Bedanya Sakit Mental & Kesehatan Mental

53
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Hampir setiap orang memiliki masalah pada kesehatan mental (mental health), tetapi tidak semua orang mengalami penyakit mental (mental illness). Kesehatan mental mencakup kesejahteraan/kebahagiaan secara keseluruhan, sedangkan penyakit mental adalah kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis.

Definisi kesehatan mental dan penyakit mental tentu berbeda, tergantung pada siapa kamu bertanya. Bahkan dalam komunitas medis, istilah-istilah ini tidak memiliki definisi tunggal. Namun, banyak yang setuju bahwa meskipun penyakit mental berada di bawah payung kesehatan mental, kedua istilah tersebut tidak dapat dipertukarkan.

Hanya karena kesehatan mental kamu tidak dalam kondisi baik, tidak berarti kamu mengalami penyakit mental. Dan hanya karena kamu didiagnosis penyakit mental, bukan berarti kesehatan mental kamu saat ini berada dalam kondisi yang buruk. Berikut ini adalah perbedaan antara keduanya yang perlu kamu ketahui, sebagaimana dikutip dari Healthline.

Penyakit Mental
Penyakit mental atau juga disebut kondisi kesehatan mental atau gangguan mental adalah kondisi yang dapat didiagnosa. Hal ini sering kali melibatkan perubahan yang sangat mengganggu pikiran, emosi, atau perilaku kamu dan dapat memengaruhi cara kamu melakukan sejumlah aktivitas sehari-hari. Untuk menerima diagnosis yang melibatkan kondisi kesehatan mental apa pun, ahli kesehatan mental akan mewawancarai kamu untuk mengetahui gejala yang kamu alami atau sudah berapa lama hal itu terjadi.

Untuk diketahui, banyak orang hidup dengan kondisi kesehatan mental. Lebih dari 50% penduduk Amerika Serikat menerima diagnosa yang melibatkan kondisi kesehatan mental. Pada tahun 2019, 1 dari 8 orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi kesehatan mental. Gangguan depresi dan kecemasan adalah yang paling umum. Kondisi kesehatan mental umum lainnya antara lain:
• Gangguan bipolar
• Gangguan penggunaan narkoba
• Skizofrenia
• Gangguan obsesif kompulsif
• Gangguan Makan
• Gangguan stres pasca trauma
• Gangguan perkembangan Saraf seperti gangguan pemusatan perhatian,
hiperaktif, dan gangguan spektrum autism
• Gangguan kepribadian

Kesehatan Mental
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), kesehatan mental mencakup kesejahteraan sosial, emosional, dan psikologis. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/who) menggambarkan kesehatan mental yang “baik” sebagai seseorang yang mampu:
• Mengatasi stres secara efektif
• Belajar dan bekerja dengan baik
• Berkontribusi pada komunitas 

Namun, kesehatan mental itu kompleks, dan kesehatan mental kamu akan menjadi hal yang unik bagi diri sendiri. Apa yang tampak seperti kesehatan mental yang baik bagi satu orang belum tentu sama dengan orang lain. Ingat, kamu dapat memiliki kesehatan mental yang baik ketika hidup dengan kondisi stabil. Catat juga bahwa kesehatan mental adalah kesehatan yang pentingnya dengan kesehatan fisik dan merupakan bagian penting dari kesejahteraan secara keseluruhan.

Terkadang, kesehatan mental didefinisikan dengan banyak deskripsi positif, sehingga membuat kondisi ini tampak seperti seseorang dengan kesehatan mental yang “baik”, dianggap dapat mengatasi pemicu stres dan selalu merasa bahagia atau bersemangat. Namun, para peneliti pada tahun 2015 menunjukkan bahwa orang dengan kesehatan mental yang baik bisa saja merasa sedih, tidak bahagia, dan marah. Emosi ini hanyalah bagian dari menjadi manusia. Kamu bisa bersedih tanpa memiliki kesehatan mental yang buruk, dan bisa bersedih tanpa harus memiliki penyakit mental.

Tips Memperkuat Kesehatan Mental
Sama seperti kesehatan fisik yang berubah seiring berjalannya waktu, begitu pula kesehatan mental kamu. Banyak orang menghadapi masa-masa sulit yang memengaruhi kesehatan mental mereka. Langkah pertama yang baik untuk memperkuat kesehatan mental adalah dengan menemukan solusi masalah yang tepat.

Untuk memperkuat kesehatan mental, kamu juga bisa melakukan aktivitas positif seperti di bawah ini:
• Membuat jurnal
• Meditasi
• Meregangkan otot-otot
• Menggunakan teknik terapi perilaku kognitif seperti pembingkaian ulang
• Latihan pernapasan dalam
• Menggerakkan tubuh dengan cara tertentu (meregangkan tubuh, berjalan-jalan, dll.)
• Mendengarkan musik favorit
• Manjakan diri dengan sesuatu yang menyenangkan setelah melewati sesuatu yang menantang
• Terlibat dalam aktivitas yang menurut kamu bermakna dan menyenangkan, seperti menjadi sukarelawan atau berkebun
• Menghabiskan waktu bersama teman dan orang yang kamu sayangi

Jika dirasa aktivitas lain bisa mengatasi masalah yang tengah kamu hadapi saat ini, lakukanlah jika saran di atas tidak efektif. [IM]

Previous articleLet’s Dance!
Next articleTetap Aman dari COVID Pada Musim Panas Ini