New Leaders of UTS & University of Sydney

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail


Tjhia Andri Hermawan Prajito of PPIA UTS
UTS telah memilih ketua PPIA untuk periode 2017-2018, yaitu Tjhia Andri Hermawan Prajito. Terpilih menjadi ketua PPIA untuk memimpin sebuah organisasi yang besar menurutnya adalah kesempatan yang sangat membanggakan, dimana ia bisa mengembangkan jiwa kepemimpinannya.

Selama masa jabatannya, program yang diselenggarakan adalah Saung 17an, diadakan pada tanggal 2 September 2017 lalu, yang merupakan acara tahunan PPIA UTS sejak 2 tahun lalu, bertujuan merayakan hari kemerdekaan Indonesia, dan Epilogue yang akan diadakan pada tanggal 28 April 2018 mendatang. Epilogue merupakan drama musikal yang menceritakan karya karangan sendiri (original story) dan bertujuan untuk memberikan anak bangsa Indonesia pendidikan yang layak. Hasil keuntungan dari acara ini akan disumbangkan melalui gerakan Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK).

Andri berharap selama masa jabatannya ia dapat mempererat rasa persaudaraan dan menjalin hubungan antara para pelajar Indonesia di Australia, terutama di UTS serta mengembangkan potensi yang terdapat di setiap individu. Dalam mencapai visi ini, PPIA UTS mempunyai misi, antara lain adalah menghimbau partisipasi para anggota dan komite dari PPIA UTS dan meningkatkan kreativitas pelajar melalui acara yang diselenggarakan oleh PPIA UTS.

Menurut Andri, program Saung 17an dan Epilogue akan merangkul mahasiswa Indonesia yang belum bergabung dalam PPIA karena acara ini akan dibuka untuk umum. Keinginannya adalah bukan hanya mahasiswa Indonesia yang bergabung, tetapi mahasiswa luar pun juga dapat menikmati acara tersebut dan dapat mengenal budaya Indonesia secara lebih dalam.

“Untuk mahasiswa Indonesia, baik di UTS maupun di seluruh Australia, kita harapkan untuk meneruskan studi hingga selesai dan kembali ke Indonesia menjadi sosok yang bisa membangun Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi,” kata Andri.


Kenley Tjhin of PPIA USYD
Presiden PPIA USYD terpilih Kenley Tjhin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan mulai dari sebelum pemilihan hingga ia menjadi Presiden PPIA USYD terpilih periode 2017-2018. Kenley memiliki keyakinan penuh akan mampu menghadapi permasalahan yang akan dihadapi kedepannya.

Beberapa program yang dimiliki adalah membangun komunitas yang lively dan enjoyable dimana para member bisa menyebut bahwa PPIA USYD sebagai “their home”. Oleh sebab itu, PPIA USYD berusaha untuk mengakomodasi anggotanya dengan beberapa kegiatan olahraga maupun sosial. Mereka tidak hanya menyediakan acara untuk anggota internal, PPIA USYD akan mengadakan beberapa kegiatan yang sifatnya menghibur dan mengedukasi masyarakat Indonesia maupun Non-Indonesia di New South Wales, contohnya lost in USYD, Asian Food Festival dan Nusantawa.

Presiden PPIA USYD ini memiliki visi dan misi yang cukup sederhana, yaitu ingin menghidupkan kembali PPIA USYD, dimana semua anggota bisa menganggap PPIA USYD sebagai rumah kedua mereka di Sydney. Oleh karena itu, ia memiliki cara tersendiri untuk merangkul para pelajar yang sudah bergabung maupun belum melalui beberapa acara yang mereka selenggarakan. Kenley beranggapan bahwa koneksi dan hubungan pertemanan antar anggota adalah yang terpenting. Ia tidak menginginkan anggota PPIA USYD beranggapan bahwa anggota lain sebagai teman saat acara PPIA saja, namun sesuai dengan visi yang ia tuliskan, ingin menjadikan anggota sebagai teman seperjuangan ketika belajar di USYD dan seterusnya.

Kenley berpesan untuk seluruh mahasiswa Indonesia di ranting dan seluruh Australia, “Jika ingin berjalan cepat, maka jalanlah sendiri. Tapi, jikalau kalian ingin berjalan lama dan jauh, maka jalanlah bersama-sama.”

Please follow and like us: