Manfaat Kesehatan Pilates

300
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Sedang mencari olah raga rutin yang memberikan manfaat kelenturan yang seimbang, kekuatan, kepadatan otot, dan membantu memulihkan sakit-sakit dan ngilu-ngilu, Pilates bisa jadi jawabannya. Tampaknya memang agak intimidating pertama, tapi, mudah kok untuk diikuti. 

Pilates sendiri sudah eksis hampir 100 tahun, dan semakin diminati saat ini. Alasannya karena olah raga ini bisa dirancang untuk setiap individu dan tujuan kesehatan yang diinginkan, terlepas dari usia, jenis kelamin, tingkat kesehatan, dan kebugaran.

Apa itu Pilates?
Pilates adalah bentuk olah raga dan body conditioning yang dikembangkan oleh Joseph Pilates di awal abad 20, dan umumnya digunakan sebagai metode penyembuhan cedera bagi para penari.

Para penari biasanya sangat mudah cedera di bagian tubuh yang sering melakukan repetitive motion, dan itu juga bisa terjadi pada kita, yang bukan penari. Itu sebabnya, sejalan dengan waktu, Pilates juga memberi manfaat bagi siapa saja, termasuk mereka yang nggak cedera.

Beberapa prinsip yang mendasari metode Pilates termasuk konsentrasi pada setiap gerakan, menggunakan otot perut dan otot-otot pinggul bawah, pengaliran, pola-pola gerakan presisi, dan kontrol pernapasan. Tergantung dari jenis latihan, Pilates dapat dilakukan pada alat-alat khusus, termasuk yang bentuknya seperti tempat tidur, disebut reformer, atau alas, atau selimut.

Pilates adalah bentuk pelatihan kekuatan, meski kelihatannya sama sekali bukan seperti latihan kekuatan yang kita kenal. Pilates fokus pada memadatkan otot daripada membangun otot, meski hasilnya sama: stabilitas lebih bagus dan ketahanan.

Pilates tidak akan membuat kita berotot. Ia dirancang untuk memberi tampilan tubuh yang lebih ramping, lebih panjang. Namun, tetap, Pilates dapat menghasilkan tubuh dengan otot yang kuat sehingga tubuh lebih tahan terhadap cedera.

Manfaat Pilates?
Jika kita mencari hasil riset manfaat Pilates, hasilnya malah mungkin bikin bingung. Di satu sisi, ada cukup banyak riset yang membuktikan manfaatnya terhadap banyak orang. Di sisi lain, lebih banyak riset memiliki hanya sedikit partisipannya. Riset ini pun hanya memonitor dalam waktu singkat.

Meski dari segi sains tidak terlalu meyakinkan, 100 tahun bukti tentu juga bukan main-main. Seperti halnya yoga, tai chi, qigong, dan latihan gerakan lainnya, manfaat potensial dan risiko rendah yang dimiliki Pilates tentu layak dicoba. Dan, seperti halnya semua latihan, yang terpenting adalah apakah kita menyukainya atau tidak dan apa yang kita rasakan.

Manfaat Pilates bersifat terapis dan pencegah. Praktik ini dapat membantu kita pulih dari cedera yang sudah ada. Manfaat ini juga bisa membantu kita membangun dasar kesehatan diri, sehingga jika timbul cedera, kita bisa pulih dengan cepat.

Pilates dikenal khususnya dapat memperbaiki nyeri bagian belakang, seperti yang dibuktikan pada studi tahun 2015 dan 2020. Pilates membantu nyeri bagian bawah belakang karena otot yang ketat, nyeri bagian bawah ini berasal dari ketidaklurusan dan kurang kuatnya pusat tubuh.

Kelurusan tulang belakang membuat proporsi tubuh lebih baik dan lurus, yang membuat kita lebih mudah berolah raga dan mencegah jatuh.

Postur
Memiliki core yang kuat dan lurus membuat postur tubuh ke baik — perubahan sekecil apa pun yang positif pasti berdampak di segala bidang hidup. Menenangkan dan menguatkan otot sangat membantu tubuh. Contohnya, duduk. Kalau kita asal duduk, memberi tekanan pada bagian bawah belakang. Postur bungkuk juga berdampak buruk pada pernapasan dan pencernaan.

Fleksibiltas
Pilates mengharuskan beberapa perenggangan, yang diartikan memperbaiki fleksibilitas.
Sebagai tambahan untuk memperbanyak gerakan olah raga, fleksibiltas dapat melindungi
dari cedera, merilekskan otot-otot, dan memertahankan mobiltas saat usia bertambah.

Keseimbangan dan Koordinasi
Sekali lagi, core tubuh kita benar-benar seperti maknanya: pusat. Saat kita lemah atau keluar ‘jalur’, lebih sulit mencari pusat gravitasi tubuh, yang membuat kita lebih mudah cedera, terutama di masa-masa saat kita mencoba beragam pergerakan di saat bersamaan (koordinasi). Dengan menguatkan core, Pilates membuat kita lebih mudah menemukan keseimbangan, dan menjaganya.

Saat keseimbangan dan koordinasi membaik, demikian juga kesadaran spasial kita. Hasilnya akan lebih efektif, pergerakan yang lebih seimbang, dan mereduksi risiko jatuh atau kecelakaan.

Kesadaran Tubuh
Seperti halnya meditasi dan yoga, memfokuskan tubuh dan pernapasan adalah hal sentral di Pilates. Kesadaran ini akan membantu kita memahami tubuh kita lebih baik. Contoh: otot-otot mana saja yang paling kuat dan bagaimana mereka mengkompensasi otot-otot yang lemah, di mana kita menyimpan tension dan apa saja yang membuat kita merasa terbaik. Edukasi seperti ini dapat membantu kita memahami tanda-tanda yang dikirim tubuh lebih baik.

Kontrol Pernapasan
Seperti halnya yoga dan praktik-praktik fokus pikiran, Pilates sama halnya dengan latihan pernapasan terencana, seperti halnya tubuh. Menjadi sadar dan mengontrol pernapasan tidak hanya bisa memperdalam perenggangan di tingkat yang tinggi — riset menunjukkan pernapasan yang terencana dapat mengurangi stres. Jika kita “mempersilakan” pernapasan memimpin kita saat ber-Pilates ke dalam kehidupan sehari-hari, tubuh kita akan lebih baik menangani situasi dan emosi yang lebih sulit.

Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Diri
Manfaat latihan buat kesehatan mental dan kesejahteraan diri akan lebih stabil. Meskipun bukan latihan high-intensity workout, Pilates membuat detak jantung lebih lebih lincah, karena memadukan kekuatan dan resistans dengan perenggangan. Anggaplah bahwa Pilates menambahkan, bukan menggantikan, kegiatan mental health support yang sudah kita dapatkan. [IM]

Previous articleViewSonic ID1230
Next articleSeberapa Dekat Kita Dengan Penyembuhan Kanker?