Dibalik Perihnya Luka Teriris Kertas

1677
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Sebagian besar dari Anda tentu pernah merasakan yang namanya terluka akibat irisan kertas, bukan? Paper cut, demikian kita menyebutnya. Jika ya, Anda pasti tahu betul bagaimana rasanya. Ya, perihnya minta ampun. Padahal luka akibat irisan kertas itu pun biasanya tidak bisa dikatakan dalam, tipis bahkan. Tapi kenapa sampai terasa sakit sekali ya?

Well, ada penjelasan ilmiah dibalik itu. Penyebabnya tak lain karena saraf yang kita miliki. Ya, jari kita yang enerjik ini memiliki nosireseptor atau reseptor ujung saraf bebas yang lebih banyak per milimeter perseginya dibandingkan sisa permukaan tubuh lainnya. Banyaknya jumlah nosireseptor inilah yang kemudian membuat jari menjadi lebih sensitif dan juga bisa digunakan untuk merasakan banyak benda. Kekurangannya, karena hal ini juga jari akan terasa lebih nyeri jika terkena goresan, termasuk yang disebabkan oleh kertas.

Dalam hal ini, kertas yang memiliki tepian yang cukup tajam, meskipun dapat merobek kulit namun terlalu fleksibel dan tak cukup tajam untuk menyayat daging dalam-dalam. Itu sebabnya, kertas pada akhirnya hanya menggores jari layaknya gergaji tumpul. Meskipun demikian, bukan berarti tidak berbahaya. Menurut penelitian para ilmuwan Scientific American, luka teriris kertas itu sebenarnya bukan hanya luka kecil seperti yang terlihat. Lebih dari itu, ini merupakan luka bergerigi yang memotong tepat melalui kumpulan sel-sel saraf yang paling sensitif.

Meski tak terlihat mengerikan, namun luka akibat irisan kertas biasanya akan terasa lebih lama karena sering kali hanya mengeluarkan sedikit darah atau bahkan sama sekali tidak mengeluarkan darah. Jadi, ujung saraf yang terluka akan terbuka begitu saja. Nah, bayangkan jika luka itu kemudian tertarik dan menegang lantaran kita harus senantiasa menggunakan jari untuk beraktivitas. Perihnya bisa tak tertahan.

Penjelasan serupa diberikan LiveScience, yang menyebut bahwa kertas tidak mengiris terlalu dalam, namun hanya membuat keadaan lebih buruk pada permukaan, dimana reseptor nyeri yang mengirimkan jenis paling tajam dari rasa sakit biasanya terkonsentrasi. Mengacu pada fakta ini, sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam menangani kertas, khususnya agar tidak terluka. Jika perlu, menggunakan pelindung layaknya sarung tangan mungkin bisa menjadi opsi untuk melindungi diri.

Please follow and like us:
Loading...