Am I Ready To Tie The Knot

74
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Persiapan pernikahan yang jarang dibicarakan.

Konon, katanya musim pernikahan itu akhir tahun alias bulan-bulan yang berakhiran dengan “ber”. Nah, kalau kalian ingin menikah di bulan September – Desember, tentunya kalian harus mulai merencanakan dari sekarang, lho. Bahkan, banyak juga yang merencanakannya dari satu tahun sebelumnya. Tentu banyak persiapan yang kita–kaum single— sudah membayangkannya; acaranya, dekorasinya, pakaiannya, makanannya, tempatnya, rencana honeymoon-nya, dan printilan lainnya. Tapi, ternyata, ada beberapa hal lain yang jarang dibahas dan tidak kalah penting dalam persiapan pernikahan! Nah, lho… apa sajakah itu?

1. Acara Adat dan kepercayaan
Banyak dari kita yang mengetahui acara pernikahan dari undangan yang kita hadiri ataupun film-film yang kita tonton. Di kebudayaan Barat, tampaknya pernikahan itu simple saja. Hanya ditunjukan resepsi, lalu langsung berlayar menuju tempat honeymoon-nya. Bahkan, banyak yang menikah langsung tanpa orang tua dan acara. Biasanya, mereka langsung masuk ke gedung pengadilan, kapel-kapel kecil di Las Vegas, atau kapal layar. Ternyata, acara pernikahan itu beragam juga. Baik adat budaya maupun upacara kepercayaan memiliki andil dalam proses pernikahan. Tentu saja kalian harus berbincang dengan keluarga satu sama lain pula untuk menentukan acara apa saja yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan.

2. Kelas Pra-Nikah
Terkadang diwajibkan terkadang tidak, kelas pranikah ini bertujuan untuk memberikan pengertian lebih dalam mengenai makna pernikahan. Meski terdengar kurang romantis, kelas ini penting dan berguna banget untuk mempersiapkan pasangan memasuki kehidupan pernikahan yang sesungguhnya. Kelas yang aku ikuti diadakan oleh gereja dan rasanya cukup bermanfaat, terutama untuk membuka pembicaraan mengenai topik-topik yang seringkali belum terpikirkan. Selain itu juga bisa memastikan kalau kedua pasangan bisa mengerti perbedaan satu sama lain dan bersiap jika ada konflik yang muncul ketika sudah berstatus suami istri nanti.

3. Cek Kesehatan
Jujur, aku baru tahu kalau sebelum pernikahan itu wajib ada cek kesehatan terlebih dahulu.
Walaupun memang penting untuk melakukan medical check-up secara berkala, cek kesehatan untuk calon pengantin itu krusial untuk masa depan keluarganya. Hal ini bisa mendeteksi penyakit keturunan maupun ketidaksesuaian antara darah dan rhesus yang bisa berbahaya untuk anak-anak kalian nanti.

Berikut ini beberapa tes yang perlu dilakukan, tentu info lebih updatenya bisa kalian tanyakan langsung ke rumah sakit/dokter, ya: Pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, tes golongan darah dan rhesus, tes hepatitis B, tes TORCH, tes HIV/AIDS, tes gula darah, tes urine, pemeriksaan organ reproduksi, tes alergi, tes genetika.

4. Perjanjian Pranikah (Prenuptial agreement)
Perjanjian pranikah ini seringkali dikenal dengan perjanjian perkawinan/perjanjian pisah harta. Baiklah, ini topik yang jarang dibahas karena seringkali dianggap tabu dan mungkin kurang menarik dibandingkan membuat moodboard untuk pernikahan kalian. Banyak yang merasa kalau perjanjian ini dibuat untuk jaga-jaga ketika akan bercerai. Tetapi, pada faktanya perjanjian ini penting untuk dipertimbangkan, terutama jika kalian masing-masing memiliki bisnis.

Pada dasarnya, perjanjian ini memisahkan harta kekayaan antara pihak suami dengan istri sehingga harta mereka tidak bercampur. Hal ini termasuk harta bawaan seperti warisan peninggalan orang tua, maupun hutang yang dimiliki. Perjanjian ini mencegah motivasi pernikahan yang tidak baik maupun memperkenan pihak istri untuk dapat menggunakan hartanya sendiri tanpa memerlukan pengalihan kewenangan dari suaminya.

Tentu masih banyak yang perlu diteliti dan dipertimbangkan lagi dalam perihal perjanjian pranikah ini. Yang paling penting, kalian bisa mulai membicarakannya dengan pasangan dan sama-sama mencari tahu lebih lanjut! [IM]

Previous articleHURSTVILLE, Sydney’s Real Chinatown
Next articleSahabat