Novita Yunus, Pejuang Batik Di Balik Suksesnya Batik Chic ‘Keep Heritage Alive’

542
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pada hari Jumat tanggal 24 November 2023, bertempat di kantor Indonesian Trade and Promotion Centre (ITPC) Sydney, kami menghadiri Talk Show yang diadakan atas kerjasama KJRI Sydney, ITPC dan IIPC (Indonesian Investment Promotion Centre). Acara talk show mendatangkan sosok yang tidak asing lagi di dunia fashion dan batik, yaitu Novita Yunus, pendiri juga creative director Batik Chic yang didirikan pada 2009 dengan motto “Keep Heritage Alive”

Sosok wanita dengan panggilan akrab Novi ini mengharumkan batik dan kain tradisional Indonesia ke manca negara. Dalam talk show selama 2 jam memang tidak cukup memaparkan sejarah batik dan berbagai jenis kain tradisional warisan leluhur kita, namun dengan presentasinya yang menarik telah membuka mata hadirin dan rasa bangga akan kekayaan budaya negeri tercinta. Banyak hal baru yang selama ini kita tidak pernah tahu seperti tenun Ulap Doyo, tenun yang dibuat dari anggrek hutan yang adanya di Kalimantan Timur dan dipintal menghasilkan kain tenun yang unik.

Demonstrasi berbagai cara memakai kain yang sederhana, cepat, dipadu-padan dengan kebaya dan atasan modern dilengkapi aksesoris tanpa meninggalkan khas Indonesia, mendapat sambutan riuh dari hadirin yang semuanya kaum wanita yang selama ini merasakan ribetnya berkebaya.

Dalam kesempatan ini, Novi berbagi pengalaman dan memaparkan lika-liku perjalanan yang membawanya ke dunia fashion. Tidak pernah membayangkan saat di puncak karirnya memegang jabatan penting di salah satu bank asing — mengikuti jejak ayahnya — yang digeluti selama 13 tahun harus berputar haluan menjadi seorang desainer dan pengusaha.

Keadaan mengharuskan ia membesarkan 3 buah hatinya seorang diri, sehingga harus memutar otak bagaimana mendapat penghasilan sampingan. Berawal dari kegemaran memakai tas tangan yang di toko harganya fantastik, membuka inspirasi untuk membuat sendiri tas tangan dari batik. Kecintaan terhadap batik yang sejak masih belia ditanamkan sang ibunda yang mengajarkan tradisi dan kerajinan Indonesia melicinkan kiprahnya.

Diluar dugaan, tas tangan batik yang diposting di FB mendapat respons luar biasa dan banyak peminatnya. Kerabat dan teman-temannya yang melihat bakatnya memintanya untuk mendesain aksesoris, sepatu sebagai mix and match dan permintaan merambat membuat desain kebaya dan baju batik.

Experience is The Teacher of All Things
Kerja keras secara profesional, ditambah pengalamannya di bank yang menuntut disiplin dan mencapai target, disamping skill di bidang pemasaran yang membutuhkan komunikasi yang baik dan jaringan kerja yang luas, membuahkan hasil. Bisnisnya berkembang pesat.

Dukungan luar biasa datang baik dari teman maupun berbagai kalangan, memutuskan Novi untuk lebih fokus di bidang ini dan membuka usaha yang diberi nama BATIK CHIC, yang mengantarkan namanya tidak saja di Indonesia bahkan di berbagai belahan dunia.

Banyak undangan dari berbagai negara. Di setiap negara yang dikunjungi, Novi menghasilkan karya baru perpaduan budaya Indonesia dan negara yang dikunjungi. Keberhasilannya terbukti dengan dibuatnya merek baru seperti NY (singkatan nama Novi Yunus) saat mengkuti fashion week di Tokyo. Begitu juga saat peragaan di Dubai, ia diminta membuat baju-baju Muslim yang dirancang secara profesional dan bisa dipakai dari berbagai kalangan.

Pada saat ngobrol santai, lulusan Uni Padjajaran jurusan Hubungan International yang selalu tersenyum ini menyampaikan impiannya agar batik tidak lagi sebagai pakaian tradisional yang kuno yang dipakai pada acara-acara resmi seperti acara kawinan dan tak menarik bagi kalangan muda.

“Batik harus bisa menembus hati anak-anak muda sekaligus mengenalkan budaya nenek moyangnya,” ujarnya. Untuk mewujudkan impiannya Novi mulai merancang baju-baju yang terkesan simple namun tetap anggun dan dapat dipakai di segala acara. Batik Chic melebarkan sayapnya dan karya-karyanya dapat kita jumpai hampir di setiap kota besar di Indonesia bahkan sampai Singapura.

Jam kerjanya pun dituntut lebih tinggi, namun hal ini justru dijalani dan dinikmati, karena ini adalah bagian dari impiannya. Berbagai undangan dan ajang Fashion Week baik di tanah air maupun di negara lain tak terhitung lagi dan nama Novita Yusuf pun sejajar dengan desainer taraf internasional. Sederet penghargaanpun diterimanya, salah satunya adalah peraih UNESCO Award of Excellence for Handicraft 2012.

Menyimak pengalamannya yang luar biasa, memberi inspirasi bagi kaum wanita untuk berani berusaha dan mandiri.

Banyak pelajaran baru yang sangat berharga yang kami dapat hari itu, mengenai berbagai jenis batik, cara pengelolahannya, merawatnya, hingga kenapa harga batik mempunyai nilai tinggi. Keahlian tangan pengrajin batik yang dengan cermat melukis setiap gambar dalam selembar kain batik adalah sebuah karya seni yang asli dan bisa memakan waktu 3 bulan.

Batik dan kain tradisional adalah kekayaan dan warisan nenek moyang kita. Keberadaannya harus kita lestarikan dan kita jaga agar memperkuat identitas batik Indonesia di kancah internasional.

Adalah tugas kita bersama untuk ikut mempertahankan, mengenalkan Batik ke dunia. Kita harus bangga dengan memakai Batik dan produk negeri sendiri. Mari kita ikut mewujudkan impian Novi Yunus, agar Batik menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semoga Novi dapat segera membuka galery dan butiknya di Australia. [IM]

People without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots.

Oleh Yoen Yahya

 

Previous articlePagelaran Seni Budaya Indonesia Tampil Memukau Warga Sydney
Next articleSosialisasi Pemilu 2024