Stepping Into The Serenity Of Chinese Garden Of Friendship

231
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pernahkah kamu masuk ke Chinese Garden of Friendship di Darling Square, Sydney?
Sebuah taman yang indah dan luas di tengah-tengah kota, yang diselimuti ketenangan.

Simbol Persahabatan Abadi
Kisah Chinese Garden of Friendship dimulai dengan hubungan antara Guangzhou dan Sydney yang merupakan “sister cities” dalam “sister states”, Guangdong dan New South Wales (NSW). Pada tahun 1988, Guangdong dan NSW memutuskan untuk bekerjasama dalam membangun sebuah taman di Sydney untuk melambangkan persahabatan antara mereka dan untuk merayakan peringatan dua abad Australia (bicentenary). Kerjasama ini dihasilkan oleh tim arsitek lanskap dari Guangzhou yang merancang tamannya, lalu dibangun oleh pengrajin dan spesialis dari Australia.

Untuk menonjolkan persahabatan ini, para perancang dari Guangzhou juga mempersembahkan “The Dragon Wall”, sebuah tembok semi tembus pandang yang terletak dekat pintu masuk Chinese Garden of Friendship. Kedua naga yang terlihat di tembok ini merupakan sebuah lambang kesempurnaan di budaya China, dan karena itu merupakan sebuah hadiah yang sangat berharga. 

Naga emas melambangkan Guangzhou, sedangkan naga biru melambangkan Sydney. Di antara kedua naga itu terdapat sebuah mutiara persahabatan mereka. Mutiara ini melambangkan kedamaian antara Sydney dan Guangzhou.

Fun fact: Tembok yang terbuat dari naga 3D ini ternyata dibentuk dan diukir menggunakan tanah liat yang dilapisi kaca (glazed terracotta). Para spesialis terakota di China membentuk setiap bagian dari tembok ini (total 943 bagian, termasuk sisik individual dari kedua naga), lalu mengirim setiap bagiannya ke Sydney. Menariknya, para pembangun di Australia nggak tahu bagian mana harus dihubungkan dengan bagian yang lain, sebuah teka-teki yang mereka nggak bisa pecahkan.

Akhirnya, mereka meminta kedua desainer tembok naga tersebut untuk datang dari Guangzhou ke Sydney untuk membantu memasang bagian tersebut menjadi Dragon Wall. Namun, karena mereka diminta untuk mengerjakannya tanpa visa pekerja, mereka tidak diperbolehkan untuk menyentuh apa pun di luar area tembok naga! Bahkan, sebuah tembok pendek dibangun secara sementara di sekitar area itu untuk memastikannya! 

Tata Letak yang Bermakna
Ternyata, taman ini juga memiliki banyak elemen lain yang tak terduga. Salah satunya adalah tata letak dan rancangan Chinese Garden of Friendship yang ternyata memiliki rancangan sebuah rumah China tradisional! Dimulai dengan halaman depan yang memiliki banyak tanaman merah dan pengjin (pohon-pohon kecil dalam sebuah pot seperti bonsai dan memiliki elemen manusia, seperti figurin seorang sedang mancing ikan atau sebuah jembatan kecil).

Di sisi kiri tamannya terdapat sebuah area yang memiliki moon gate, sebuah pintu masuk yang berbentuk bundar seperti bulan, dan menandai area rumah penghuni dalam desain tradisional.
Di Chinese Garden of Friendship, rumah kecil ini dijadikan sebuah museum tentang tamannya.

Selain itu, pastinya rancangan taman ini memiliki dasar Yin-Yang dan Wu-Xing atau aliran chi.
Di bagian-bagian tertentu, bisa dilihat bahwa desain lantai dan atapnya memiliki pola kotak-kotak, sangat kontras dengan bagian lainnya yang memiliki motif bundar. Suasana di sisi paling dekat pintu masuk dengan sisi yang menjauhi pintu masuk juga sangat berbeda.

Sisi yang dekat pintu masuk didesain sebagai tempat tinggal yang penuh dengan berbagai pavilion, tanah yang datar, dan tanaman-tanaman yang lebih pendek atau berhenti di tepi danau yang merupakan pusat seluruh taman. Dari sini, bisa melihat sisi yang menjauhi yang memiliki tema pegunungan, penuh dengan pohon-pohon tinggi seperti pohon perennial yang ditanam di tanah
yang ditinggikan (elevated).

Pengalaman yang Berkesan
Walaupun aku pernah mengunjungi Chinese Garden of Friendship sekitar lima tahun yang lalu, kali ini aku seperti kembali dengan fresh eyes. Mendengar penjelasan tentang tata letak setiap aspek dari taman ini, aku jadi lebih memerhatikan hal-hal kecil yang tadinya nggak terlihat. Salah satunya adalah sisi taman yang sengaja dijadikan seperti sebuah hutan – tetapi hutan yang nyaman untuk untuk ditelusuri. 

Di sisi ini, nggak gelap, tetapi tidak disinari oleh matahari juga karena dipayungi oleh pohon-pohon tinggi. Tetapi, di sini pun ada sebuah kolam dan jembatan kecil yang terasa seperti sebuah forest trail yang jarang dijalani orang.

Setelah mengikuti jalur melintas hutan ini, aku datang pada sebuah gerbang yang mewah dan megah. Berdiri sisi luar gerbang ini, aku bisa melihat sebuah area yang penuh dengan sinar matahari. Jalur yang sedang kuikuti melingkar di antara batu-batu, membuatku penasaran akan tempat yang dituju. In the distance bisa terlihat atap pagoda yang berdiri di puncak gunung taman. Aku terpesona dengan pemandangan yang sangat mengundang ini. 

Aku juga kagum ketika mendengar bagaimana desain taman China seringkali berjuang untuk mereplikasi elemen liar dan ketidakteraturan yang terjadi di alam. Namun, untuk mencapai tujuan ini, rancangannya harus dibuat dengan sangat teliti, dan pemeliharaannya memerlukan amat banyak waktu dan ketelitian. Beda banget dengan rancangan taman western yang seringkali lebih cenderung memperlihatkan keteraturan yang dihasilkan oleh prakarya manusia. 

Selain itu, sangat menarik ketika melihat ujung-ujung gedung-gedung di sekitar Chinese Garden of Friendship mengintip dari atas pepohonan yang mengelingi taman ini. Sebuah taman yang hening dan cerah dikelilingi oleh hutan beton. Tentu layak dikunjungi untuk detoks sejenak dan melepaskan diri dari kesibukan kota. [IM]

Previous articleTravelling Back To Childhood
Next article5 Cara Sederhana Menghilangkan Stres Kronis