IndOz Conference 2022 Perkuat Kerja Sama Indonesia-Australia

373
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Brisbane –
Melanjutkan kesuksesan IndOz Conference 2021 yang diadakan secara hybrid pada September 2021, Synergy of Indonesia Australia kembali menggelar acara IndOz Conference 2022. IndOz Conference 2022 kali ini diadakan di Brisbane City Hall, salah satu landmark ternama yang bersejarah di Queensland, Australia, pada tanggal 25 Agustus 2022. Event tersebut dihadiri lebih dari 250 orang peserta secara langsung.

Konferensi ini juga didukung oleh perwakilan pemerintah Indonesia dan Australia seperti Walikota Brisbane, Adrian Schrinner, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, Duta Besar RI untuk Australia, Dr. Siswo Pramono, Konsul Jenderal RI di Sydney, Vedi Kurnia Buana, dan Wakil Menteri Kementerian Investasi, Nurul Ichwan.

Duta Besar Siswo Pramono dalam sambutan pembukanya menyampaikan harapan agar melalui IndOz Conference 2022, potensi peluang bisnis dalam bidang energi, perdagangan, pariwisata dapat diidentifikasi dan semakin meningkatkan kerjasama antara Indonesia-Australia. “IndOz Conference merupakan momentum yang tepat untuk mendorong kerjasama Indonesia-Australia menggunakan modalitas yang ada termasuk Presidensi Indonesia dalam G20 and perjanjian IA CEPA”, tambahnya.

Dengan dibukanya perjalanan internasional, IndOz Conference 2022 turut dihadiri para peserta dari seluruh Australia dan Indonesia. Direktur IndOz Conference 2022, Sheila Hie, mengatakan, “Kami berhasil mengadakan konferensi yang lebih besar dan lebih baik dari tahun lalu. Jumlah peserta kami meningkat dua kali lipat, dan kami mendapatkan banyak pembicara ahli dan sponsor dari Indonesia dan Australia.”

IndOz Conference 2022 diadakan dalam rangka menyambut pertemuan G20 di Indonesia pada November 2022 mendatang. Dengan tema utama “Stronger Together, Empowering Each Other” atau “Tumbuh Kuat Bersama, Memperkuat Satu Sama Lain”, IndOz Conference 2022 dibagi menjadi empat sesi yang topik-topiknya relevan dengan tiga isu prioritas keketuaan Indonesia pada G20, yakni Transisi Energi Berkelanjutan, Transformasi Digital, and Arsitektur Kesehatan Global.

Topik-topik ini dipilih untuk membahas berbagai upaya untuk membangkitkan perekonomian dunia, terutama Indonesia dan Australia, pasca pandemi Covid-19. Konferensi ini mengundang para pembicara ahli, seperti Kepala Transformasi Digital Kementrian Kesehatan RI, Agus Rachmanto, Wakil Direktur Pusat Promosi Investasi Indonesia, Puspita Arum Paramitha, dan Direktur Eksekutif Sinarmas Group, Dwi Suseno.

Direktur IA-CEPA ECP Katalis, Paul Bartlett, mengatakan, ”Evolusi hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Australia berlangsung cepat dan seringkali melalui aplikasi teknologi digital.
Hal ini membawa tantangan dan peluang. Di Katalis, dan melalui partisipasi kami di IndOz tahun ini, kami terus mengidentifikasi dan mengembangkan kemitraan komersial, termasuk yang bersifat digital, yang menghasilkan perbaikan angkatan kerja Indonesia, mengatasi kesenjangan keterampilan dalam berbagai industri, dan mendukung kebijakan prioritas kedua pemerintah”.

Setelah konferensi usai, ruang konferensi pun disulap untuk menjadi tempat acara tahunan IndOz Festival Networking Dinner. Dalam acara Networking Dinner tersebut, lebih dari 300 orang hadir untuk menjalin hubungan bisnis dan memperkuat jejaring sambil menikmati menu klasik Indonesia, seperti rendang dan ikan, yang disajikan dengan gaya fusion.Networking Dinner kali ini pun dipenuhi dengan berbagai macam hiburan, seperti tari tradisional, angklung, dan penampilan dari penyanyi.

“Kami sangat bangga dengan IndOz Conference 2022 ini karena sekarang sudah menjadi acara bisnis Indonesia-Australia yang terbesar disini. Semoga dengan IndOz nilai perdagangan dan Investasi antara kedua negara akan meningkat juga.” ujar penasihat IndOz Conference 2022, David Widjaja.

Acara ini mendapat banyak dukungan dari berbagai sponsor antara lain Kementerian Investasi RI,
IA-CEPA ECP Katalis, Central Queensland University, Wonderful Indonesia, University of Queensland, Queensland University of Technology (QUT), Griffith University, University of Tasmania, TAFE Queensland, Elsewedy Electric Indonesia, eresidential, Pt. Adaro Energy Indonesia Tbk, MACH Energy Australia Pty Ltd, Sunshine Coast Council, Ravenswood Gold, Golden Energy and Resources Limited, Djago, Sendok Garpu, Australian Trade and Investment Commission (Austrade), Australian Government Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), I-Sale Property, HealthID, PT. Delta Dunia Makmur Tbk, Australian Rural Exports Pty Ltd (AUSTREX), Queensland Country Bank, Arcadia Group, and Trade and Investment Queensland. [IM]

Previous articleAyah Dalam Kenanganku
Next articlePerjalanan Pasien TB Indonesia di Sydney Bulan Agustus 1946