang tidak terlalu serius menjadi serius. Ada banyak kelas antibiotik, di mana ada varian antibiotik bekerja paling baik untuk jenis infeksi bakteri tertentu. Antibiotik tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk tablet, kapsul, cairan, krim, salep.

Kebanyakan antibiotik hanya tersedia dengan resep dari dokter. Sementara beberapa krim dan salep antibiotik tersedia tanpa resep. Antibiotik mengobati infeksi bakteri dengan membunuh bakteri atau memperlambat dan menghentikan pertumbuhannya. Mereka melakukannya dengan cara menyerang dinding atau lapisan bakteri di sekitarnya, mengganggu reproduksi bakteri, dan menghalangi produksi protein pada bakteri.

Berapa Lama Antibiotik Bekerja?
Antibiotik mulai bekerja di dalam tubuh setelah kamu mulai meminumnya. Namun, kamu mungkin tidak merasa lebih baik selama dua hingga tiga hari. Seberapa cepat kamu membaik setelah pengobatan antibiotik bervariasi. Hal ini juga tergantung pada jenis infeksi yang kamu obati. Kebanyakan antibiotik harus diminum selama tujuh sampai 14 hari. Dalam beberapa kasus,
perawatan yang lebih singkat juga berhasil.

Dokter akan memutuskan jangka waktu pengobatan terbaik dan jenis antibiotik yang tepat untuk pasiennya. Meskipun kamu mungkin merasa lebih baik setelah beberapa hari pengobatan, yang terbaik adalah menghabiskan seluruh rangkaian antibiotik untuk mengatasi infeksi sepenuhnya.
Hal ini juga dapat membantu mencegah resistensi antibiotik. Jangan menghentikan rejimen
antibiotik lebih awal kecuali ahli kesehatan mengatakan bahwa kamu bisa melakukannya.

Antibiotik Terbuat dari Apa?
Antibiotik betalaktam dan penisilin pertama ditemukan secara tidak sengaja. Itu tumbuh dari gumpalan jamur di cawan petri. Mengutip laman Healtline, para ilmuwan menemukan bahwa jenis jamur tertentu secara alami menghasilkan penisilin. Akhirnya penisilin diproduksi dalam jumlah
besar di laboratorium melalui fermentasi menggunakan jamur.

Beberapa antibiotik awal lainnya diproduksi oleh bakteri yang ditemukan di tanah. Saat ini, semua obat antibiotik diproduksi di laboratorium. Beberapa jenis antibiotik dibuat melalui serangkaian reaksi kimia yang menghasilkan zat untuk digunakan dalam pengobatan. Antibiotik lain setidaknya sebagian dibuat melalui proses alami namun terkendali. Proses ini sering kali ditingkatkan dengan reaksi kimia tertentu yang dapat mengubah zat asli untuk menghasilkan obat berbeda.

Apa itu Resistensi Antibiotik?
Antibiotik adalah obat ampuh yang bekerja sangat baik untuk jenis penyakit tertentu. Namun, beberapa antibiotik kini kurang bermanfaat dibandingkan sebelumnya karena meningkatnya
resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri tidak lagi dapat dikendalikan atau dibunuh oleh antibiotik tertentu. Dalam beberapa kasus, hal ini berarti tidak ada pengobatan yang efektif untuk kondisi tertentu.

Setiap tahunnya, terdapat lebih dari 2,8 juta kasus infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik, yang mengakibatkan setidaknya 35.000 kematian. Saat kamu mengonsumsi antibiotik, bakteri
sensitif akan hilang. Bakteri yang bertahan selama pengobatan antibiotik seringkali resisten terhadap antibiotik tersebut. Bakteri ini biasanya memiliki karakteristik unik yang mencegah antibiotik bekerja pada bakteri tersebut. Beberapa infeksi serius yang kebal antibiotik antara lain adalah:

Clostridioides difficile difficile (C.diff)
Pertumbuhan berlebih dari bakteri jenis ini menyebabkan infeksi pada usus kecil dan besar.
Hal ini sering terjadi setelah seseorang diobati dengan antibiotik untuk infeksi bakteri lain.
C. diff secara alami resisten terhadap banyak antibiotik.

Vancomycin-resistant enterococcus (VRE)
Bakteri ini sering menginfeksi aliran darah, saluran kemih, atau luka operasi. Infeksi ini biasanya
terjadi pada orang yang dirawat di rumah sakit. Infeksi enterococci dapat diobati dengan antibiotik vankomisin, tapi VRE resisten terhadap pengobatan ini.

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA)
Jenis infeksi ini kebal terhadap antibiotik infeksi staph tradisional. Infeksi MRSA biasanya terjadi pada kulit. Penyakit ini paling umum terjadi pada orang-orang yang dirawat di rumah sakit dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE)
Bakteri golongan ini resisten terhadap banyak antibiotik lain. Infeksi CRE biasanya terjadi pada orang-orang yang dirawat di rumah sakit dan menggunakan ventilator mekanis atau menggunakan kateter.

Penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat atau berlebihan. Sebanyak 28 persen penggunaan antibiotik dianggap tidak diperlukan karena antibiotik sering kali diresepkan saat tidak diperlukan. [IM]

Previous articleNostalgic Eats in Sydney CBD
Next articleCara Mengenali Gejala Serangan Jantung