Diaspora Indonesia

605
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Semangat berbuat sesuatu untuk membangun bangsa kita ini selalu membara di dalam jiwa raga Diaspora Indonesia dimanapun mereka berada dan tidak pernah padam walaupun berada jauh dari pangkuan Ibu Pertiwi.

Seperti yang diekspresikan oleh Ismail Marzuki secara tepat dalam lagu Indonesia Pusaka: “Disana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Tempat akhir menutup mata”.

Hal ini terbukti dari remitan yang dilakukan para TKI/W yang akhirnya disadari oleh pemerintah RI sebagai sumber devisa kedua terbesar bagi Indonesia setelah devisa yang dihasilkan oleh sektor migas. Itulah sebabnya mengapa Diaspora China, India, Thailand, Filipina, dan sebagainya dapat berkembang dengan pesat, ini semua dikarenakan adanya jejaring Diaspora mereka di mancanegara.

Semangat membara Diaspora Indonesia ini akhirnya dapat disatukan pada kongres pertama pada tahun 2012 (CID-1) di Los Angeles yang diprakarsai oleh Bapak Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan dibuka oleh Bapak SBY, Presiden RI yang ke 6. Kongres tersebut merupakan ajang yang bertujuan untuk menginspirasi masyarakat diaspora Indonesia untuk menghubungkan dan menyatukan diri menjadi satu komunitas besar dan menciptakan kekuatan yang nyata dalam rangka mencapai Indonesia yang lebih baik. Acara ini juga bertujuan untuk mendorong dan mengimplementasikan inisiatif nyata untuk memberdayakan masyarakat Indonesia di seluruh dunia.

Gerakan Diaspora Indonesia terinspirasi oleh gerakan Jong Java, Jong Celebes, Jong Minahasa, dsbnya, dimana mereka akhirnya menyadari bahwa tujuan mereka adalah sama, yaitu melawan penjajah. Sehingga akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, mereka bersatu dan dikenal dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai Sumpah Pemuda. Demikian halnya pada konferensi Diaspora Indonesia, baik pada CID2 maupun CID3. Sesaat para Diaspora Indonesia tiba di bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, walaupun kala itu tidak ada jalur imigrasi khusus bagi Diaspora Indonesia, tetapi pelayanan dan sambutan yang ramah dan hangat diberikan kepada Diaspora Indonesia, tidak saja oleh petugas-petugas imigrasi tetapi juga dari masyarakat Indonesia pada umumnya, sehingga memberi kehangatan yang sangat mendalam kepada Diaspora Indonesia yang datang dari manca negara.

Sambutan ramah tamah dan kehangatan yang diperlihatkan oleh masyarakat Indonesia, tidak saja disebabkan oleh kesadaran masyarakat di Indonesia, bahwa Diaspora adalah aset bangsa, seperti halnya dengan Diaspora-Diaspora dari China, India, Filipina dan sebagainya untuk negara mereka masing-masing, tetapi juga karena kontribusi-kontribusi nyata yang telah ditunjukkan oleh para Diaspora Indonesia di seluruh penjuru dunia, seperti Liveable City yang diprakarsai oleh Task Force (Gugus Tugas) Diaspora Indonesia di Belanda, penelitian bersama (Joint Research) antar universitas di Australia dengan universitas di Indonesia dan Memajukan Maritim & Perikanan Sektor di Indonesia (Making Indonesia’s Maritime & Fisheries Sector Thrive) yang diprakarsai oleh Task Force Diaspora Indonesia di Australia.

Diaspora Indonesia di Australia telah berdiri sejak tanggal 6 Juli 2013 dengan dukungan dari Perwakilan RI di Australia. Karena definisi sederhana DIASPORA itu adalah PERANTAU, maka yang dimaksud dengan Diaspora Indonesia adalah semua perantau yang dilahirkan di Indonesia, turunan Indonesia ataupun yang berdarah Indonesia melalui kawin campur, dimana kecintaan mereka terhadap Ibu Pertiwi masih membara di dalam lubuk hatinya. Seperti yang selalu ditegaskan oleh pendiri Diaspora Indonesia, Bapak Dino Patti Djalal, Diaspora bukan suatu organisasi, melainkan suatu gerakan, yang bersifat netral, non politis dan Diaspora Indonesia merupakan wadah bagi para perantau tersebut.

Sesuai program kerja dari Pengurus IDN NSW 2015 – 2017, kita merencanakan untuk menyelenggarakan “Diaspora Night” setiap tahun, dengan maksud dan tujuan agar segala kegiatan dan informasi baik IDN Local maupun IDN Global dapat diinformasikan dan melibatkan masyarakat Diaspora Indonesia di Australia.

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dari anggota masyarakat perantau Indonesia di Australia yang tidak mengerti…. Apa itu Diaspora?

Dengan mengadakan acara perdana “Diaspora Night” tahun ini, maka salah satu tujuannya adalah untuk menjawab segala pertanyaan-pertanyaan tentang Diaspora serta keuntungan-keuntungan menjadi anggota Diaspora. Dalam acara tersebut akan diadakan dialog “tanya jawab” mengenai Diaspora dan sebagainya. Diharapkan kepada anggota masyarakat Diaspora yang dapat hadir akan mendapat penjelasan dan jawaban mengenai Diaspora.

Dengan adanya acara Diaspora Night ini, diharapkan bisa menjadi ajang pertemuan silaturahim antara tokoh-tokoh/anggota masyarakat, para pelajar, para pengusaha pihak perwakilan pemerintah R.I. agar kiranya dapat terjalin rasa kebersamaan dan persatuan komunitas Diaspora Indonesia yang berada dimanca negara.

Motto untuk tahun ini adalah: “Jauh dimata, Dekat dihati, Cinta Indonesia”

Kami mengharapkan masyarakat Diaspora yang berada di Australia (khususnya di NSW), untuk turut berpartisipasi dan menghadiri acara perdana Diaspora Night 2016. Berhubung tempat sangat terbatas, diharapkan untuk melakukan RSVP online sebelum tanggal 24 October 2016 melalui website: http://www.indonesiandiaspora.com.au

Please follow and like us: