Perjalanan Josep Rustam Dari Pekerja Jadi Pengusaha

346
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Berwarna. Itulah kata yang sekiranya cocok menggambarkan perjalanan karier Presiden Indonesia Business Council (IBC) Australia Josep Rustam.

Tidak terlahir dari keluarga yang berlatar belakang pengusaha, namun, siapa sangka, ia akhirnya berkarier sebagai pengusaha sekaligus pemimpin sebuah organisasi pebisnis di Australia.

Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga. Josep tumbuh dari keluarga pekerja dan bercita-cita menjadi eksekutif.

Sebelum menginjakkan kaki di negeri kanguru, Josep menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) dalam angkatan 1989, dan kemudian memulai perjalanan kariernya di Astra, persisnya Auto2000. Di sana, Josep memulainya dari posisi management trainee di Accounting Department.

Namun, dia diberi banyak kesempatan untuk belajar berbagai ketrampilan di luar departemennya, seperti membantu HRD dalam menginterview calon pegawai administrasi/Accounting, membantu cabang mengelola keuangan dan administrasi, membantu Divisi Finance dalam mereview kontrak jual-beli, stock opname spare parts di cabang, merekayasa ulang proses bisnis sampai melayout ulang ruang Accounting dan desain ulang meja kerja karyawan Accounting.

Di Sydney, kesempatan luas untuk mengekspresikan bakat dan ketrampilan tersebut tidak diberi, terlebih ketika bekerja di Commonwealth Bank sebagai Finance Analyst. Sangat tidak dianjurkan untuk melakukan sesuatu di luar job description, sehingga kepuasan dalam bekerja sangat kurang. Akhirnya dengan dorongan istri yang memang dari keluarga pengusaha, Josep memutuskan banting setir untuk menjadi pengusaha.

Keluar dari Zona Nyaman
Bisnis pertamanya, United petrol station di ParkRidge, Brisbane. Pada tahun 2006, daerah tersebut masih sepi dan seperti hutan. Dengan bantuan adik ipar dan keluarga yang telah lebih dulu ada di industri ini, Josep mampu melewati tantangan dalam mengelola bisnis yang buka 24/7 ini. Setelah berjalan stabil, Josep melakukan diversifikasi usaha ke News Agency, Supermarket dan Convenience Store.

“Dunia retail mengajarkan saya untuk mengubah mindset. Harus bisa keluar dari zona nyaman dan harus bisa mengambil keputusan dan bertanggung-jawab atas keputusan yang diambil tersebut. Ketika menjadi karyawan dulu, mindset saya adalah bekerja 9 to 5 (jam kantor), lalu malam dan weekend diisi dengan acara entertaining. Hal ini berubah ketika menjadi pengusaha dimana jam kerja menjadi flexible,” ujarnya.

Pulang ke Indonesia
Kejenuhan atas rutinitas dalam menjalani bisnis retail yang dilakoni dari 2006 hingga 2013 pun mulai datang. Pada saat yang sama, ada alasan keluarga yang menambah motivasi Josep untuk menjual bisnis dan kembali ke Jakarta.

Selama tiga tahun di Jakarta, Josep menjadi local partner sebuah perusahaan dari Kanada dan membuka firma konsultan yang bergerak di bidang corporate social responsibility untuk perusahaan ekstraktif (tambang dan migas). Ketika anak-anak mulai tumbuh dan memerlukan lingkungan pendidikan yang nyaman, maka Josep memutuskan untuk kembali dan memulai usaha di Sydney.

Gabung ke IBC
“Saya sadari memulai lagi di Sydney dengan menjadi pekerja bukanlah hal yang mudah karena faktor usia dan ada gap years yang besar di mana saya menjadi pengusaha, bukan pekerja. 

Oleh karena itu, saya lebih banyak fokus untuk membuka bisnis dan merasakan perlu bergabung dengan masyarakat Indonesia guna mendapatkan bimbingan dan idea.”

Tahun 2016, Josep kemudian bergabung di Indonesia Diaspora Network (IDN) dan menjabat sebagai Sekretaris. Seiring berjalannya waktu, Josep akhirnya mengenal Indonesia Business Council (IBC) Australia yang saat itu dipimpin oleh temannya di FEUI, yaitu DK. Dewanata. Kebetulan Dewa waktu itu juga memerlukan bantuan di bidang sekretariat, sehingga Josep mulai turut aktif di IBC.

Pada 2018, Dewa memutuskan mundur sebagai pemimpin IBC Australia yang telah dia jalani selama satu dekade, ia kemudian mengadakan annual general meeting (AGM) diujung masa kepemimpinannya dan akhirnya tongkat komando IBC diberikan kepada Josep. Hingga saat ini, tidak terasa masa kepemimpinan Josep sudah memasuki periode yang ke-3.

Di tengah kesibukan sebagai seorang ayah dari 2 anak yang masih aktif bersekolah, memulai usaha sebagai NDIS Plan Manager, menjadi bagian dari Board of Director sebuah organisasi yang berpusat di Kingsford, yaitu Sydney MCS, lalu bagaimana Josep memimpin IBC?

Leadership bagi Josep
“Ketika menerima amanah untuk menjalankan IBC ini, saya tetapkan dalam hati bahwa saya harus mengelola, menjaga dan menumbuhkan organisasi ini, menjadi yang lebih baik lagi ketika diserahterimakan kepada pemimpin generasi berikutnya.

Program kerja selalu di-update agar relevan dan bermanfaat bukan hanya untuk anggota saat ini, tapi juga bersiap terhadap perubahan mendatang. Oleh karena itu, IBC mengalami banyak proses perubahan, dari program kerja, struktur organisasi hingga konstitusi-nya.”

Harapan Josep, IBC dapat membantu atau melahirkan banyak pengusaha yang meningkatkan gerakan ekspor Indonesia, baik itu dalam bentuk barang maupun jasa. Selain itu, IBC juga dapat membantu meningkatkan investasi di Indonesia, selain memfasilitasi perusahaan Indonesia yang ingin ekspansi di Australia. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk meningkatkan relasi IBC dengan masyarakat pebisnis etnis lain di Australia.

Manfaat IBC bagi Anggota
Keanggotaan IBC terbuka bagi siapa saja, baik yang memiliki intensi atau sudah menggeluti bisnis di Australia maupun di Indonesia. Keanggotaannya ada yang berbayar dan ada yang gratis. Manfaatnya:

1. dukungan dan bantuan dari IBC berupa bantuan konsultasi maupun referral.

2. jaringan kerja-sama dengan pelaku bisnis lainnya melalui event yang difasilitasi oleh IBC, seperti Business Networking Night.

3. informasi bisnis terkini dalam acara IBC Join The Conversation atau IBC Goes To Campus.

4. kesempatan untuk promosi bisnis melalui media yang disediakan oleh IBC,
seperti WhatsAppGroup, Website dan media sosial IBC lainnya.

Siapkan Penerus
Josep menyadari organisasi masyarakat yang sehat itu perlu memiliki generasi penerus dan jalur suksesi yang demokratis. Oleh karena itu, Josep tengah menyiapkan generasi penerus yang akan menyambut tongkat kepemimpinan IBC di masa depan.

 

IBC NEWS


IBC Goes To Canberra

Pada tanggal 4 Juni lalu, para pengurus IBC Australia bersama dengan anggota mengadakan kunjungan resmi ke Canberra untuk bertemu dengan Bapak Siswo Pramono, Duta Besar RI untuk Australia, di kediamannya, Wisma Indonesia, Canberra.

Why Investment Matters                    

Networking With Haymarket

 

 

Membership

Daftar ke situs web IBC Australia dan lengkapi formulirnya: www.ibcaustralia.com.au/membership-form/

Proud sponsor for IBC Column

Previous articleMerantaunya Iskandar Harun
Next articleSouth Eveleigh Precinct: Bengkel Lokomotif Yang Menjadi Distrik Papan Atas