Diam Di Rumah Aja

55
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Saat kita dipaksa diam di rumah saja, dan menjadi tren seluruh dunia.

Jika tahun lalu, atau bahkan beberapa bulan lalu ada yang bilang kalau orang-orang akan diharuskan untuk kerja dari rumah, aku bakal bersorak kegirangan dengan tidak percaya. What a dream! Bekerja dari kenyamanan rumah dengan piyama seharian. Kalau ada rapat daring tinggal cepat-cepat pakai sweater atau jaket.

Tapi, seperti jaman sekolah dulu, kalau lagi liburan kangen teman-teman sekolah, kalau sekolah pengennya libur! Giliran disuruh di rumah, maunya keluar. Tentunya, kita semua sudah aware dengan pentingnya staying at home, bukan? #flattenthecurve. Jadi, bulan ini Indomedia mau ngajak kalian diam di rumah bareng. Inilah beberapa dampak tak terduga yang terjadi di luar karena kita tinggal di dalam!

1. Polusi dan Emisi Udara


Para ilmuwan telah menyaksikan perbedaan yang besar dalam kualitas udara. Dengan orang-orang yang kerja dari rumah, larangan perjalanan, dan banyaknya industri yang berhenti sementara, let’s face it, this is not a surprise. Terutama di negara yang padat penduduknya seperti China dan Italia, pengurangan kendaraan ini nampak dalam berkurang drastisnya polusi udara. Data dari European Space Agency menunjukan pengurangan 35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan bahkan hingga 50-60% di beberapa kota. Selain itu, dengan banyaknya bisnis yang berhenti beroperasi, greenhouse emission juga menurun. Penurunan ini nampak di kala resesi ekonomi. Namun, sayangnya tidak berlangsung lama di masa lalu. Pertanyaannya, berapa lama kita bisa memertahankan pengurangan ini sekarang?

2. Polusi Air 


Di beberapa kota seperti Venesia, pandemik ini memiliki efek baik pada air kanal. Dengan berkurangnya turis secara drastis, perahu yang mondar-mandir pun menjadi sangat jarang. Beberapa pengguna media sosial menampilkan foto kanal yang kini jernih! Bahkan, terlihat ikan-ikan yang berenang-renang di dasar kanal. Sayangnya ini bukan berarti kualitas air yang membaik pula, sediment yang biasanya terangkat dan teraduk akibat aktifitas di kanal kini mendekam di dasar kanal sehingga airnya jernih.

3. Binatang Liar


Berkurangnya turis ternyata tidak hanya memengaruhi ekonomi tapi juga kelangsungan hidup binatang! Banyak binatang seperti monyet dan rusa di negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand. Binatang-binatang di daerah turis sudah terbiasa diberi makan oleh para turis dan sekarang mereka berkeliaran mencari makanan sendiri. Monyet-monyet terlihat berkeliaran di jalanan di Thailand dan rusa di Nara Park, Jepang. Hal ini cukup mengkhawatirkan, menampilkan betapa interaksi antara manusia dan binatang telah memengaruhi dinamis kehidupan mereka pula. Bukan hanya binatang kelaparan yang berkeliaran di jalanan, di beberapa kota, ada binatang-binatang menjelajahi daerah kota yang kini kosong karena orang-orang berdiam di rumah. Bebek berenang-renang di air mancur Trevi di Roma.

Pendemik ini sesuatu yang baru bagi banyak orang, tapi juga bagi lingkungan hidup. Banyak artikel yang membahas dampak negatif dan positif situasi sekarang ini. Dan kita masing-masing pun bisa melihat dampaknya dalam kehidupan pribadi. Ketika pendemik ini berlalu dan kehidupan bisa kembali “normal”, mungkin kita bisa mengambil juga beberapa pelajaran dari keadaan saat ini.

Aku pribadi belajar untuk lebih menghargai persediaan tisu toilet… ha! On a more serious note, aku sangat bersyukur dengan kapasitas kerja, belajar, dan beribadah yang kita bisa lakukan secara daring. Aku juga makin menyadari pentingnya kebersihan dalam menjaga tubuh kita bukan hanya dari virus corona tapi juga secara umumnya! Aku menantikan hari ketika aku bisa jalan-jalan lagi ke suburb-suburb melihat orang-orang berjejer di kafe, mendengar suara anak-anak dari dalam gedung sekolah, menikmati kebisingan street market. Untuk saat ini, aku hanya bisa memutar kembali video penjelajahan kita ke tempat-tempat ATL edisi lalu dan menontonnya dengan rindu. [IM]

Please follow and like us:
error