Didik Trimardjono 

59
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Belajar Berbagai Bahasa Untuk Menjadi Diplomat Andal
Indomedia mendapat kesempatan luar biasa untuk ‘ngobrol’ dengan Consul/Minister Counsellor for Economic Affairs of the Indonesian Consulate di Darwin. Apa saja yang diobrolin? Mari kita simak pembicaraan dengan pria kelahiran Pacitan, 10 Agustus 1963, yang doyan ikan bakar ini, yuk!

Dapatkah Anda menceritakan pengalaman 100 hari pertama menempati pos di Northern Territory? Dan bagaimana setelah melewati 100 hari pertama?
Dalam 100 hari pertama tugas saya di Konsulat RI Darwin saya sangat menikmati, karena saya mendapatkan tugas dari pimpinan yang cocok dengan passion saya. Saya ditugaskan di Fungsi Ekonomi untuk menangani dan memperkuat Kerjasama Ekonomi antara Indonesia-Australia khususnya di wilayah NT.

Kerjasama ekonomi adalah prioritas kebijakan luar negeri kita saat ini dan para diplomat mendapat tugas untuk mensukseskan diplomasi ekonomi kita guna mendorong dan membantu pemulihan dan peningkatan ekonomi dalam negeri yang yang sempat terganggu akibat pandemik Covid-19. Untuk itu, tentunya akan saya tekuni tugas ini sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Kami mengerti betapa kompleks dan mulia tanggung jawab yang Anda emban. Dapatkan Anda menceritakan tanggung jawab apa saja yang Anda emban dalam mewakili Indonesia untuk mempromosikan keunggulan yang dimiliki Indonesia, manfaat serta aspek positifnya?
Salah satu tanggung jawab utama seorang diplomat Indonesia adalah menjaga nama baik negara kita. Hal ini bisa dilakukan dengan mempromosikan berbagai kerjasama yang saling menguntungkan kedua pihak. 

Dalam konteks ekonomi tentunya kita berkewajiban mempromosikan peluang-peluang kerjasama ekonomi yang ada. Dalam pelaksanaannya, tentu saja kita harus mengantongi data-data yang akurat tentang keunggulan-keunggulan dan potensi utama ekonomi yang kita miliki. Sebaliknya, kita juga harus paham keunggulan-keunggulan yang dimiliki negara di mana kita ditugaskan.

Kerjasama bisa dibangun dengan mencocokkan kedua keunggulan dan potensi masing-masing untuk saling mengisi, sehingga ketika kerjasama terjadi akan bersifat saling menguntungkan. Kerjasama ekonomi akan bermanfaat dan memberikan aspek positif bagi pertumbuhan ekonomi kedua pihak, manakala keunggulan yang kita miliki diperlukan oleh partner kita dan sebaliknya keunggulan yang partner miliki kita perlukan. Teknis kerjasamanya bisa kerjasama perdagangan atau disertai transfer teknologi.

Bagaimana Anda menjawab atau meredam isu-isu tidak baik tentang Indonesia yang dipercaya oleh masyarakat Australia, khususnya di Northern Territory?
Isu-isu yang tidak baik itu terjadi pada umumnya karena kekurangpahaman atau ketidaktahuan orang tersebut tentang kondisi riil di lapangan. Ada juga isu yang dibuat-buat oleh segelintir orang yang tidak suka pada Indonesia.

Menurut saya dalam menjawab hal demikian kita harus menjelaskan kondisi riil yang sebenarnya. Kita jelaskan dengan wise yang sebenarnya, tentunya dengan penjelasan yang didasarkan pada rujukan yang benar. Misalnya, dasar hukum, historical background, dll yang bisa meyakinkan mereka bahwa isu tersebut bukanlah seperti yang disangkakan selama ini. 

Apa cita-cita Anda sebelum menjadi diplomat? Dan, persiapan apa sajakah yang Anda lakukan untuk menempa diri Anda menjadi seorang diplomat?
Sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi dokter, tapi Tuhan berkehendak lain.  Untuk menjadi diplomat saya berusaha sebaik mungkin membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang diperlukan oleh seorang diplomat. 

Bahasa adalah salah satu instrumen penting bagi seorang diplomat, dan untuk itu saya belajar selain Bahasa Inggris juga Jepang, Spanyol, dan Prancis. Selain itu saya juga mengikuti berbagai pendidikan berjenjang kediplomatan, teknik-teknik negosiasi, budaya diplomasi, dll.

Negara bagian Northern Territory semakin diminati orang untuk tinggal, bekerja, bahkan mencari PR. Bagaimana Bapak melihat prospek NT sebagai destinasi favorit saat ini bagi orang Indonesia? Dan, apakah ada tantangan-tantangan yang perlu diaspora Indonesia ketahui?
Saya mencermati bahwa dengan berbagai kebijakan Pemerintah NT yang ramah dan terbuka bagi Warga Negara Asing, memberikan peluang dan prospek yang baik bagi WNI yang ingin bekerja dan tinggal di NT. 

Banyak sekali peluang kerja di berbagai bidang yang ditawarkan Pemerintah NT bagi WNA yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Prospek dan peluang ini tentunya harus ditangkap sebaik mungkin sebagai opportunity bagi saudara kita yang berminat untuk bekerja di Australia.

Tantangan utama yang harus kita jawab adalah bahwa kita harus bisa menyiapkan tenaga kerja yang diminta pihak NT tersebut sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan. Oleh karena itu sangat disarankan bisa dilakukan kerjasama pelatihan bagi calon tenaga kerja Indonesia untuk mendapatkan keahlian/skill sesuai yang diharapkan, termasuk pelatihan bahasanya.

Peluang ini tentu saja banyak competitors dari WNA lainnya. Mereka pasti juga menyiapkan diri sebaik mungkin. Satu hal penting yang menurut saya sangat penting dan harus dimiliki setiap manusia Indonesia yang bekerja dan tinggal di Australia yaitu jangan pernah tinggalkan jati diri orang Indonesia yang berkarakter sebagai pekerja yang rajin, tekun, sopan, ramah, menghormati aturan hukum yang berlaku, rukun, kompak yang semuanya itu akan menjadikan nilai lebih orang Indonesia dari WN lain di mata Australia.

Ada berapa orang Indonesia yang bermukim di NT? Dan, terbanyak di mana?
Dari data yang ada terdapat lebih dari 1000 orang, dan mayoritas tinggal di Darwin dan sekitarnya.

Saat ini berita tentang nelayan Indonesia yang “nyasar” ke wilayah Australia sedang heboh.Karena jaraknya yang cukup dekat, bukankah kasus ini kerap terjadi? Bagaimana pendekatan yang Bapak lakukan untuk mengedukasi sekaligus melindungi mereka?
Telah banyak yang dilakukan baik oleh Konsulat Indonesia di Darwin dan institusi terkait di Indonesia. Konsulat RI di Darwin telah melakukan kerjasama yang sangat dekat dengan instansi terkait di Darwin seperti ABF dan lainnya untuk mencari solusi masalah ini.

Rapat koordinasi dengan berbagai pihak di Indonesia rutin dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti kasus belakangan ini. Pendekatan, penyuluhan, pemberian pelatihan juga sudah dilakukan di daerah asal para nelayan tersebut untuk meminimalisir terulangnya kejadian serupa.

Posisi KRI Darwin akan selalu peduli dan berpihak serta melakukan perlindungan maksimal bagi setiap WNI yang mengalami permasalahan di wilayah NT.

Sekarang, mari kita bicara tentang pribadi Bapak. Bisa ceritakan kepada kami, di mana Anda lahir dan dibesarkan, serta bagaimana Anda dibesarkan?
Saya lahir di Pacitan, Jawa Timur, tanggal 10 Agustus 1963. Saya anak ketiga dari 6 bersaudara, dari pasangan R. Ramin Rahmanto (Ayah) dan Sri Lestari (Ibu). Saya dibesarkan oleh kedua orang tua saya.

Bisa jugakah ceritakan tentang keluarga inti Bapak? Bagaimana bertemu dengan Ibu, dan siapa saja nama anak-anak dan usia berapa mereka saat ini?
Istri saya bernama Ilin Mulyati, bertemu saat masih kuliah di Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Anak pertama saya Shintalani Asri Trimardjono (26 Tahun) dan Yudhistira Putramardjono (15 tahun).

Sejak bertugas di NT, kegiatan atau hobi apa saja yang malah berkembang atau mendapatkan hobi baru?
Hobi saya jogging, dan di NT ini ada banyak lokasi yang nyaman untuk jogging.

Bagaimana Anda sekeluarga menyesuaikan diri di NT? Dan, tempat-tempat menakjubkan apa saja di NT yang dapat Anda rekomendasikan kepada kami?
Kondisi alam di NT tidak banyak berbeda dengan Indonesia (panas dan hujan), jadi tidak ada kesulitan bagi kami untuk menyesuaikan diri. Saya belum banyak jalan-jalan di tempat-tempat wisata, tapi kota Darwin tempat yang menarik untuk disinggahi.

Bagaimana persepsi dan penerimaan warga NT sendiri terhadap negara secara umum dan orang Indonesia secara khusus?
Masyarakat NT saya rasakan sangat ramah, dan welcome terhadap orang asing termasuk orang Indonesia. Pejabat pemerintahnya juga sangat ramah dan welcome untuk berkoordinasi dan ini menjadi kunci yang sangat baik untuk kerjasama kedua pihak.

Seberapa sering Anda “mudik”? Dan, biasanya, apa yang Anda lakukan saat mudik?
Sejak tiba di Darwin tanggal 30 Februari 2022, belum pernah mudik.

Adakah tempat makan dan “nongkrong” favorit Anda dan keluarga di NT? Sementara ini secara khusus belum ada.

Tiga kata yang sangat menggambarkan diri Anda
Aktif, Kreatif, Inovatif.

Jika tidak menjadi diplomat, Anda akan menjadi…
Pengusaha yang sukses

Northern Territory dalam tiga kata:
Apik, bersih, menarik.

Terima kasih banyak untuk waktu yang diluangkan dalam menjawab pertanyaan kami. Sukses selalu buat Bapak dan keluarga. [IM]

Previous articleMAAF: ANTARA MEMINTA DAN MEMBERI
Next articleMonash University, Universitas Asing Pertama Hadir di Indonesia