JON SOEMARYONO: Pendiri Organisasi Indonesia Di NSW 

447
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Nama Jon Soemaryono yang akrab dipanggil Pak Jon sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah NSW.

Pak Jon tiba di Australia 61 tahun yang lalu, saat baru melangsungkan pernikahan dengan Ibu Itje, yang menyusul datang 2 tahun kemudian.

Rasa cintanya pada kebudayaan dan tanah air Indonesia dibuktikan dengan dibentuknya Perhimpunan Indonesia pada 28 Oktober 1984. Organisasi ini menyatukan semua lapisan masyarakat Indonesia dari berbagai daerah dan merupakan satu-satunya organisasi Indonesia masa itu. Setiap kegiatan yang diadakan selalu penuh dihadiri tidak saja oleh warga Indonesia yang merindukan kebudayaan leluhurnya, tapi juga oleh masyarakat setempat yang ingin mengenal kebudayaan Indonesia lebih jauh.

Sebagai seorang pendidik Bahasa Indonesia di Sydney University, beliau merupakan salah satu pendiri Salatiga Program yang dibentuk pada tahun 1973 dan sukses dengan banyak mengirim mahasiswanya ke Indonesia untuk memperdalam Bahasa Indonesia.

Pak Jon sangat aktif di berbagai kegiatan dan menjalin hubungan yang erat dengan Pemerintah setempat serta organisasi etnik lainnya. Mewakili dan membawa nama Indonesia. Tidak heran lebih dari 20 penghargaan telah diterima oleh Pak Jon, diantaranya dari Premier of NSW, Governor, Mayor dan Ministers. Pak Jon juga pernah menjabat sebagai Director Migrant Resource dan mendapat penghargaan sebagai Australian of the Year 2009 oleh Canterbury Council.

Selain aktif di berbagai kegiatan masyarakat, Pak Jon sangat dekat dan selalu memberikan dukungan pada setiap kegiatan yang diadakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney dan beberapa kali menjadi Ketua pada saat Pemilu. Pada tahun 1975, ia mendapat penghargaan dari Bapak Adam Malik, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia saat itu.

Ketulusan dan dedikasi beliau merupakan inspirasi dan panutan bagi kami. Menyimak berbagai pengalaman dan penghargaan yang diterima Pak Jon, sudah sewajarnya masyarakat Indonesia tidak melupakan jasa beliau. Meski di usia senja, pak Jon masih menyempatkan hadir di acara-acara penting dan tidak pernah absen dalam setiap upacara Hari Kemerdekaan RI.

Kegiatan Pak Jon dapat berjalan lancar tentunya tidak terlepas dari dukungan seorang isteri yang tidak pernah lelah dan setia mendampingi. Duduk bersama Pak Jon sambil mendengarkan kisahnya yang diceritakan dengan antusias sangat menarik dan tidak membosankan. Daya ingatnya juga masih kuat. Sesekali Ibu Itje ikut menambahkan cerita lucu pengalaman mereka berdua.

Untuk menjaga hubungan silaturahmi dan rasa hormat, kami bersama beberapa teman sering mengadakan pertemuan walau sekedar minum kopi. Tapi acara rutin sempat tertunda dengan adanya Covid-19, dan sebagai pengganti hubungan telpon tetap kami lakukan untuk mengetahui kondisi Pak Jon dan Ibu Itje.

Tahun ini suasana sudah kembali normal. Pada tanggal 1 Oktober, untuk memperingati hari ulang tahun Ibu Itje ke 84 dan Pak Jon yang ke 87, kami mengadakan acara “Kumpul Bersama Sahabat”. Kami merasa lega dapat memenuhi keinginan beliau untuk bertemu para sahabatnya. Walau acara sangat sederhana, tapi setidaknya membuat Pak Jon dan Ibu Itje tersenyum bahagia. Apalagi dengan hadirnya Bapak Vedi Kurnia Buana, Konjen RI berserta Ibu Fany, Bapak Abdul Nazar, Konsul Penerangan KJRI Sydney beserta Ibu Rizky yang menambah suasana hangat dan akrab. [IM]

Penulis: Yoen Yahya

 

Previous articleTOUR 2022 Indonesian Australian Senior Citizen Association (INASCA)
Next articlePekerjaan Yang Terhubung Dengan Pelatihan Mengubah Kehidupan Di NSW