Diaspora Executive Council

729
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Pada tanggal 11 Agustus 2015, sehari sebelum dimulainya konferensi Diaspora Indonesia yang dibuka secara resmi oleh Bapak Jusuf Kala, Wakil Presiden RI di hotel J.S. Luwansa, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, seluruh Diaspora eksekutif mengadakan dewan pertemuan di gedung Kemelu, Jalan Pejambon, Jakarta.

Pada pertemuan Diaspora Executive Council, para pemimpin Diaspora Indonesia dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk melaporkan apa yang sudah dilakukan dan dicapai oleh masing-masing wilayah (region), demikian juga rencana masing-masing wilayah untuk 2015-2017, dimana wilayah adalah istilah yang dipakai untuk mengkoordinasikan aktifitas Diaspora.

Struktur yang sudah ditetapkan adalah setiap wilayah dibagi lanjut dalam cabang (chapter). Pada saat ini Diaspora Indonesia terbagi dalam tujuh (7) wilayah (Global, Amerika, Timur Tengah & Afrika, Asia Timur, Eropa, Australia, Oceania). Masing-masing wilayah diwakili oleh seorang Wakil Presiden dan dipimpin oleh Presiden Global yang berkedudukan di Jakarta Indonesia.

Untuk IDN Australia, pembagian cabang berdasarkan state dan territory yang berlaku di Australia (IDN-NSW, IDN-QLD, IDN-WA, etc). Yang hadir dari Australia dan Oceania pada pertemuan Diaspora Executive Council Meeting adalah Bapak Rudolf Wirawan, Presiden IDN dari cabang NSW, Bapak Noel Pranoto, Presiden IDN dari cabang Queensland, Ibu Sophie Soejitno, IDN Presiden dari cabang New Caledonia dan Bapak Frans Simarmata, Wakil Presiden untuk wilayah Australia dan Oceania (2013-2015).

Hasil pertemuan Diaspora Executive Council meeting, antara lain adalah pergantian Presiden Global dari Bapak Mohamad Al-Arief kepada Bapak Ebed Litaay dari Belanda untuk masa kerja 2015-2017. Sebelum menerima jabatan baru tersebut, Bapak Ebed adalah Wakil Presiden wilayah untuk Eropa. Juga pada kesempatan tersebut, Bapak Rudolf ditetapkan sebagai Wakil Presiden wilayah untuk Australia (2015-2017) dan Ibu Sophie sebagai Wakil Presiden wilayah untuk Oceania (2015-2017), menggantikan Bapak Frans yang sebelumnya bertanggung jawab atas wilayah Australia dan wilayah Oceania.

Please follow and like us:
error