Asam Urat Atau Rematik?

32
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pernah merasa nyeri yang tidak tertahankan
di persendian?
Malah kadang bengkak, merah dan terasa panas?

Nah, bagi yang belum tahu…
itulah yang disebut penyakit asam urat!

Bayangkan kalau semua sendi di tubuh terkena asam urat… so pasti sudah tidak bisa bergerak secara leluasa! Memang yang paling sering terserang ialah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki dan jari kaki. Yang jelas, jika penyakit ini sedang menyerang pasti si penderita sulit untuk berjalan. Rasa sakit biasanya bisa berlangsung selama 3 sampai 10 hari.

Menurut sejarah, ternyata di zaman dahulu penyakit ini banyak menyerang raja-raja, sebab mereka pada umumnya mengkonsumsi makanan yang berlemak tinggi dan
juga mengandung banyak protein.

Laki-laki memang lebih rawan terkena penyakit asam urat, terutama bagi mereka
yang berusia 30 tahun ke atas, sedangkan wanita akan lebih rawan terkena penyakit
asam urat ketika memasuki masa menopause dimana mereka akan mengalami
penurunan kadar hormon esterogen. Ini dikarenakan hormon esterogen berfungsi
sebagai salah satu hormon yang membantu pembuangan kadar asam urat melalui
air seni, sehingga menurunnya kadar hormon tersebut tidak menutup kemungkinan
bagi wanita untuk terkena penyakit asam urat.

Banyak dari penderita asam urat berpikir bahwa mereka sedang terkena rematik
dan bukan penyakit asam urat. Walau dua penyakit ini sama-sama menyerang
persendian, tapi penyebabnya berbeda.

Rematik disebabkan oleh gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh
yang berfungsi sebagai pertahanan keliru menyerang jaringan tubuh sendiri dan
biasanya penderita rematik adalah orang yang berusia di atas 60 tahun ke atas.

Sedangkan penyakit asam urat disebabkan kristal asam urat yang terbentuk disekitar persendian akibat seringnya mengkonsumsi makanan berkolesterol, berprotein tinggi
dan berminyak. Ingatlah, makanan yang berlemak dapat menghambat pembuangan
asam urat melalui air seni!

Makanan dan minuman yang harus dipantang
Penderita asam urat harus mengurangi makanan jeroan (daleman hewan seperti hati, usus, ampela dan tetelan dari hewan apa saja termasuk ayam, sapi dan bebek), daging merah (babi, bebek, kalkun dan sapi), seafood (udang, cumi-cumi, kepiting, lobster), makanan kaleng (kornet atau sarden), makanan gorengan, makanan yang mengandung santan dan makanan lainnya yang memiliki rasa manis seperti kue-kue bergula.

Ada juga jenis minuman yang harus dihindari penderita asam urat misalnya alkohol dan minuman softdrink dan perasa lainnya. Penderita dianjurkan untuk mengganti makanan-makanan di atas dengan pisang (membantu dalam mengatasi pembengkakan), sayuran hijau (membantu mengeluarkan asam urat di dalam tubuh) dan juga tomat (menjaga agar kadar asam urat tetap stabil). Jangan lupa untuk memperbanyak minum air putih karena dengan banyak minum air putih akan membantu pembuangan asam urat lewat air seni.

Satu hal lagi yang paling penting yaitu hindarilah stress! Sebab, pada orang-orang tertentu – kelelahan dan stress dapat membuat metabolisme tubuh terganggu sehingga kadar asam urat darah dapat meningkat!

Mengapa sangat nyeri?
Mengapa persendian kita menjadi bengkak dan nyeri? Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya, akibat penumpukan zat asam urat yang tinggi di dalam tubuh maka kristal-kristal natrium urat dapat terbentuk di sekitar persendian.

Tentunya, akan ada bagian-bagian kristal yang berbentuk tajam dan dapat menusuk
pada persendian dan pembuluh darah sehingga timbul rasa nyeri dan ngilu yang tiada
tara. Maka dari itu, kita harus menjaga pola makan kita dan jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat asam urat yang tinggi untuk
menghindari terbentuknya kristal disekitar persendian.

Menurut penelitian, ternyata penyakit ini juga bersifat genetika atau keturunan.

Apa saja sih fase dalam penyakit asam urat?
Ada tiga fase yang perlu diketahui dalam penyakit asam urat
yaitu fase asimtomatik, fase akut dan fase interkritikal.

Fase Asimtomatik:
Fase ini adalah fase awal yang tidak menimbulkan banyak gejala. Biasanya penderita hanya merasa pegal-pegal, sakit encok pada pinggang atau sakit pada punggung.

Fase Akut:
Dalam fase ini asam urat dapat
naik secara tiba-tiba (biasanya pada malam hari atau menjelang pagi) dan dapat menimbulkan rasa nyeri dan ngilu pada bagian ibu jari kaki. Rasa sakit dapat
berlangsung selama 2 minggu dan akan hilang sendirinya. Serangan dapat terjadi
secara berulang dan sendi yang sering mengalami serangan ini dapat menjadi bengkok.

Fase Interkritikal:
Dalam fase ini penderita dapat mengalami penyakit komplikasi lainnya yang cukup beresiko misalnya batu ginjal akibat pengendapan asam urat yang bercampur
dengan kalsium di dalam ginjal, diabetes, darah tinggi dan juga gangguan prostat.

Gejalanya?
• Sulit untuk bergerak; penderita akan mengalami sulit untuk bergerak dan
rasa sakit – biasanya kita selalu mengabaikan gejala awal ini.
• Pembengkakkan sendi; rasa bengkak akan disertai rasa nyeri dan ngilu.
• Kesemutan; penderita akan mengalami kesemutan misalnya di tangan atau kaki.

Bagaimana untuk meringankan rasa nyeri…
Biasanya dengan menempelkan kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit maka dapat meringankan rasa nyeri atau bisa juga mengkonsumsi obat pereda rasa sakit atau obat anti-inflamasi (tanyakan pada pharmacist atau dokter yah). Tentunya obat yang paling manjur yaitu agar kita merubah pola makan kita dalam menurunkan kadar asam urat dalam tubuh dan melarutkan kristal-kristal tajam yang terbentuk disekitar persendian. Selamat hidup sehat! [IM]

—————————————————————————————————-

Disclaimer: penulis bukan dokter – informasi di atas tidak seharusnya dijadikan pedoman perawatan kesehatan. Silahkan konsultasi dengan spesialis atau dokter masing-masing untuk informasi lebih lanjut dan akurat.

Please follow and like us:
error