Kolaborasi Historis Australian Institute of Music (AIM) dengan Farabi Music School Indonesia

504
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pada hari Jumat, 3 November 2023 lalu telah diadakan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Australian Institute of Music (AIM) dengan Farabi Music School Indonesia yang digawangi oleh musisi kawakan dan Ikon Budaya Indonesia Dwiki Dharmawan.

Acara penandatanganan berlangsung meriah dan turut dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Vedi Kurnia Buana, musisi senior diaspora Deva Permana, Margaret Bradley dan Arif Hidayat dari Arimba Culture Exchange, pebisnis diaspora Ivan Paulus yang selain pelaku ekonomi juga musisi saksoponis, serta beberapa murid asal Indonesia yang sedang menimba ilmu di AIM.

Tujuan dari MoU ini adalah untuk membangun landasan itikad baik antara AIM dan Farabi Music Education Center untuk upaya kolaborasi masa depan yang saling menguntungkan. Ini juga merupakan kerangka kerja sama secara kooperatif dan terkoordinasi untuk mencapai keinginan masing-masing lembaga dan keinginan kolektif kemitraan.

Melalui kerja sama ini diharapkan akan tercipta tatanan artikulasi, seperti potensi pertukaran studi 1+2 atau 2+2 bagi mahasiswa S1 dan S2, menyelenggarakan pertukaran tatap muka dan/atau pertukaran informasi akademik secara berkala mengenai topik tertentu, pertukaran akademis yang berguna meliputi: metodologi pengajaran, pembelajaran di lingkungan eLearning, penilaian kinerja, pembandingan kinerja, serta pertukaran musik yang berguna meliputi: kelas master bersama, kelas spesialis dalam eksplorasi musik lokal, lokakarya pertunjukan, dan lainnya.

Farabi Music Education Center sendiri didirikan dan dipimpin oleh Dwiki Dharmawan dengan prinsip revolusioner bahwa cara terbaik untuk mempersiapkan siswa untuk berkarir di bidang musik adalah melalui studi dan praktik musik klasik dan kontemporer. Selama lebih dari 20 tahun, Kursus Musik Farabi telah berkembang untuk mencerminkan seni musik dan bisnis musik. Dengan lebih dari selusin jurusan pertunjukan dan non-kinerja, mahasiswa yang beragam dan berbakat mewakili seluruh 33 Provinsi di Indonesia.

Usai penandatanganan MoU, pentolan band legendaris Indonesia Krakatau ini juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua AIM, pengurus senior, dewan akademik, para anggota dewan pembina, keluarga, sahabat serta tamu-tamu terhormat. “Dan yang terpenting saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada lulusan Australia Institute of Music tahun 2023 yang telah mewakili masa depan kita, takdir kita. Dan kepada para guru serta mentor Anda yang telah memupuk prinsip-prinsip rasa hormat, kepemimpinan, humanisme dan hidup berdampingan secara kreatif antara budaya, alam, dan kemanusiaan,” tuturnya. 

Saya telah mengunjungi AIM beberapa kali. Pertama kali pada tahun 2012 ketika saya mengadakan workshop musik yang dilanjutkan dengan beberapa interaksi dan komunikasi. Rasanya kami semua berbicara dalam bahasa yang sama, memiliki tujuan yang sama, dan pada dasarnya memiliki pemikiran yang sama. Itulah inti hubungan antara saya, Pusat Pendidikan Musik Farabi dan AIM. Itu wajar, pertemuan jiwa.

Dengan karir yang membentang lebih dari 35 tahun dan pertunjukan di lebih dari 80 negara, Dwiki tetap menjadi salah satu insan industri musik yang populer dan dihormati serta dikenal juga sebagai ikon budaya. 

Dwiki adalah salah satu pendiri dari band legendaris Indonesia Krakatau, yang karyanya diakui secara luas sejak tiga dekade yang lalu. Ia juga menjadi penggagas dan komposer dari World Peace Projects (World Peace Trio, World Peace Band, World Peace Orchestra). Dwiki telah mengangkat dan menjadikan musik menjadi media untuk mempromosikan harmoni sosial dan meningkatkan kesadaran global terhadap perdamaian dunia.

Meskipun memiliki jadwal yang padat, Dwiki tetap menyediakan waktu untuk berbagi dengan generasi muda. Selama bertahun-tahun Dwiki berkiprah mendidik generasi baru talenta musik Indonesia di Lembaga Pendidikan Musik Farabi yang ia pimpin, mencerminkan komitmen penuh semangat Dwiki terhadap perkembangan musik dan generasi muda Indonesia. [IM]

Previous articleAntonius Auwyang: Sang Juara dari Jayapura, Pengusaha Ekspor-Impor di Australia
Next articleBiaya Anak-Anak Sangat Mahal