Steffy Marcella Fransisca

66
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Fotografer Berlatar Food Science
Hi! Aku Steffy, asal kota Malang, Jatim. Kuliah di Universitas Brawijaya Malang, ambil jurusan Food Science. Sekarang, aku alih profesi jadi fotografer. My work revolves around family photography, self-portrait, product, birthday party, and travel (but not limited to them). I am open to any opportunity and work proposition, including non-profit job.

Passion kamu apa sih? Momen apa yang bikin kamu sadar bahwa itu adalah passion?
Well, kalo ngomongin passion, sebenarnya masih dalam pencarian, belum 100% clear. Yang aku tahu, aku suka banget belajar (bukan belajar dari text book saja, tapi juga
yang menajamkan soft skill dan mendengar pengalaman orang lain). Beberapa tahun belakangan, yang paling stick in my mind adalah fotografi, karena aku nggak pernah
bosen memotret. Capek, iya. Apalagi setelah pindah ke Aussie. Bahasa Inggris masih belepotan, tapi aku harus bisa mengarahkan klien bagaimana berpose di depan kamera; takut & worry banget! Tapi, keinginan untuk terus memotret tetap ada meskipun banyak tantangan. I just do it! Memang ada rasa takut ketika berangkat motret. Tapi, pulang motret hampir selalu happydan puas. I don’t think I’ll leave photography world.

Passion bagiku juga tentang seberapa besar kita taruh pikiran dan perasaan pada apa
yang kita kerjakan. Kudu all out dan punya hati melayani. Bahasa yang agak bagusnya begini: my purpose to live is that I can be a blessing for many people through what
I’m passionate about
. It brings me joy every time I see people smiling when they
look at their photos and feel the deep emotions between them. When I catch a glimpse
of the precious moment, I want to capture it and preserve it in a more permanent way, knowing that what I’m seeing will probably never happen the exact same way.

Kamu kan pakai nama @symphony_photograph untuk jasa fotografi kamu,
apa, sih, alasan di balik nama itu?
So simple, karena aku suka musik dan memotret, jadi dicampur saja! Hahaha… Hidup itu ibarat bermusik, ada dinamikanya, ritme, melodi, dll. yang indah ketika kombinasinya disatukan. Nah, aku ingin setidaknya bisa mengabadikan merdunya alunan hidup orang (yang berbeda bagi setiap orang) supaya bisa dinikmati oleh orang lain juga.

Karya foto apa yang paling kamu banggakan sejauh ini? Apa cerita di baliknya?
Sebenarnya, yang bikin aku bangga bukan terpusat sama hasil fotonya. Bagus nggaknya foto itu selera. Dan, foto yang aku suka berubah-ubah, tergantung untuk apa dan bagian mana yang mau aku ceritakan. Yang bikin bangga adalah ketika karakterku dan cara problem solving-ku bertumbuh. Memotret nggak hanya ambil foto dan diabadikan. Tapi, ketika lihat seorang klien, yang kelelahan menggendong bayinya di acara christening, belum makan dan minum dari awal acara. Lalu, I came to get her some water or give them some snacks. Bride yang kesusahan memakai heels-nya, lalu I helped her to put them on. Just a simple basic thing they need. Yes, I absolutely do care about the result my work. But, yeah, work isn’t just a work. Photoshoot is the tool for me to serve others.

Ini beberapa hasil karya yang aku rasa mencerminkan kepedulianku itu:
“A Love Like Ours”
“My Other Half”
“Lift Me Higher”

Boleh ceritakan sedikit tentang job pertamamu? Apa perasaanmu waktu itu?
Job pertama dapat karena tawaran teman yang bekerja sebagai marketing dari salah satu perusahaan food & beverage di Surabaya. Nah, waktu itu mereka butuh jasa food photographer untuk isi konten media sosial dan promosi mereka.

Perasaanku waktu itu senang sekali! Wah, ternyata bisa juga menghasilkan uang dan hidup dari hobi. Rasanya excited, takut, mixed feeling, keringat dingin juga, dan nggak bisa merasakan lapar. Padahal, sudah berjam-jam memfoto banyak menu makanan di depan mata dan harus fokus motret dan styling makanannya. Setelah selesai baru kelaparan!

Apa saja, sih, tantangan yang kamu hadapi sebagai seorang fotografer?

1. Yang paling berat adalah memastikan kalau foto yang kita dapet bisa capture semua momen penting klien. Momen-momen itu nggak bisa diulang. Kalau hasilnya nggak sesuai ekspektasi mereka, kita sedih juga pastinya.

2. Karena klien kami cross culture, seringkali mereka nggak speak in English dan banyak ceremony yang belum pernah saya ikuti sebelumnya. Jadi, harus banyak bertanya dan menebak, kira-kira momen apa yang penting dan harus di-capture.

3. Banyak kejadian tak terduga dan tidak bisa dikontrol.

4. Minta hasil fotonya diburu-buru, padahal kami butuh waktu untuk sortir dan edit, antri dengan klien lain.

5. Sering disangka harga yang dipasang terlalu tinggi. Padahal, kami perlu riset di awal dan post processing di akhir yang panjang.

Coba pilih, foto orang atau alam? Kenapa?
Lebih suka foto orang karena tiap orang unik, karakter berbeda-beda, challenge-nya bervariasi. Jadi, merasa lebih dinamis dan tertantang untuk berinteraksi dan belajar banyak hal dari orang.

Boleh share tip dan nasihat untuk mereka yang mau masuk ke industri ini? Mulai dari mana, sih?
Nggak perlu nunggu jadi expert dulu untuk memulai. Nggak perlu takut terlambat jika baru akan memulai, daripada menyesal nggak pernah memulai. Just do it with what you have now, with all your heart, be persistent, and leave it to God.

Aku mulainya dari volunteer, memfoto teman atau siapa pun yang dirasa bisa jadi objek foto, kumpulin portofolio, terus coba pasang iklan di FB Marketplace. Aku banyak dapet klien dari FB.

Bocoran: aku mulai memotret berbayar di 2020 awal hanya dengan kamera mirrorless entry level keluaran 2014 karena memang belum bisa beli yang baru saat itu. Just start with what you have, start small, keep growing, and fly high.

Apa projek yang sedang kamu kerjakan sekarang atau apa projek terakhirmu?
Project terakhirku adalah wedding photoshoot dengan Indian traditional outfit dan witnessing the Hindu wedding ceremony. It’s interesting though!

Project yang sedang digarap, lagi planning collaboration with another photographer. Whoever you are, let’s gather the ideas and do something together.

Kalau mau melihat karya-karyamu yang lain bisa lihat di mana, nih?https://www.symphonyphotograph.com/
https://www.instagram.com/symphony_photograph/
[IM]

Previous article“Song For Tissa” – Kejutan Spesial Dul Jaelani Untuk Kasih Sayang*
Next articlePeluncurkan Platform digital “Satu Ruang” sebagai ekosistem kolaborasi ekonomi kreatif