Good Bye 2023 Hello 2024; Menyongsong 2024 Dengan Intropeksi Diri

57
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Persiapan menyambut hadirnya tahun 2024 jauh hari sudah direncanakan dengan matang. Informasi tempat hiburan dan khususnya jadwal perayaan kembang api disiarkan melalui media sehingga dapat menarik pengunjung dan turis dari berbagai negara yang ingin merayakan secara istimewa.

Mereka rela datang dari pagi demi mendapat tempat ternyaman untuk melihat gegap gempita semburan, kilauan api beraneka warna diiringi sorak sorai menyongsong hadirnya 2024.

Kebetulan malam tahun baru tahun kali ini jatuh pada hari Minggu yang merupakan jadwal rutin anakku bersama keluarga kecilnya mengunjungi kami. Maka kebersamaan ini merupakan momen indah yang kami nikmati sambil santap malam  bersama secara sederhana, namun melebihi suasana diluar sana. Rasa bahagia, bersenda gurau dengan cucu yang sudah semakin besar dan menggemaskan.

Setelah sholat Isha bersama, merekapun pulang. Rumah kembali sepi tinggal kami berdua. Obrolan pun berkisar masalah keluarga dan rencana ke depan, masa tua.

Jangankan menungggu denting jam 12 tanda pergantian tahun, jam 10 malam mata tua ini rasanya sudah ingin terpejam, suami bahkan sudah mendengkur hahaha… Namun dipertiga malam kami akan bergadang sampai menjelang subuh. 

Tiada hentinya berdoa, panjatkan rasa syukur atas semua nikmatNya, bukan hanya di malam tahun baru tapi setiap membuka mata menikmati hangatnya matahari pagi, sampai hadirnya rembulan malam hari. Kami berdua masih diberi kesempatan memperbaiki diri, bertegur sapa dengan keluarga dan para sahabat.

Entah sudah berapa puluh kali tahun baru kami lewati dan memilih aman dirumah. Pergantian tahun kami sambut dengan intropeksi diri, belajar dari pengalaman tahun-tahun silam. 

Di usia senja kita berusaha sekali menjaga sikap dan lisan untuk lebih bijak, karena akan menjadi contoh pada anak dan cucu.

Akhir-akhir ini kami berdua, saya dan suami, sangat menikmati acara the Voice, American Got Talent yang diprakasai Simon Cowell. Hehehe… kurang hiburan kali yaa. Itupun setelah pekerjaan pokok sudah kami laksanakan.

Kenapa kami begitu menyukai acara ini? Selain sekedar santai melemaskan otot dan ngilu tulang di tubuh yang menua, di acara ini kata bijak “Don’t judge the book  by its cover” betul berlaku. Penilaian para juri yang kadang meremehkan para kontestan yang berpenampilan sederhana berakhir menakjubkan berhasil membuat para juri dan penonton terharu menitikkan air mata.

Sangat menginpirasiku bahwa seseorang yang mempunyai kelebihan tetap sederhana dan rendah hati. Seperti kata bijak “Coins always make sounds but Paper Money are always silent. So when your value increases keep yourself silent and humble.”

Pelajaran hidup banyak kutimba dari kejadian sehari-hari, dari pengalaman sahabat, kita ambil hikmahnya untuk bekal kita. 

Tahun 2023 telah berakhir. Sepanjang satu tahun perjalanan kucatat momen penting yang indah untuk dipertahankan, yang buruk sebagai pengalaman berharga untuk tidak terulang lagi. Di tahun 2023, banyak kehilangan orang-orang yang kucintai yang telah ikut mewarnai sejarah hidupku. Cukup meninggalkan duka mendalam tapi memacu aku untuk lebih kuat melangkah. Karena suatu saat akupun sampai di titik itu.

Sebagai manusia yang tidak sempurna ada saat pertahananku jebol. Marah, kecewa, sakit hati, jenuh. Beruntung ada sosok ibu yang menanamkan Agama sebagai pegangan hidup, keluarga serta sahabat sekeliling yang selalu memberikan motivasi dan dukungan sehingga bisa melewati semua rintangan dan menempaku untuk tegar, mengajarkan arti sabar dan ikhlas.

Kata ikhlas begitu sederhana, mudah diucapkan tapi begitu berat dijalankan. Pertarungan batin antara menolak dan merelakan suatu masalah betul-betul suatu ujian berat.

Sering kusembunyikan kecewa dalam diamku menghadapi orang yang  menghujat hanya karena perbedaan pendapat. Ingin sekali marah, tapi kualihkan dengan melihat kekurangan diri sendiri. Bisa jadi aku yang keliru?

Apabila aku yakin akan prinsipku, aku tetap pada pendirianku dan tetap kujalankan niat dan impianku. Bukankah setiap individu, berhak dan bebas berpendapat? Bahkan dalam perkawinan, antara suami dan isteri, tanpa kompromi dan komunikasi yang baik perkawinan bisa berujung perpisahan.

Dengan bergabung di berbagai kegiatan sosial, mengenal para sahabat yang sukarela mengulurkan tangan membantu saudara-saudara yang kurang beruntung membuatku tiada hentinya bersyukur dan menjadi diriku apa adanya.

Tahun 2023 merupakan tahun penuh tantangan, sudah selayaknya aku menikmati masa tua dengan tenang tapi justru dihadapkan dengan berbagai masalah yang seharusnya bukan tanggung jawabku.

Tapi …. lagi-lagi aku disadarkan bahwa ada Pengarah Acara, Yang Maha Berkuasa yang mengatur alur cerita hidup kita, telah memilihku menjadi pemain utama, keberhasilanku terletak bagaimana aku mampu memainkan perananku. Dengan bantuan dan uluran tanganNYA aku akan dapat melewatinya dan keluar sebagai pemenang.

Sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan.

Semoga tahun 2024 akan jauh lebih baik dan kita jalani dengan lebih bijak. Karena melihat ke belakang, apa yang selama ini kita khawatirkan, penuh diliputi rasa cemas ternyata semua baik-baik saja. 

Masa lalu merupakan tumpuan untuk melangkah lebih cermat. Menjalani kehidupan di dunia ini dipenuhi liku. Adakalanya kita harus tersandung dan terjatuh, adakalanya kita dapat berlari dan naik mengejar impian.

We have three days in our life, yesterday, today and tomorrow. We all live for today, hoping for tomorrow that might not be ours, never comes and blaming yesterday for leaving us. Today is just but a present from the creator that must be sent as if it is our last on earth doing the best we can. [IM]

Oleh Yoen Yahya 

Previous articlePengukuhan Pengurus INASCA Periode 2023-2025
Next articlePPLN Sydney Bersama KPU RI Sukses Gelar Simulasi Pemungutan Dan Perhitungan Suara Jelang Pemilu 2024