Promosi Produk Ekonomi Kreatif Indonesia di Cebit Australia 2017

966
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

ITPC Sydney bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melakukan kolaborasi perdana dalam rangka mempromosikan produk ekonomi kreatif Indonesia di ajang CeBIT Australia 2017 yang berlangsung pada 23-25 Mei 2017 lalu.

CeBIT Australia merupakan pameran teknologi terbesar di Asia Pasifik. Dengan lebih dari 350 exhibitors, 13 zonasi, 15.000 pengunjung, dan 8 konferensi/panel dengan pembicara bertaraf internasional.

Melalui kolaborasi ini, ITPC Sydney dan BEKRAF berhasil memfasilitasi 6 perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tergabung dalam booth Indonesia Pavilion seluas 48m2. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah ICON+, MITRAIS, PT. Murni, J.Spot, Radialabs dan Minimi dengan bidang usaha yang beragam seperti augmented reality, games developer, web programmer, bank solution system, IT outsorcing dan internet provider.

Pembukaan booth Indonesia Pavillion ditandai dengan pengguntingan pita oleh Konsul Jenderal RI di Sydney, Yayan GH Mulyana didampingi oleh Direktur Fasilitasi TIK BEKRAF, Muhammad Neil El Himam dan Kepala ITPC Sydney, Agung Haris Setiawan.

Dalam kesempatan itu, Konjen RI Sydney, Yayan GH Mulyana, menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi perusahaan Indonesia di CeBIT Australia 2017 dan meyakini bahwa produk TIK Indonesia memiliki potensi tinggi serta dapat diterima di pasar Australia.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia telah menargetkan pada tahun 2020 mendatang Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Please follow and like us: