Rangkaian Kegiatan Umat Muslim Di NSW Selama Bulan Ramadhan

443
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ramadhan menjadi bulan yang dinantikan umat Islam karena memiliki sejumlah keutamaan.
Bulan Ramadhan disebut juga bulan penuh keberkahan, bulan kasih sayang (rahmat), bulan pengampunan (maghfirah), bulan penuh keberkahan (barakah), bulan kemenangan (falah), bulan pembelajaran (tarbiyah), dan bulan dimana setiap ibadah dilipatgandakan.

Maka umat Islam berlomba memperbanyak ibadah dan beramal dalam meraih pahala diatas. Tempat ibadah seperti CIDE, Masjid Al Hijrah, Tempe, Ashabul Kahfi, Surau, Iqro, FISI dan Zetland menyediakan acara buka bersama selama Ramadhan.

Masjid Zetland jamaahnya tidak hanya Indonesia tapi terdiri dari berbagai bangsa yang berbaur akrab.

CIDE menghadirkan penceramah-penceramah kondang yang sengaja didatangkan dari Indonesia untuk memberikan tausiah dengan materi menarik dan bermanfaat, selalu penuh dikunjungi umat yang ingin meningkatkan ketaqwaan dan menambah wawasannya.

Selama bulan Ramadhan umat Islam di Sydney dengan mudah dapat mengikuti Ibadah yang diadakan oleh hampir semua kelompok pengajian, yang programnya dinfokan melalui medsos.

Tausiah dari berbagai penceramah, baik lokal maupun dari luar dapat di akses melalui YouTube. Kuliah subuh, berbuka bersama, taraweh, gencar diadakan dimana mana. Dapat berjalan lancar berkat Ukuwah Islamiah dan kerjasama masyarakat yang solid.

Konsul Jenderal RI, Bapak Vedi Kurnia Buana memanfaatkan Malam Nuzulul Quran yakni malam turunnya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril di Gua Hira pada malam 17 Ramadhan — yang merupakan peristiwa penting dalam sejarah agama Islam — mengundang tokoh masyarakat, kelompok pengajian, ketua organisasi, Diaspora, IWINA (Indonesian Women Islamic Network of Australia) untuk bersama-sama merayakan peringatan Nuzulul Quran dengan tema “Al Quran sebagai Pedoman Hidup Manusia”, dengan menghadirkan penceramah Ustadz H. Ilham LC MA, yang khusus didatangkan dari Indonesia oleh CIDE (Centre Islamic
Dakwah Education).

Sebagai imam sholat taraweh adalah Ahmed Rauf dengan suaranya yang syahdu, melantunkan ayat-ayat suci menambah khusyuk dan membuat kagum para jemaah.

Ahmed Rauf adalah remaja berusia 16 tahun, pelajar kelas 2 SMA di Australian Islamic Academic Strathfield. Ia adalah anak semata wayang dari pasangan Yanto Rauf dan Nentis. Sejak usia 2 tahun Ahmed sudah dibiasakan mendengarkan ayat suci AlQuran.

Di bulan Ramadhan ini Ahmed diminta menjadi imam di beberapa masjid, diantaranya CIDE, Surau, Turkey Community dan mengajar di LMA. Semoga sosok Ahmed ini bisa mejadi contoh bagi kalangan muda di Australia.

Selain itu, Konsulat juga mengadakan Taraweh setiap hari selama 10 hari terakhir Ramadhan.

Bulan Ramadhan bulan intropeksi diri dan melatih menjadi umat yang lebih baik. Melatih kesabaran serta meningkatkan keimanan dan taqwa.

Jangan berubah hanya selama bulan Ramadhan, tapi berubahlah untuk seumur hidup kita.
Jadikan Ramadhan ini sebagai awal baru dalam kehidupan kita. [IM]

 

Oleh Yoen Yahya

Previous articleAcara Makan Malam IFTAR Bersama Premier NSW
Next articleDapatkah Kita Benar-Benar Berubah?