12 Manfaat Kesehatan Berpuasa

134
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Saat ini, puasa nggak hanya merupakan kewajiban beragama, tapi telah diadopsi menjadi salah satu tren gaya hidup sehat. Apa saja manfaatnya?

1. Memperbaiki Komposisi dan Kebugaran Tubuh
Orang berpuasa karena banyak alasan. Secara khusus, orang berpuasa karena berdampak langsung pada jaringan lemak tubuh, dan dalam jangka panjang pada penurunan berat badan yang stabil. Alasan lainnya adalah memperbaiki komposisi (kimia) tubuh, khususnya pada keseimbangan hormon dan metabolisme lemak.

2. Memertahankan Rasa Kenyang Lebih Lama
Jaringan lemak bertindak sebagai sejenis organ endokrin yang menghasilkan berbagai hormon yang berbeda. Salah satu hormon tersebut, leptin, memengaruhi rasa kenyang. Leptin membuat berpuasa memangkas berat badan secara signifikan. Hal itu berdampak pada tingkat rasa lapar dan rasa puas setelah makan. Dengan berpuasa, tingkat leptin langsung turun. Namun, saat kehilangan berat badan, resistansi leptin menurun. Dengan demikian, tubuh jadi lebih responsf terhadap sinyal saat leptin akan meningkat, yang membuat kita jadi merasa kenyang lebih cepat.

3. Mempercepat Metabolisme
Leptin, walau dikenal sebagai hormon “kenyang”, juga dapat meningkatkan produksi hormon tiroid. Sensitivitas leptin yang baik meningkatkan laju metabolisme jika tiroid lama bekerja.

4. Mendukung Hilangnya Lemak dan Ketosis
Ketosis, atau kondisi pembakaran lemak, didapat entah dengan berpuasa atau melakukan diet yang terfokus pada lemak sehat. Ketosis membantu kita membakar lemak lewat cadangan lemak. Kelebihan lemak disimpan di sekitar organ-organ, seperti hati dan ginjal, yang menganggu fungsi organ tersebut. Berpuasa, khususnya puasa berselang, membantu kita mencapai kondisi ketosis lebih cepat daripada diet pembatasan kalori yang tradisional. Sebuah studi menemukan bahwa berpuasa secara jelas mempercepat metabolisme lemak pada manusia.

5. Mendorong Sensititivitas Insulin yang Lebih Baik
Berpuasa menyebabkan tubuh melepaskan lebih sedikit insulin karena kita tidak sedang memberikan tubuh dosis gula yang sama. Pada kadar yang lebih rendah, hormon ini memicu peningkatan sensitivitas pada mereka yang memiliki resistansi insulin. Penyimpanan-penyimpanan lemak berlebih kelihatannya berkontribusi pada resistensi ini. Beberapa penelitian menunjukkan kelebihan lemak dalam tubuh, darah, dan diet sebagai kontributor resistensi insulin dengan cara mencegahnya berfungsi, yaitu membuka pori-pori pada membran sel yang mengijinkan gula masuk.

6. Memperbaiki Kesehatan Kardiovaskular
Salah satu manfaat utama berpuasa, khususnya bagi mereka yang memiliki isu-isu kesehatan yang berhubungan dengan gejala metabolik, adalah banyaknya manfaat kardiovaskular secara langsung. Berpuasa meningkatkan fungsi kardiovaskular, komposisi darah, dan tekanan darah. Mereka yang memiliki diabetes tipe 2 atau kolesterol tinggi mendapat manfaat berpuasa karena berdampak langsung pada pencegahan timbulnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kesehatan mereka.

7. Menurunkan Tekanan Darah
Selagi berpuasa, banyak orang mendapati tekanan darahnya yang menurun, khususnya di minggu pertama berpuasa. Mungkin bukan puasanya yang langsung menurunkan tekanan darah, tapi karena dampak turunnya konsumsi garam dan hilangnya banyaknya garam lewat urin.

8. Menurunkan Gula Darah
Hanya dalam beberapa hari berpuasa, kadar gula darah turun lebih dari 30%–sebuah manfaat yang nyata bagi penderita hyperglikemia. Penurunan ini biasanya membuat orang merasa lemas karena rendahnya energi. Tapi, jangan kuatir, kadar gula darah akan lebih stabil jika berpuasa diteruskan.

9. Meningkatkan Trigliserida (Lemak) Darah
Trigliserida darah menurun saat tubuh berpuasa. Memiliki lemak darah sama artinya dengan berisiko terjadinya penyempitan pembuluh darah.

10. Promotes Heart Health
Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukan bahwa berpuasa dapat meningkatan kesehatan jantung. Para peneliti menemukan hewan-hewan yang berpuasa secara berselang memiliki kondisi otot jantung yang berfungsi lebih baik, berkurangnya kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, dan bertambahnya asupan darah di dalam jantung.

11. Memperlambat Penuaan dan Meningkatkan Usia Panjang
Penelitian tentang berpuasa untuk panjang umur dan penuaan yang lebih sehat sudah terbukti pada hewan percobaan, tapi pada manusia masih perlu penelitian lanjutan. Komposisi darah yang lebih baik saja meningkatkan penuaan yang lebih sehat. Dampak berpuasa tampaknya memicu lebih panjangya usia karena kesehatan yang lebih baik.

12. Mengurangi Peradangan
Peradangan diakibatkan oleh banyak hal. Diet yang tak sehat adalah sumber utama terjadinya radikal bebas dan makanan yang menyebabkan peradangan. Gula putih, tepung putih, alkohol, daging, produk olahan susu, dan makanan yang digoreng/dibakar memicu peradangan. Tapi, makanan bukanlah satu-satunya sumber. Reaksi metabolik juga menghasilkan radikal bebas. [IM]

Previous articleGarmin Lily
Next articleYang Harus Dilakukan Kalo Terjebak Bushfire!