Sains, Metode, Dan Manfaat Puasa

31
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Memasuki bulan Ramadhan yang identik dengan ibadah puasa bagi umat Muslim, kita diingatkan lagi bahwa berpuasa itu baik. Ya, bukan saja dilihat dari segi spiritualnya, juga dari sisi kesehatannya. Tak mengherankan jika berpuasa kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat. Yuk, kita lihat mengapanya…

Berpuasa adalah kemauan diri sendiri untuk tidak mengonsumsi atau mengurangi sebagian atau semua makanan, minuman, atau keduanya dalam jangka waktu tertentu. Meskipun masih ada pandangan sebagai alasan agamawi yang tidak sehat, puasa dalam jangka waktu pendek dapat memberikan manfaat kesehatan yang hebat. Seiring makin berkembangnya penelitian puasa di bidang kesehatan, berpuasa lebih luas diterima sebagai metode menurunkan dan mengontrol berat badan serta mencegah penyakit. Di saat yang sama, penting diingat bahwa berpuasa dilakukan secara tepat dan dengan cara yang sehat.

Sains Berpuasa
Banyak bukti kini mendukung manfaat berpuasa, walaupun data yang pasti umumnya banyak dari penelitian dengan objek binatang. Meskipun demikian, penemuan-penemuan ini menjanjikan bagi umat manusia. Pada dasarnya, berpuasa membersihkan tubuh dari racun dan memaksa sel-sel tubuh ke dalam sebuah proses yang biasanya tidak terstimulasi saat aliran makanan selalu ada.

Saat kita berpuasa, tubuh tidak memiliki akses seperti biasanya ke glukosa. Hal itu memaksa sel-sel tubuh untuk mencari asupan dari sumber lain agar tetap menghasilkan energi. Hasilnya, tubuh mulai ber-gluconeogenesis, yaitu proses alami untuk memproduksi gulanya sendiri. Hati membantu dengan cara mengubah materi non-karbohidrat, seperti laktat, asam asmino, dan lemak ke dalam energi glukosa. Karena tubuh kita menyimpan energi selama berpuasa, tingkat metabolisme basal kita (jumlah energi yang dibakar tubuh saat kita beristirahat) menjadi lebih efisien. Hal itu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah.

Ketosis, proses lainnya yang muncul kemudian menjadi siklus cepat, terjadi saat tubuh membakar lemak yang tersimpan sebagai sumber daya utama. Hal ini adalah moda yang ideal untuk menurunkan berat badan dan menyeimbangkan tingkat gula darah.

Berpuasa membuat tubuh berada dalam kondisi mild stress, yang membuat sel-sel tubuh beradaptasi dengan meningkatkan kemampuannya untuk menahannya, dengan kata lain, sel menjadi kuat. Proses ini sama seperti yang terjadi saat kita memberikan tekanan pada otot dan sistem kardiovaskular saat latihan. Sama seperti latihan, tubuh kita hanya dapat menjadi lebih kuat selama prosesnya ada waktu yang cukup untuk istirahat dan memulihkan diri. Itu sebabnya, berpuasa dalam jangka waktu singkat dianjurkan.

Jenis-Jenis Puasa

Dalam penelitian laboratorium, ketiga jenis larangan kalori atau berpuasa, menunjukkan efek positif pada panjang usia:

1. Tidak makan dalam jangka waktu tertentu
Inilah proses membatasi masuknya kalori ke dalam waktu tertentu yang sejalan dengan ritme sirkadian tubuh kita. Ritme sirkadian sering dianggap sebagai “body clock”, siklus alami yang berbicara pada tubuh kita kapan untuk tidur, bangun, makan, dan lainnya. Makan pada periode jam 8 sampai 12 setiap hari dan berpuasa antara jam 10 pagi – 6 sore, misalnya, adalah sebuah contoh penyerasian dengan ritme sirkadian. Kerja sistem tubuh lebih baik saat tersinkron satu sama lain; nyemil tengah malam saat tubuh biasanya tidur mengganggu sistem perbaikan alami. Sebagai tambahan, memberikan tubuh lebih banyak waktu untuk memperbaiki diri sangat berguna untuk kesehatan kita.

2. Pembatasan Kalori Berselang
Adalah praktik mengurangi sejumlah kalori yang dikonsumi dalam sehari. Riset memfokuskan pada pola makan puasa berselang sehari di mana kalori dikurangi setengahnya dan karbohidrat dibatasi selama dua hari berturut dalam seminggu. Pendekatan ini menaruh tubuh pada terapi singkat dan intensif. Pendekatan pembatasan kalori berselang juga mengingatkan kita bahwa kita tidak harus makan terus menerus. Saat tiba waktunya makan, kita dapat memilih dengan bijaksana dan tetap melanjutkan kegiatan seperti biasa dan berolahraga dengan bakan bakar yang berkurang.

3. Puasa periodik yang meniru diet
Artinya adalah membatasi asupan kalori selama tiga sampai lima hari, yang membuat sel-sel tubuh mengurangi jumlah glikogen dan memulai ketosis. Meskipun proses ini dapat dilakukan tanpa makan, yang jelas ini bukan pilihan yang paling aman. Diet membatasi kalori lima hari (sekitar 1000 kalori per hari) sudah cukup untuk meniru puasa tanpa mengurangi zat gizi. Menurut spekulasi, metode ini akan lebih bermanfaat daripada dua hari puasa, yang membuat tubuh memasuki fase ketosis dan mulai pembersihan.

Manfaat Berpuasa
Meskipun berpuasa menantang dan kadang tidak nyaman, manfaat mental dan fisiknya memberikan:

1. Meningkatkan performa kognitif
2. Melindungi dari obesitas yang berhubungan dengan penyakit kronis
3. Mengurangi peradangan
4. Meningkatkan kebugaran tubuh
5. Membantu turunnya berat badan
6. Mengurangi risiko penyakit metabolisme
7. Manfaat bagi pasien kanker: Sebuah studi baru dengan tikus dan kanker menunjukkan bahwa berpuasa selama terapi kemo memicu sistem imun dan membuka sel-sel kanker. Membuang sel-sel tubuh yang tua dan toksik dan menggantinya dengan yang baru dan sehat. [IM]

Previous articleDJI Matrice M30 Series
Next articleMaroubra