Beberes Tanpa Kewalahan

385
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pernah nggak merasa “Aduh! Rumah kok berantakan banget?
Pengen diberesin tapi nggak tahu mau mulai dari mana…” 

Aku juga sering merasa gitu, kok. Mau bersihin rumah tetapi udah merasa capek duluan.
Bingung nggak tahu mulai dari mana, dan sering merasa bosan ketika melakukan pekerjaan
rumah di tengah jalan.

Buat aku, hal utama yang menyebabkan berantakan di rumah adalah permukaan kosong.
Aku dulu sering berpikir kalau ada permukaan kosong yang biasanya nggak dipakai juga,
kalau ada barang, ya nggak apa apa, kan nggak dipakai.

Ya, bisa dibayangkan apa yang terjadi setelah sekian lama. Barang-barang berceceran di meja dan bisa menyebabkan stres akhirnya. Dan, ini yang menyebalkan: semakin menumpuk pekerjaan rumah, semakin sulit untuk mulai beberes karena sudah lemas duluan… 

Akhirnya, aku menemukan sebuah tip yang membantuku banget, dan semoga bisa membantumu juga! 

Make a list! 

But not just any list…

Aku menemukan sebuah video How to Tidy A Messy House When You Just Don’t Know Where to Begin di YouTube. Yang membuat video ini adalah seorang ibu yang berhasil menemukan cara untuk membersihkan rumahnya secara efisien.

Rumahnya sangat berantakan–you’ll see when you watch the video, tetapi dia berhasil membersihkannya dalam dua jam! Caranya juga sangat simpel. 

Tulislah sebuah daftar hal-hal yang perlu dibereskan, tetapi jangan tulis semuanya. Mulailah dengan beberapa hal atau kategori yang paling urgent. Lalu, setiap kali satu tugas telah dilakukan, coret dan tambah tugas lain di bagian bawah daftarnya.

Jadi, selalu ada tugas yang dinanti, tetapi tambah lama tambah berkurang mendesak.

Lalu, pastikan setiap tugas cukup mudah untuk dilakukan, dan bagilah menjadi beberapa kategori yang masuk akal. Contoh, daripada menulis “cuci semua piring kotor yang ada di meja”, bagi menjadi “cuci semua gelas kotor”, lalu “cuci semua piring dan mangkok”, dan kemudian “cuci semua peralatan masak”.

Buat aku, bikin daftar seperti ini membuat tugas yang segambreng lebih mudah untuk dilakukan.
Aku nggak perlu mencoba untuk melakukan semuanya sekaligus, tapi bisa mengarahkan fokus
untuk membereskan satu hal dari seluruh rumah.

Rasanya juga nggak tertekan dengan setumpuk tugas yang perlu dilakukan karena setiap tugas terasa bisa dicapai. Ketika kita merasa puas karena satu tugas berhasil ditaklukan, motivasi untuk terus melanjutkan tugas akan datang secara otomatis karena kepuasan tadi. 

How it feels

Ketika aku pakai metode yang sama untuk membersihkan barang-barang di meja, wah, ternyata satisfying banget! Ketika aku fokus dalam satu hal, seperti mengambil semua struk dari meja dan membuangnya, tiba-tiba meja mulai terlihat lebih kosong.

Dilanjutkan dengan kategori barang lainnya yang aku lihat, dan nggak lama kemudian meja yang tadinya penuh barang sudah kosong, dan rasanya nggak susah ketika menyortir barang! It felt like magic! Apalagi karena biasanya yang tertinggal di meja adalah perhiasan-perhiasan kecil atau barang-barang setengah nggak penting atau hal-hal setengah pakai (seperti sebuah buku yang belum selesai dibaca) yang akhirnya nggak tersentuh selama beberapa hari atau minggu. 

Aku juga merasa lebih in control, lebih bisa menguasai situasi, merasa bahwa pekerjaannya nggak harus memakan segitu banyak waktu, dan juga lebih nggak bosan melakukannya. 

Karena beberes dimulai dari hal yang paling mendesak, ketika tidak ada waktu luang atau tenaga lagi untuk meneruskannya, aku jadi nggak merasa bersalah. Apalagi hal-hal yang tersisa biasanya juga nggak terlalu urgent. Pekerjaan rumah yang biasanya memakan seharian untukku ternyata bisa dilakukan dalam beberapa jam!

Aku juga merasa otakku lebih lega dan lebih ada ruang untuk berpikir dan istirahat ketika melihat meja yang rapi dan kosong, selain beberapa dekorasi kecil yang ada untuk memberi estetik. Akibatnya, mengerjakan tugas lain juga lebih mudah karena pekerjaan rumah tidak lagi menumpuk di pikiran. Ketika WFH juga lebih gampang untuk fokus terhadap kerjaan kantor daripada teralih oleh pekerjaan rumah terus. 

Dari pengalaman itu aku jadi menemukan sesuatu yang menarik: pekerjaan rumah nggak harus dijadikan musuh! Dan, nggak harus mencuri waktuku juga! Semoga tip ini membantumu lain kali perlu membersihkan rumah dan nggak ada motivasi untuk memulai atau merasa kewalahan saking banyak yang harus dilakukan.

Semoga juga bisa membebaskan waktu untuk melakukan hal-hal lain (yang mungkin lebih nikmat dibanding pekerjaan rumah hihihi). [IM]

Previous article5 Aplikasi Terakurat Untuk Android & IOS
Next articleLong Beach