Nurse Jeanifer – “Ada Senyuman Penuh Syukur Di Balik Masker Kami”

14
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Di masa pandemi, profesi ini sangatlah dihargai dan menjadi aset yang sangat tinggi di seluruh dunia, termasuk di Australia. Seperti apa, sih, profesi ini di Benua Kangguru? Yuk, tanya-tanya Nurse Jeanifer!

Namanya singkat saja, Jeanifer. Ia berprofesi sebagai perawat di Emergency Deparment di salah satu rumah sakit di Sydney. Latar pendidikannya adalah Bachelor of Nursing di Western Sydney University dan saat ini sedang mengambil gelar Master of Critical Care Nursing. Jeanifer adalah mojang Priangan. Ya, ia berasal dari Bandung dan pindah ke Sydney pada usia 17 tahun. Untuk mengetahui profilnya dan profesinya, yuk kita kepoin suster cantik ini.

Sejak kapan bercita-cita untuk bekerja di bidang kesehatan?
Dulu, waktu kecil, aku bercita-cita jadi arsitek. Tapi, saat di bangku SMA, aku malah tertarik dengan ilmu kesehatan. Dari situlah aku mulai memperdalam pengetahuan dalam bidang biologi, ilmu kejiwaan, dan sistem kesehatan.

Apa saja, sih, syarat untuk menjadi seorang perawat di Australia? Apakah harus mengambil sertifikasi tertentu?
Untuk menjadi nurse di Australia, syarat utamanya adalah menyelesaikan gelar keperawatan, baik tingkatan diploma atau pun sarjana (S1). Ada perbedaan kompetensi yang signifikan antara diploma dan sarjana saat terjun di dunia pekerjaan. Rata-rata, untuk berkarier sebagai perawat di Australia, kamu perlu gelar sarjana keperawatan di Australia. Kalau sertifikasinya didapat dari luar Australia, kamu harus mengikuti program persamaan beberapa tahun, karena adanya perbedaan pengetahuan dan teknologi ilmu kesehatan yang diterapkan di Australia.

Sebagai perawat, kita dituntut untuk memiliki pemikiran yang kritis dan pengetahuan yang luas akan evidence based practice dan mengaplikasikan holistic care sesuai dengan standar pelayanan kesehatan di Australia. Syarat kedua adalah kemampuan berbahasa Inggris di level provisional ke atas. Ini sangat penting untuk menolong kita dalam pekerjaan karena interpersonal skill itu dibutuhkan dalam bekerja bersama dengan tenaga medis lainnya.

Apakah hal yang paling rewarding sebagai perawat?
Banyak sekali, ya, kalau mau membahas hal yang paling rewarding dalam peranan sebagai perawat. Yang paling spesial untuk saya adalah momen saya bisa memberikan comfort kepada seseorang di saat yang paling vulnerable, sendirian, atau bahkan depresi. Pekerjaan seorang perawat bukan hanya physical, tapi juga menuntut kehadiran kita dalam memberikan emotional support kepada pasien dan keluarga mereka.

Karena spesialisasi saya dalam emergency nursing, hal yang paling rewarding adalah saat kami, sebagai satu tim medis, berhasil untuk menyelamatkan pasien kritis dari kematian atau cardiac arrest. Saat semua upaya CPR dan life support treatment itu berhasil untuk menyelamatkan pasien, ada senyuman lebar yang penuh syukur di balik masker kami.

Tantangan apa saja yang kamu hadapi sebagai perawat sebelum  pandemic COVID-19?
Tantangan yang dihadapi seorang perawat adalah tuntutan untuk available melakukan shift yang beragam, seperti pagi, siang dan malam. Dari ketiganya, night shift yang rasanya paling melelahkan. Sebabnya, pola tidur menjadi terbalik dari yang normal dan butuh beberapa hari untuk bisa mengembalikan pola tidur semula. Sepertinya, tantangan ini harus dihadapi baik sebelum COVID ataupun sekarang. Tentunya, kalau memilih untuk bekerja di klinik tidak ada night shift.

Di masa pandemi ini, apa yang berubah dalam pekerjaan sehari-hari?
Segala sesuatunya berubah karena pandemi ini, apalagi dalam bidang kesehatan. Banyak dimensi yang cukup kompleks di dalamnya. Semua prosedur kesehatan, treatment, peraturan, dan protokol kesehatan pun sangat berubah dan sangat memakan banyak waktu. Misalnya, simple task jadi memakan banyak waktu karena kami harus mengaplikasikan infection control policy dalam segala hal yang dilakukan. Karena bekerja di emergency, saya harus menggunakan APD lengkap selama bekerja dan harus memastikan tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan saat kami bekerja karena risikonya adalah membawa virus itu pulang ke orang-orang di rumah.

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu meringankan beban para pekerja kesehatan?
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan beban para tenaga medis, terutama di masa-masa pendemi ini. Yang pertama adalah pastikan Anda telah divaksin, yang menjadi proteksi yang paling mudah untuk dilakukan oleh kita semua untuk mengurangi risiko Anda masuk rumah sakit.

Yang kedua adalah pastikan Anda mengikuti peraturan pemerintah dalam urusan protokol kesehatan atau pembatasan pergerakan masyarakat untuk mengurangi jumlah kasus COVID. Semakin banyak jumlah kasus, semakin banyak orang yang harus masuk rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Yang terakhir adalah doakan kami, para tenaga medis, di seluruh dunia. Karena, bukan hanya diperlukan kekuatan untuk memenuhi tuntutan dari jumlah pasien yang harus ditangani, tapi juga terkadang hati yang mau melayani pasien-pasien ini bisa makin memudar.

Boleh share tip dan saran untuk mereka yang mau menjadi seorang perawat di Australia?
Tanyakan pada diri kamu, apa alasannya mau menjadi seorang perawat? Kalau alasannya adalah mengejar uang atau permanent residencysaja, maka profesi ini mungkin bukan untuk kamu. Soalnya, menjadi seorang perawat dibutuhkan sepenuh hati dan seluruh fokus saat bekerja dan juga harus punya hati yang mau melayani, bukan mengejar ambisi pribadi. Prioritas perawat saat bekerja adalah safety of our patients. Nursing is an act of serving.

Belajarlah dengan giat. Menjadi seorang perawat di Australia cukup berbeda dengan di Indonesia. Di sini, kami diharapkan untuk berpikir kritis, bisa mengambil clinical decisions dalam kondisi yang genting dan juga punya skill yang sesuai dengan standar kesehatan dalam mengoperasikan mesin-mesin kesehatan yang digunakan di area-area clinical tempat kita bekerja.

Knowledge is gold. Gunakan waktu belajar sebaik mungkin. Semakin komprehensif pengetahuan yang kita miliki, semakin besar peluang untuk memperluas scope of practice sebagai seorang perawat. Dalam profesi nursing ada tingkatan tersendiri: registered nurse, nurse educator, nurse specialist, clinical nurse consultant, nursing manager, dan masih banyak lainnya. Semakin luas pengalaman dan jenjang pendidikan kita, semakin banyak kesempatan untuk bisa menjangkau bagian-bagian yang lebih spesifik dalam nursing career.

Nursing school (universitas) di Australia cukup berat. Tahun pertama adalah tahun yang paling berat, tapi teruslah berjuang dan jangan menyerah di tengah jalan. Saya masih ingat sekali betapa beratnya saat di nursing school. Tapi, melihat ke belakang, saya menyadari bahwa hanya pimpinan dan anugerah Tuhan saja yang memampukan saya untuk bisa menyelesaikan nursing degree.

Nursing adalah pekerjaan yang berat, baik fisik, mental dan emosi. Pastikan apa yang terjadi di tempat kerja, tidak kamu bawa ke rumah karena ini bisa merusak relasi kita dengan keluarga kita, terutama bagi para wanita yang mudah menjadi emosional. [IM]

Previous articlePekerjaan Yang Cocok Untuk Mahasiswa (Internasional)
Next articleNadia Veronika – Menjangkau Orang Indonesia Dengan Delivery Momma