Andy S – There’s No Taste Like Home

414
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Mahasiswa yang satu ini memilih masak saat homesick mendera.
Lho, apa hubungannya? Kenalan yuk, dengan Andy.

Halo Andy, boleh perkenalkan dirimu dan bisa cerita sedikit sudah berapa lama
tinggal di Sydney?
Nama saya Andy dan saya adalah mahasiswa Food Science di University of Sydney.
Saya sudah tinggal di Sydney selama satu tahun.

Apa yang kamu rasakan ketika baru pindah ke Sydney?
Karena pandemi, saya harus menjalankan tahun pertama kuliah saya secara online. Ketika Australia akhirnya membuka perbatasan, saya sangat senang. Akhirnya, saya bisa merasakan hidup di luar negeri! Tentu, saya juga merasa takut karena saya tidak pernah tinggal tanpa orang tua.

Untuk bulan-bulan pertama, saya masih merasa sangat bersemangat. Ada banyak tempat di Sydney yang saya belum kunjungi. Saya sangat senang bisa pergi ke tempat-tempat baru, seperti The Rocks, State Library of New South Wales, dan Barangaroo. Saya menyadari bahwa Sydney adalah kota yang sangat indah!

Wah, that’s nice bisa banyak exploring Sydney! Ngomong-ngomong, apa pengalaman yang paling sulit ketika baru pindah?
Mungkin bukan yang paling sulit, tetapi yang paling mengesankan, pada minggu pertama, saya coba naik bis ke kampus. Saya sangat ingat hari itu. Ibu saya sudah memberi tahu rute ke kampus. Selama perjalanan, saya ingat kata-katanya, serta menggenggam keras HP saya yang sudah dibuka ke aplikasi Google Maps. Saya berhasil sampai kampus dengan aman. 

Ketika saya mau pulang, mulai hujan deras, dengan angin yang sangat kencang. Saya dengan kedinginan coba mencari jalan pulang. Maklum, sebagai anak muda yang tidak biasa naik bis, saya naik bis yang salah. Saya ingat, saat saya melihat lokasi saya di Google Maps, bukannya tambah dekat rumah tapi malah tambah jauh! Saya dengan bingung duduk di bus itu sampai tiba di halte terakhir. Supirnya suruh saya turun dari bus. Ketika saya turun, saya melihat sekeliling saya, ada kapal, pelabuhan… tidak tahu saya ada di mana.

Dengan rasa penuh takut, saya langsung telepon Ibu saya. Itu saya sudah hampir nangis. Akhirnya, saya bisa pulang juga dengan pertolongan Ibu dan Google Maps. Begitulah proses pindah ke tempat baru. Memang ada rasa takut dan cemas. Tetapi ketika kita berkilas balik, pengalaman sulit itu akan menjadi cerita yang lucu.

Hahaha bener-bener berkesan banget, ya! Pernah merasa homesick, gak?
Apa yang kamu lakukan ketika merasa homesick?
Yes of course! Untuk saya, rasa itu adalah hal yang paling sulit untuk diatasi. Saya bisa belajar bagaimana naik bis yang benar, saya bisa belajar mengurus pekerjaan rumah tangga, saya bisa belajar masak. Tetapi, sampai sekarang, saya masih tidak terbiasa dengan rasa homesick itu.

Saya sendiri menerima bahwa perasaan itu adalah perasaan yang sangat normal. Saya tidak mencoba untuk menghilangkannya. Ketika saya merasa homesick, saya terima aja. Setelah itu, saya mencoba untuk melakukan hal yang bisa mengangkat mood saya. Kadang, saya menelpon orang tua. Saya juga senang mencari aktivitas baru yang bisa membuat saya bersemangat lagi. Tetapi, hal yang paling sering saya lakukan ketika merasa homesick adalah masak.

Kok, malah masak?
Well, memasak memang hobi saya. Tetapi, yang saya senangi dari memasak adalah waktu yang dibutuhkan cukup lama. Dari membeli bahan mentah, mempersiapkan bahan-bahannya, proses memasak itu sendiri, dan bersih-bersih. Jadi, bisa makan waktu seharian! Makanya, kalau sedang homesick atau bosan, saya memilih untuk memasak. Yang paling terbaik dari memasak adalah kamu bisa mendapat makanan yang sedap! And nothing makes you feel better like a warm, homecooked meal.

Betul sekali! Apakah Andy juga masak kuliner Indonesia?
Yes! Awalnya, saya sangat terintimidasi dengan kuliner Indonesia. Saya merasa bahwa masakan Indonesia sangat rumit. Tetapi, karena suka kangen makanan Indonesia, saya akhirnya coba masak. Dan, ternyata tidak sesusah yang saya pikirkan! Sekarang, saya bisa menikmati kangkung terasi, telur balado, dan makanan khas Indonesia lainnya. Ketika masak makanan Indonesia, saya merasa lebih dekat rumah. Semakin saya bisa menikmati rasa-rasa khas Indonesia, semakin ringan rasa homesick itu.

Apa pelajaran yang paling besar yang kamu dapatkan setelah pindah ke Sydney?
Pindah tempat tinggal adalah hal yang sangat sulit. Tetapi setelah satu tahun, saya menyadari bahwa ini adalah pengalaman yang sangat berguna. Saya memelajari sangat banyak hal. Mungkin pelajaran yang paling besar adalah how to be alone.

Setelah pindah ke Sydney, saya sering makan sendiri, jalan-sendiri, berbelanja sendiri. Saat pertama kali melakukannya, I felt so awkward! Saya merasa sangat canggung dan gugup. Tapi, lama kelamaan, saya mulai belajar untuk lebih pede. Sekarang, jalan-jalan sendiri tidak masalah!

Lebih dari itu, setelah pindah ke Sydney, saya juga menghabiskan banyak waktu sendirian di rumah. Dengan waktu itu, saya terpaksa introspeksi diri sendiri. Dan wow, itu membuat saya sangat bertumbuh dalam aspek emosional dan mental. Saya mengevaluasi prioritas saya, belajar untuk memiliki mental kuat, dan juga tambah mandiri.

Bentar lagi sudah mau Imlek nih. Apakah Andy akan pulang kampung?
Saya sebenarnya sangat ingin berpesta Imlek dengan keluarga. Sayangnya, saya tidak bisa pulang tahun ini untuk Imlek. Tetapi, saya akan belajar cara membuat mi teochew khas nenek saya. Makanan itu merupakan tradisi Imlek keluarga saya. Setiap tahun, hanya pada liburan Imlek, nenek saya akan membuat sajian mi itu. Karena tidak bisa makan masakan nenek, saya akan belajar untuk membuatnya sendiri. Saya dan nenek akan video call, dan dia akan membimbing saya. Semoga berhasil!

Bagaimana cara tetap berhubungan dekat dengan keluarga selama di Sydney?
Cara paling mudah adalah tetap chatting dengan keluarga. Jika bisa video call, itu lebih membantu hubungan yang akrab. Saling update tentang hal-hal yang menarik di hidup masing-masing. Tidak harus yang besar, hal-hal kecil, seperti makan apa, hari ini ketemu siapa, besok mau pergi ke mana, itu saja bisa menolong kalian untuk tetap stay in touch.

Untuk mengakhiri wawancara hari ini, bolehkah berbagi beberapa tip untuk mahasiswa lain yang baru pindah ke Sydney?
Jika kalian merasa homesick, ingat, itu sangat normal. Ketika merasa seperti itu, jangan khawatir. Sebaliknya, coba melakukan hal-hal yang bisa mengangkat mood. Mungkin kalian bisa menemui hobi baru, jalan-jalan ke tempat baru, ataupun menghubungi keluargamu.

Dan, jangan lupa, ini adalah kesempatan untuk belajar tentang diri kamu sendiri. Dengan tinggal sendiri di tempat baru, kalian bisa mengetahui lebih dalam apa yang membuat kamu senang dan sedih. Take this opportunity to learn something new about yourself (and maybe learn how to cook an Indonesian dish while you’re at it!). [IM]

Previous articleIvan Paulus Melihat Terang di Tahun Baru
Next articleMengapa Resolusi Tahun Baru Selalu Gagal?