Faktor Pemersatu Indonesia

1929
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Talk is cheap
, kata orang. 
Bicara persatuan dan kesatuan pada praktiknya memang nggak semudah pengucapannya. Padahal, persatuan dan kesatuan adalah dua faktor yang penting banget yang harus dimiliki setiap negara, termasuk Indonesia. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, negara jelas bakal bubar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat, persatuan adalah gabungan (ikatan, kumpulan dan sebagainya) beberapa bagian yang sudah bersatu, perserikatan, serikat. Sementara pengertian kesatuan berarti perihal satu, keesaan, sifat tunggal, satuan.

Indonesia sebagai negara yang mempunyai banyak keberagaman dan perbedaan, perlu mempunyai persatuan dan kesatuan. Keberagaman yang terdapat di Indonesia, antara lain agama, suku, etnis, budaya bahasa, maupun adat istiadat.

Adanya keberagaman tersebut, tentu penting memiliki sikap persatuan dan kesatuan antarsesama dalam masyarakat demi menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Tanpa adanya rasa persatuan dan kesatuan, bangsa Indonesia akan mudah terpecah belah.

Di sisi lain, ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Apa saja faktornya?

1. Faktor Sejarah yang Menimbulkan Rasa Senasib dan Seperjuangan
Bangsa Indonesia memiliki suatu sejarah perjuangan yang panjang. Perasaan senasib dan seperjuangan yang dilalui mampu membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. 

2. Keinginan untuk Bersatu Sesuai Pernyataan dalam Sumpah Pemuda
Faktor ini ditumbuhkan oleh jiwa pemuda pada masa itu. Para pemuda Indonesia telah mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda berisi ikrar yang menunjukkan tekad seluruh pemuda Indonesia sekaligus merupakan unsur utama perjuangan bangsa melawan penjajah demi mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

Dalam isi rumusan Sumpah Pemuda terkandung nilai utama, yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia. Sumpah Pemuda menjadi sangat penting di tengah gempuran berbagai isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kesadaran akan pentingnya bersatu merupakan modal kuat pemuda untuk melawan penjajah. Semangat persatuan ditularkan melalui Sumpah Pemuda. Rasa kesadaran untuk bersatu akan mendorong persatuan dan kesatuan bangsa 

3. Rasa Cinta Tanah Air di Kalangan Bangsa Indonesia
Sikap rasa cinta tanah air merupakan suatu cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bangsa, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. 

4. Rasa Rela Berkorban untuk Kepentingan Bangsa dan Negara
Banyak kepentingan pribadi yang ditinggalkan para pahlawan demi memperjuangkan kepentingan atau kemerdekaan bangsa dan negara. Sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa tersebut merupakan modal penting bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. 

5. Pancasila
Bangsa Indonesia mempunyai Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, pemersatu bangsa, kepribadian bangsa, dan perjanjian luhur bangsa. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi satu di antara faktor pendorong persatuan dan kesatuan bangsa.

Terlebih lagi dalam nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperuntukkan penganut agama tertentu saja, akan tetapi nilai-nilai Pancasila berlaku dan menjadi pedoman hidup rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan suku bangsa, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya.

6. Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika sangat penting bagi negara Indonesia yang memiliki beragam suku, bangsa, budaya, bahasa, dan agama. Bhinneka Tunggal Ika artinya walau berbeda-beda tetap satu jua. Jadi, kendati Indonesia merupakan negara majemuk dan multikultural, bangsa Indonesia tidak terpecah belah melainkan tetap bersatu demi keutuhan NKRI.

Hal tersebut di atas merupakan faktor yang paling penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Apabila faktor tersebut tidak ada, kemungkinan akan terjadi keadaan yang mengancam keutuhan NKRI.

Faktor Penghancur Persatuan Bangsa
Persoalan dan tantangan bangsa Indonesia tidaklah sedikit dan ruwet. Nggak mungkinlah bisa selesai tanpa kerjasama banyak sesama anak bangsa sendiri. Pendek kata; dibutuhkan kesatuan hati kita, setiap orang Indonesia. Lalu, apa saja, sih, yang bisa bikin bangsa kita tercerai berai?

Tantangan Pasca Era Modern
Sadar nggak sadar, kita sedang berada di zaman peradaban baru yang didominasi oleh “perang urat saraf”, yaitu melibatkan kekuatan teknologi yang selalu dimutakhirkan. Tentu, teknologi seperti ini sejatinya adalah sebuah anugerah ilahi bagi umat manusia. Di satu sisi, hidup semakin canggih (mudah, murah, dan cepat). Di sisi lain, teknologi ini menciptakan berbagai persoalan baru. Misalnya saja, pemanfaatan media sosial yang kuat akan menjadi pemenang, baik dari sisi positif maupun sisi negatifnya.

Tantangan Intoleransi
Ini adalah tindakan yang tidak memiliki tenggang rasa. Intoleransi ini sering dihubungkan dengan kepercayaan atau praktik agama lain. Dalam beberapa sumber, fakta menyebutkan bahwa tindak intoleransi beragama di Indonesia meningkat. Intoleransi terjadi akibat kelalaian kita dalam menjaga kerukunan antar-agama yang sangat beragam.

Persoalan Korupsi
Tindakan memperkaya diri sendiri ini adalah musuh bersama, bahkan disebut sebagai kejahatan yang luar biasa. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah korupsi, seperti memperberat hukuman, memperkuat KPK, dan sebagainya. Toh, hal tersebut seolah nggak mempan. Maksudnya, nggak bikin orang takut untuk melakukannya dan pelaku korupsi pun nggak kapok. Yang pasti, tindak korupsi tak lepas dari praktik nepotisme, lemahnya penegakkan hukum, wibawa hukum yang merosot, rendahnya komitmen moral, dan rendahnya peran hati nurani.

Tantangan Radikalisme
Radikalisme selalu bersifat cepat dalam proses perubahan. Pendekatan yang dipakai dengan cara ekstrem/kekerasan yang bisa jadi konflik. Ahmad Jainuri menulis bahwa radikalisme dari perspektif pemikiran didasarkan pada keyakinan tentang nilai, ide, dan pandangan yang dimiliki oleh seseorang yang dinilainya sebagai yang paling benar dan menganggap yang lain salah.

Ya, semacam self righteous, gitu. Radikalisme membuat penganutnya sangat tertutup, biasanya sulit berinteraksi, dan hanya saling berbicara dengan kelompoknya sendiri. Otoritas pengetahuan yang dimilikinya dikaitkan dan diperoleh dari figur tertentu yang dinilai tidak dimiliki oleh orang lain.
Karena itu, biasanya kaum radikal tidak menerima figur lain sebagai sumber rujukan pengetahuannya. 

Dalam dialog biasanya ia tidak ingin memahami keanekaragaman pendapat yang dimiliki orang lain, tetapi ingin menyatukan pandangan yang berbeda itu dengan pandangan dan pendapat menurut standar diri sendiri, bahkan dengan memaksakan kehendak.

Tantangan Terorisme
Achmad Jainuri juga menulis bahwa istilah teror dan terorisme telah menjadi idiom ilmu sosial yang sangat populer pada dekade 1990-an dan awal 2000-an sebagai bentuk kekerasan atas nama agama. Meskipun sesungguhnya terorisme bukanlah sebuah istilah baru, tetapi teror dan terorisme telah muncul sepanjang sejarah kehidupan umat manusia. Ia juga menjelaskan bahwa terorisme bagian dari gerakan radikalisme yang paling mutakhir di abad ini telah mencapai puncak ancaman peradaban.

Pada tahun 1980, CIA (Central Intelligence Agency) mendefinisikan terorisme sama dengan ancaman atau penggunaan kekerasan untuk tujuan politik yang dilakukan oleh individu atau kelompok atas nama atau menentang pemerintah yang sah, dengan menakut-takuti masyarakat yang lebih luas dari pada korban langsung teroris. Persoalan terorisme merupakan persoalan yang tidak gampang dipahami. Ada berbagai kisi yang tidak dapat dimengerti. 

Tantangan Kemiskinan
Menurut data dan persentase penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017 mencapai 27,77 juta. Secara terperinci disebutkan bahwa angka itu bertambah 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,7 juta orang (10,70 persen). Kemiskinan terjadi bukan hanya karena kekurangan sumber daya alam, tetapi juga karena faktor sumber daya manusia yang sangat terbatas dalam pengetahuan dan keterampilan mengelola sumber daya alam. 

Hal ini, tentu menyangkut dimensi pendidikan dalam konteks yang lebih luas. Karena itu, memang persoalan keindonesiaan kita adalah persoalan kompleks. Dapat dikatakan, kondisi ini telah menahun dan terbiarkan selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Indonesia dengan kekayaan alamnya yang luar biasa tetapi masih saja berhadapan dengan kemiskinan. Karena itu, perlu introspeksi diri secara jujur tentang keindonesiaan dan berbenah agar keluar dari petaka kemiskinan.

Tantangan Alzheimer Sejarah
Salah satu pidato kenegaraan Presiden Soekarno yang disampaikan dalam rangka memperingati Ulang Tahun kemerdekaan RI ke-21 Tahun 1966 berjudul “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”
atau yang umumnya dikenal dengan sebutan Jasmerah. 

Jasmerah ini berisi penuturan data dan fakta-fakta sejarah yang diuraikan secara gamblang.
Berisi gagasan dan semangat patriotisme. Berisi wawasan dan sekaligus tindakan antisipatif.
Berisi semangat juang tanpa pamrih. Berisi ajakan untuk mengisi kemerdekaan tanpa pamrih.
Telah 77 tahun Indonesia merdeka ini merupakan momentum untuk mengingat kembali sejarah bangsa yang tertorehkan dalam banyak catatan dan pengalaman.

Tentu, pengalaman selama 77 tahun adalah pengalaman yang penuh makna. Selingan persoalan juga silih berganti yang menjadikannya semakin kuat dan dewasa. Para pejuang dan pendiri bangsa telah rela memberikan segala-galanya. Mereka memberi tanpa merasa berkekurangan. Mereka memberi tidak untuk kepentingan golongan atau kepentingan sektarian. Mereka memberi dengan kepentingan besar, yaitu kepentingan bangsa dan negara. Kepentingan rumah besar kita bernama Indonesia. [IM]

 

Robin Widoyo, Rouse Hill
Lama Menetap di Aussie:
24 tahun

Mengapa menetap di Australia? Pertama karena kuliah, kedua karena menemukan sang kekasih dan membentuk keluarga, berikutnya karena kerinduan untuk menjadi warga Indonesia yang menjadi berkat bagi Australia.

Alasannya masih memegang paspor hijau? Cinta Indonesia sebagai Tanah Air kelahiran.

Hal apa yang bikin Anda bangga terhadap Indonesia? Indonesia adalah bangsa yang majemuk, namun satu.

3 hal apa yang membuat Indonesia (lebih) baik? Ekonomi manajemen yang kuat, mentalitas yang ingin maju yang dimiliki segenap rakyat dan visi yang kuat dari pemimpin untuk membangun bangsa.

3 hal yang membuat Indonesia terpuruk? Korupsi, kekayaan alam yang tidak dijaga, pemahaman yang berusaha mengubah Pancasila

Menurut Anda, pemimpin seperti apakah yang Indonesia butuhkan? Merangkul semua latar belakang budaya dan suku secara merata, berpandangan maju dan mengutamakan bangsa diatas kepentingan pribadi atau partai.

Kalau Anda jadi Presiden RI, apa yang Anda lakukan untuk membuat orang Indonesia yang majemuk tetap hidup damai? Menjaga nilai Bhineka Tunggal Ika tetap kuat.

Kalau ada satu makanan/minuman yang bisa memersatukan Indonesia, makanan/minuman apakah itu? Nasi Goreng. Namanya sama, rasanya berbeda-beda.

 

Yennie Lie, Earlwood
Lama Menetap di Aussie:
25 tahun

Mengapa menetap di Australia? Menikah dan akhirnya punya family sendiri di Sydney.

Alasannya masih memegang paspor hijau? Orang tua dan saudara semua masih di Indonesia. Selain itu ada secercah harapan di hati Indonesia akan menjadi lebih baik lagi dan tetap bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Hal apa yang bikin Anda bangga terhadap Indonesia? Kekayaan alam, keindahan alam dan multikultural (bahasa, budaya, kuliner).

3 hal apa yang membuat Indonesia (lebih) baik? Pendidikan, sistem kesehatan dan lapangan pekerjaan.

3 hal yang bisa membuat Indonesia terpuruk? Korupsi, kemiskinan dan konflik SARA.

Menurut Anda, pemimpin seperti apakah yang Indonesia butuhkan? Punya integritas, mencintai dan dicintai rakyatnya.

Kalau Anda jadi Presiden RI, apa yang Anda lakukan untuk membuat orang Indonesia yang majemuk tetap hidup damai? Akses buat sistem pendidikan dan kesehatan yang memadai buat seluruh masyarakat Indonesia terutama buat kalangan menengah ke bawah.

Kalau ada satu makanan/minuman yang bisa memersatukan Indonesia, makanan/minuman apakah itu? Nasi Goreng.

 

Taufik, Mascot
Lama Menetap di Aussie:
14 tahun

Mengapa menetap di Australia? Saya menetap di Australia karena kualitas hidup di Australia sangat baik dan terjamin di dalam bidang kesehatan dan pendidikannya.

Alasannya masih memegang paspor hijau? Karena saya masih bangga menjadi warga Indonesia, jadi tetap memegang paspor hijau.

Hal apa yang bikin Anda bangga terhadap Indonesia? Indonesia itu negara besar dimana mempunyai kekayaan sumber daya alam hayati dan non hayati terbesar di dunia serta mempunyai beraneka ragam suku & budaya.

3 hal apa yang membuat Indonesia (lebih) baik?
1. Pembangunan infrastruktur baik darat, laut dan udara yang terus menerus.
2. Mengelola hasil kekayaan sumber daya alamnya dengan baik & tepat sasaran.
3. Sistem kesehatan dan pendidikan di Indonesia diperbaiki supaya bisa bersaing dengan negara lain.

3 hal yang bisa membuat Indonesia terpuruk:
1. Masih mempunyai Pemimpin /Pejabat Negara yang korupsi.
2. Hasil kekayaan alam negara Indonesia tidak diolah dengan benar.
3. Radikalisme tetap dibiarkan hidup di NKRI.

Menurut Anda, pemimpin seperti apakah yang Indonesia butuhkan? INDONESIA membutuhkan pemimpin yang baik, rendah hati, bijaksana, bersih dan transparan, juga sangat tegas dalam memimpin negara dan yang terpenting takut dengan TUHAN YME seperti Presiden Indonesia yang sekarang yaitu Pak Jokowi Widodo.

Kalau Anda jadi Presiden RI, apa yang Anda lakukan untuk membuat orang Indonesia yang majemuk tetap hidup damai? Kalau saya Presiden RI, saya akan membuat bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih besar dan membuat warganya tetap hidup berdampingan dengan kemajemukannya, karena inilah salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain sesuai dengan azas dari sila ke tiga Pancasila yaitu PERSATUAN INDONESIA.

Kalau ada satu makanan/minuman yang bisa memersatukan Indonesia, apakah itu? Nasi Goreng dan Es Campur 

 

Didik,Bankstown
Lama Menetap di Aussie:
29 tahun

Mengapa menetap di Australia? Sejak selesai kuliah, langsung dapat tawaran pekerjaan, keterusan, deh.
Alasannya masih memegang paspor hijau? Masih ada keinginan pulang kampung suatu saat nanti.

Hal apa yang bikin Anda bangga terhadap Indonesia? Semakin lama, semakin maju.

Lagu yang buat kamu kangen Indonesia? Kebyar Kebyar yang dinyanyikan Gombloh dan Kangen oleh Dewa19.

Kalau ada satu makanan/minuman yang bisa memersatukan Indonesia, makanan/minuman apakah itu? Indomie Goreng dan Teh Botol.

 

Andi Dwipasatya, Wiley Park
Lama Menetap di Aussie:
20 tahun lebih

Mengapa menetap di Australia? Karena menikah dengan orang Indonesia berkewarganegaraan Australia.

Alasannya masih memegang paspor hijau? Masih cinta Indonesia, walau kata orang sulit pergi ke mana-mana (negara lain), dan juga karena semua saudara handal taulan ada di Indonesia.

Hal apa yang bikin Anda bangga terhadap Indonesia? Budayanya dan makanan yang beraneka ragam.

3 hal apa yang membuat Indonesia (lebih) baik? Pendidikan, pelestarian budaya, ekonomi yang stabil.

Menurut Anda, pemimpin seperti apakah yang Indonesia butuhkan? Pemimpin yang bertanggung jawab yang tidak aji mumpung.

Kalau Anda jadi Presiden RI, apa yang Anda lakukan untuk membuat orang Indonesia yang majemuk tetap hidup damai? Mendengarkan keluhan rakyat (bukan melalui DPR).

Kalau ada satu makanan/minuman yang bisa memersatukan Indonesia, apakah itu? Gado-Gado dan Es Teler.

 

Yuri, Hurstville
Lama Menetap di Aussie:
Hampir 3 tahun

Mengapa menetap di Australia? Demi pendidikan anak dan masa depan yang lebih baik dari segi keamanan dan kesehatan.

Alasannya masih memegang paspor hijau? Saat ini papa dan saudara inti semua masih di Indonesia sehingga lebih mudah untuk pulang ke Indonesia jika masih WNI.

Hal apa yang bikin Anda bangga terhadap Indonesia? Keramahtamahan dan sopan santun tata krama orang Indonesia.

3 hal apa yang membuat Indonesia
(lebih) baik:
– Biaya jika mau punya asisten pribadi lebih terjangkau
– Usia pensiun lebih dini dibanding di Australia
– Makanan khas daerah yang bervariasi dan enak-enak

3 hal yang bisa membuat Indonesia terpuruk: Korupsi, Nepotisme, Kemiskinan

Menurut Anda, pemimpin seperti apakah yang Indonesia butuhkan? Pemimpin yang bersih, tidak korupsi dan nepotisme, karakter yang penuh integritas dan pastinya harus benar-benar mencintai Indonesia.

Kalau Anda jadi Presiden RI, apa yang Anda lakukan untuk membuat orang Indonesia yang majemuk tetap hidup damai? Penanaman kerukunan antar warga di setiap level dan instansi. Penekanan tidak ada toleransi untuk SARA dan perlu kampanye Satu Indonesia.

Kalau ada satu makanan/minuman yang bisa memersatukan Indonesia, apakah itu?
Indomie dan Teh Botol.

Previous articleMeriahkan Peringatan HUT ke-77 RI, KJRI Sydney Gelar Perayaan di Taronga Zoo
Next articleCalin Floral: Sisters That Blossoming Flower Market