Wamendag Jerry: Gandeng Universitas di Australia, Terobosan Brilian Promosikan Produk Indonesia

30
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

 

Penandatanganan MoU Kementerian Perdagangan RI – University of Technology Sydney dan disaksikan oleh Wakil Menteri Perdagangan RI

Terobosan baru kembali dilakukan Kementerian Perdagangan RI bersama dengan KBRI Canberra dan KJRI Sydney, untuk mempromosikan produk Indonesia melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney. Pada Selasa (15/6), Kemendag RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan University of Technology Sydney (UTS) Australia tentang “Teaching, Learning, and Research in Marketing Indonesian Products”.

Dalam kerja sama ini, mahasiswa Fakultas Desain dan Fakultas Global Studies UTS wajib mengambil 6 satuan kredit semester (SKS) mata kuliah tentang “Indonesian Design Studio.” Selanjutnya, mahasiswa dari kedua fakultas tersebut akan terlibat dalam
praktik kerja di kantor baru ITPC Sydney.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyaksikan secara virtual penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dengan Wakil Rektor dan Wakil Presiden (Internasional) UTS Iain Watt.

Indonesia Design Studio merupakan program kolaborasi Kemendag RI dengan UTS
untuk membuat sketsa “windows display” pada ruang pameran ITPC Sydney dan kampanye produk-produk Indonesia. Program ini akan melibatkan mahasiswa program Global Studies dan Design yang meliputi desain produk, fesyen, tekstil, dan komunikasi visual.

Langkah Visioner
Menurut Wamendag Jerry, penandatanganan MoU ini adalah respons yang tepat menghadapi tantangan pandemi Covid-19. “Ini adalah langkah strategis yang dilakukan Kementerian Perdagangan dalam memperkuat citra produk Indonesia di mata masyarakat Australia. Kerja sama yang kreatif antara kedua negara ini juga merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA). IA-CEPA membuka peluang bisnis dan meningkatkan ekspor ke Australia,” kata Wamendag Jerry.

Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo mengatakan kerja sama ini adalah inovasi dan langkah visioner yang dihasilkan dari perjanjian IA-CEPA.

Kristiarto menerangkan, “IA-CEPA yang merupakan kesepakatan dagang yang tidak hanya terbatas pada upaya pembukaan akses pasar atau penghapusan tarif. IA-CEPA adalah kemitraan jangka panjang saling menguntungkan, tidak hanya di bidang perdagangan
dan investasi, namun juga mencakup pengembangan kapasitas kedua negara di berbagai sektor prioritas melalui pendidikan, pelatihan dan upaya untuk memperkuat “people to people connection
”.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, kerja sama
ini dilakukan agar produk Indonesia dapat dikenal luas di kalangan mahasiswa dan staf pengajar universitas. Sebab, kalangan tersebut memiliki kekuatan “word of mouth
dalam menyebarkan informasi ke berbagai kalangan di Australia.

Kerja sama yang diinisiasi ITPC Sydney ini merupakan salah satu strategi meningkatkan kesadaran (awareness) produk Indonesia di berbagai kalangan di Australia. Ke depan, Kementerian Perdagangan akan terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi untuk mendorong ekspor produk Indonesia ke pasar global,” imbuh Didi.

Wakil Rektor dan Wakil Presiden (Internasional) UTS Iain Watt mengungkapkan,
UTS tanggap dalam menjalin kemitraan dengan industri. Sebab, pembelajaran di UTS memprioritaskan penawaran kesempatan pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia kerja.

Penting bagi UTS mengembangkan peluang kolaborasi internasional untuk kesejahteraan UTS, mahasiswa, para alumni, dan mitra industri kami. Penandatanganan MoU ini sekaligus memperkuat hubungan antara dua negara,” terang Watt.

Watt menambahkan, mahasiswa desain UTS akan berkolaborasi dengan desainer dan usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia sehingga dapat menumbuhkan ide produk yang cocok untuk Australia. Selain itu, UTS akan mendukung kolaborasi virtual dengan para desainer Indonesia bersama New Colombo Plan dari Pemerintah Australia.

Profesor dan Kepala Fakultas Seni dan Ilmu Sosial (Faculty of Arts and Social Sciences/FASS School of International Studies and Education) Lesley Harbon
mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Indonesia dan Australia. Menurutnya,
kerja sama ini akan melibatkan kembali FASS UTS dengan Indonesia.

Lesley menyebutkan, kelompok mahasiswa pertama Fakultas Global Studies akan melakukan praktik kerja di ITPC Sydney pada Agustus mendatang. Mahasiswa nantinya dapat membantu ITPC untuk memilih produk Indonesia yang paling menarik dan potensial di Australia.

Australia dan Indonesia harus bermitra dalam memecahkan berbagai tantangan bersama. Hal ini adalah titik awal ide-ide yang lebih besar dan lebih baik di masa yang akan datang. Sekaligus, mewujudkan niat kami untuk memprioritaskan pemahaman antarbudaya,” tandas Lesley.

Koordinator Akademik Utama Program Global Studio, School of Design UTS Profesor Alexandra Crosby menuturkan, program praktik kerja mahasiswa Fakultas Desain
akan dimulai pada Desember 2021. Mahasiswa jurusan desain, arsitektur, dan
bangunan UTS akan membantu mendesain ulang bagian depan galeri ITPC Sydney.

Kolaborasi dengan ITPC Sydney memberikan kesempatan belajar yang unik berdasarkan tantangan dan peluang dunia nyata. Selain itu, juga dapat menjalin pertemanan baru di Indonesia. Mahasiswa di Australia perlu belajar kolaborasi dengan pemangku kepentingan global, meskipun saat ini tidak dapat bepergian ke luar negeri karena pandemi Covid-19,” tutur Alexandra.

Dosen program International Studies dan Global Studies Kristine Aquino mengatakan, kesempatan belajar dalam konteks internasional ini sangat penting bagi mahasiswa
karena mahasiswa dapat terlibat dengan produsen di Indonesia. Hal ini merupakan kesempatan yang sangat langka, sehingga kolaborasi ini dapat memberikan pengalaman bekerja dalam konteks global bagi mahasiswa.

Kepala ITPC Sydney Ayu Siti Maryam menambahkan, kolaborasi dengan institusi pendidikan di Australia adalah salah satu strategi yang dilakukan untuk memperluas hubungan di luar dunia bisnis. “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan UTS.
UTS adalah salah satu universitas terkemuka di Australia dan kami tidak sabar
menyambut mahasiswa Global Studies and Desain di ITPC Sydney,
” kata Ayu.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai total perdagangan Indonesia-Australia pada Januari-April 2021 tercatat sebesar USD 3,89 miliar. Ekspor Indonesia ke Australia tercatat sebesar USD 693,83 juta. Sedangkan, impor Indonesia dari Australia tercatat sebesar USD 1,80 miliar. Sementara itu, pada 2020, nilai total perdagangan Indonesia-Australia tercatat sebesar USD 7,15 miliar. Ekspor Indonesia ke Australia tercatat sebesar USD 2,50 miliar dan impor Indonesia dari Australia sebesar USD 4,64 miliar. [IM]

Acara berlangsung secara hybrid antara Sydney dan Jakarta:
Pidato kunci oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Jerry Sambuaga
(kiri atas), Sambutan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi (kiri bawah), Sambutan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu, Kristiarto S. Legowo (tengah), Sambutan oleh Deputy Vice-Chancellor and Vice-President (International) University of Technology Sydney, Iain Watt (kanan)

Previous articleRANG, THE BODY BUILDER
Next articlePAKET DUKUNGAN COVID-19 DARI PEMERINTAH NSW