Selamat Jalan Bapak Diaspora Indonesia di Sydney: Jon Soemarjono, M.A (Hons)

157
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Selamat jalan Bapak Jon Soemarjono, seorang Bapak, Sahabat, dan Tokoh Panutan Masyarakat Indonesia di Australia. Jasamu akan selalu kami kenang.

Pak Jon, kita tidak akan pernah bertemu lagi namun nasehat dan jasa Bapak akan selalu kami kenang dan menjadi inspirasi. Kerendahan hati Bapak yang tulus dan ikhlas merupakan panutan kami. Kita tidak dapat lagi bertegur sapa, namun kami akan selalu rasakan cintamu. Kami selalu merindukanmu!

Tanggal 31 Maret 2024 jam 14.22 waktu Sydney, Bapak Jon Soemarjono telah dipanggil oleh Tuhan YME, menghadap kepada sang pencipta. Beliau pergi dengan tenang saat dirawat di Royal Northshore Hospital. 

Semua yang diinginkan Bapak pada akhir hayatnya sudah terwujud, demikian ungkap Hadyan putranya.

Tepat tiga minggu sebelum wafat, Bapak didampingi oleh putranya Hadyan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri satu tahun kepergian Almarhumah, lbu ltje, istrinya, pendamping setia yang terlebih dahulu menghadap-Nya pada 14 Maret 2023. Selain itu, Bapak juga sempat pergi ke kota kelahirannya Wates Yogyakarta untuk berziarah ke makam orang tuanya, dan juga mengunjungi sekolahnya saat SD bahkan mengunjungi warung tempat Pak Jon sering makan siang saat masa kuliah.

Saat kembali ke Sydney, 27 Maret lalu, kalimat yang beliau ucapkan kepada putri dan putra-putranya adalah “Saya puas, I had a good time.” Beliau begitu bahagia.

Pada 31 Maret, kabar duka bahwa Pak Jon telah meninggal dunia diterima oleh masyarakat Indonesia di Sydney, juga para sahabat dari berbagai kalangan. Kabar wafatnya Pak Jon di Royal Northshore Hospital didampingi oleh ketiga anak-anaknya. Selang beberapa waktu, jenazah kemudian dibawa ke Omar Mosque, Auburn, setelah proses dokumen yang dibutuhkan selesai.

Pada 2 April, jenazah dimandikan dan disholatkan di Omar Mosque, Auburn. Berkesempatan hadir wakil dari pemerintah Indonesia, Konsul Jenderal RI Sydney, Bapak Vedi Kurnia Buana, Konsul lmigrasi Bapak Agus Abdul Majid, dan wakil dari pemerintah setempat Dr Stepan Kerkyasharian AO dan Cir Sarkis Yedelian (Mayor of Ryde City Coucil).

Sambutan dari Konsul Jenderal dan Dr Stepan Kerkyashasrian mengungkapkan betapa besarnya kontribusi Almarhum, tidak saja kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia, tetapi juga kepada pemerintah dan masyarakat Australia. Hadir pula saat itu wakil-wakil masyarakat, termasuk para ketua organisasi dan diaspora di NSW, mantan student Pak Jon, Helen Fraser dan juga para tokoh masyarakat Indonesia lainnya.

Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, salah satunya dari Rektor Universitas Satya Wancana, Prof.Dr.Intiyas SE,M.Si.Ak. Bapak Amin Hady menutup acara dengan doa yang menyentuh hati.

Pada hari Jumat, 5 April jenazah dibawa ke Indonesia dan hari Sabtu 6 April 2024 dimakamkan di San Diego Hills, Karawang bersebelahan dengan makam Almarhumah istri tercinta. Pemakaman disaksikan oleh putra beliau Hadyan dan Raditya beserta keluarga besar Natakusumah, dan juga para sahabat dan handai taulan.

Bapak Yayan Ganda Mulyana, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri hadir bersama Ibu Irene Mulyana, memberikan sambutan dan penghormatan terakhir. Sebagai salah satu warga senior di kota Sydney, Bapak Jon Soemarjono banyak dikenal oleh semua kalangan masyarakat. 

Beliau adalah satu-satunya tokoh masyarakat Indonesia yang menerima banyak penghargaan dari pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia. Meskipun memiliki banyak prestasi dan penghargaan, Pak Jon tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak pernah menonjolkan diri. Sosok yang sederhana dan humble, membuat masyarakat begitu menghotmatinya. “Leaders down to earth win the skies”.

Dalam banyak kegiatan di masyarakat, baik yang dilakukan oleh komunitas Indonesia, pemerintah setempat atau negara asing, beliau selalu menyempatkan diri untuk hadir sebagai wakil Indonesia dan juga memberikan sambutan.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejak kepergian istri beliau (Ibu ltje) dan di usianya yang semakin sepuh, itu semua tidak menyurutkan semangat dan langkahnya untuk tetap aktif dalam kegiatan komunitas dan tetap berusaha menyapa, berbaur dengan masyarakat diberbagai acara.

Pada Desember 2023, beliau masih sempat hadir dalam acara akhir tahun Sekolah Pelangi. Bahkan awal Maret 2024 lalu, sebelum berpergian ke Indonesia, Pak Jon masih hadir dalam acara AGM dari IDN NSW. Seperti itulah semangat almarhum berkomunitas.

Semasa hidupnya, Pak Jon selalu semangat jika menceritakan beragam kegiatan ataupun sejarah organisasi kemasyarakatan. Beliau akan bercerita dengan antusias dan patut diakui daya ingat beliau yang sangat kuat serta menarik dan tidak membosankan dalam bercerita. Banyak sekali pengalaman berharga yang dapat kita peroleh. Ketulusan dan dedikasi beliau merupakan inspirasi dan panutan bagi kami semua.

Sekilas mengenai Pak Jon Soemarjono.
Beliau akrab dipanggil Pak Jon, dan tidak asing bagi banyak masyarakat Indonesia di NSW. Dilahirkan di Wates, Yogyakarta 30 September 1935. Menikah pada 4 Februari 1961 dengan Ibu Sumarni Natakusumah Soemarjono, yang lahir di Tasikmalaya 26 September 1938. Mereka dikarunia 3 anak: Tristanti, Hadyan dan Raditya.

Pak Jon tiba kali pertama kali di Australia 63 tahun yang lalu melalui program Colombo Plan dan menempuh pendidikan di University of Sydney. Setelah sempat kembali setahun ke Indonesia, sejak saat itu beliau terus menetap di kota Sydney.

Pak Jon semasa mudanya aktif berorganisasi, dan hal ini diteruskan pula di Australia. Beliau pernah menjadi ketua PPI Sydney tahun 1963, dan membetuk Perhimpunan Indonesia (PI) pada 28 Oktober 1984. PI saat itu merupakan satu-satunya organisasi masyarakat Indonesia di Sydney dengan tujuan untuk menyatukan semua lapisan dari berbagai daerah. Semua ini merupakan wujud rasa cinta beliau kepada kebudayaan dan tanah air Indonesia.

Pak Jon sempat bekerja menjadi tenaga pengajar Bahasa Indonesia di kampus University of Sydney dan Western Sydney University, sampai akhir tahun 2002. Di University of Sydney, beliau sempat membuat program kolaborasi dengan Universitas Satya Wacana, dikenal dengan “PIBBI-Program Intensif Bahasa dan Budaya Indonesia” yang dimulai pada tahun 1975 dan sukses mengirim sekitar 4000 mahasiswa ke Indonesia untuk memperdalam Bahasa Indonesia. Program tersebut berakhir pada tahun 2002.

Pak Jon dikenal pula sebagai tokoh yang aktif terlibat banyak diberbagai kegiatan, aktif menjadi duta dan menjalin hubungan yang erat mewakili dan membawa nama Indonesia dengan Pemerintah setempat ataupun organisasi etnik komunitas negara lain.

Dedikasi dan kerja keras Pak Jon menghasilkan lebih dari 20 penghargaan dan medali yang diterima dari pemerintah dan organisasi Australia. Dari Mayor Local Government, Premier of NSW, Ministers bahkan Prime Minister dan Governor General tingkat Commonwealth. 

Disamping itu masih ada beberapa penghargaan lainnya. Juga dari pemerintah Indonesia, surat penghargaan dari beberapa Konsul Jenderal RI Sydney, dari Menteri Luar Negeri Adam Malik tahun 1975 dan Award Tokoh Pendidikan pada saat Kongres Diaspora Indonesia Pertama di Los Angeles USA tahun 2012.

Selain aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, Pak Jon sangat dekat dan selalu memberikan dukungan pada setiap kegiatan yang diadakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney. Sebagai contoh, beberapa kali beliau menjadi Ketua PPLN pada saat Pemilu.

Selamat Jalan Pak Jon. Semoga tumbuh “Jon, Jon” muda lainnya dari generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan beliau. [IM]

 

 

Oleh: Yoen Yahya

Previous articleIndra Lesmana: Garap Album Kolaborasi Reuni 40 Tahun dan Rayakan International Jazz Day di Sydney
Next articleAwali Momentum Golf 2024 dengan Allen W Cup 2024