Makanan Sehat = Umur Panjang?

116
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Berbagai penelitian di seluruh dunia telah menyelidiki hubungan antara makanan sehat dan umur panjang. Meskipun masih menjadi perdebatan yang terus berlangsung, mayoritas masyarakat percaya bahwa pola makan yang baik dan asupan makanan yang sehat dapat meningkatkan kualitas hidup dan panjang umur seseorang.

Para ilmuwan telah menghabiskan puluhan tahun untuk memahami rahasia umur panjang, baik melalui penelitian genetika maupun gaya hidup. Namun, hanya sebagian kecil yang terungkap, termasuk kebiasaan makan dan rutinitas harian.

Pola makan yang baik dan asupan nutrisi yang seimbang telah terbukti memainkan peran penting dalam mendorong umur panjang dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penduduk yang menganut pola makan yang beragam, sebagian besar berasal dari sumber nabati, dan kaya akan nutrisi, cenderung memiliki usia hidup yang lebih panjang.

Salah satu contoh menarik adalah fenomena di Okinawa, Jepang, di mana jumlah penduduk yang mencapai usia di atas 100 tahun cukup tinggi.

Para peneliti tertarik pada pola makan penduduk Okinawa yang tinggi karbohidrat dan protein, khususnya konsumsi ubi sebagai sumber kalori utama. Okinawa Centenarian Study (OCS) telah memeriksa kesehatan manula di sana sejak 1975, menemukan bahwa para penduduk tua memiliki tingkat penyakit jantung, kanker, diabetes, dan gangguan kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan populasi manula di tempat lain.

Meskipun tidak ada jaminan bahwa pola makan sehat akan memperpanjang umur seseorang,
ada beberapa jenis makanan yang dipercaya dapat mendukung kesehatan tubuh dan meningkatkan potensi umur panjang:

1. Daging Putih
Mengurangi konsumsi daging merah dan beralih ke daging putih seperti ayam, kalkun, atau ikan dapat membantu mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kesehatan jantung.

Sebuah studi dari University of North Carolina mengungkapkan orang yang mengonsumsi daging merah setiap hari lebih berisiko mengalami mati muda dalam waktu 10 tahun mendatang dibanding mereka yang makan lebih sedikit.

2. Ikan
Kaya akan karotenoid dan nutrisi penting lainnya, ikan dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit saraf dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

3. Kacang-kacangan
Sumber nutrisi tinggi seperti lemak sehat, protein nabati, serat, dan antioksidan, kacang-kacangan dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

4. Sayuran Cruciferous
Brokoli, kembang kol, dan jenis sayuran cruciferous lainnya mengandung senyawa unik yang dapat melindungi tubuh dari penyakit dan memodifikasi hormon manusia. Contoh sayuran jenis ini yang sering kita jumpai antara lain brokoli, kembang kol, pakcoy, dan selada air.

5. Gandum Utuh
Kaya serat dan nutrisi penting lainnya, gandum utuh dapat membantu menurunkan risiko penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Serat tersebut bisa didapat dari produk gandum utuh seperti roti, pasta, atau oat.

6. Minyak Zaitun
Kaya akan lemak baik tak jenuh tunggal dan polifenol, minyak zaitun memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung.

7. Buah Beri
Kaya akan antioksidan, buah beri dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung.

8. Bawang Merah
Mempunyai manfaat bagi sistem kardiovaskular dan kekebalan tubuh, serta dapat mencegah perkembangan kanker dan diabetes. Dalam bawang merah juga terdapat senyawa organosulfur yang mampu mencegah perkembangan kanker dengan mendetoksifikasi karsinogen, menghentikan pertumbuhan sel kanker, dan memblokir angiogenesis.

Meskipun tidak ada jaminan bahwa makanan sehat akan membawa umur panjang, memilih makanan-makanan tersebut dalam pola makan sehari-hari dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan secara keseluruhan. [IM]

Previous article10 Gejala Awal Demensia
Next articleSydney’s Biggest Indonesian Night Market Returns for the 22nd Year