Produk Konstruksi Indonesia Mencuri Perhatian Masyarakat Australia

435
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pada tanggal 6-7 Maret 2023, Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney bekerja sama dengan Atase Perdagangan KBRI Canberra telah mengikuti pameran produk konstruksi Sydney Build Expo 2023.

Paviliun Indonesia seluas 54m2 diikuti oleh 4 (empat) perusahaan produsen bahan bangunan Indonesia, yakni PT Cellcius Indoperkasa yang memproduksi sandwich panel, aluminium heat insulation barrier, dan FRP roof; PT Graha Adhi Jaya Abadi produsen produk FRP molded grating, roof, tank, rectangular chemical pond, dan customized order, serta GRP/FRP pipe; PT Alexindo yang memamerkan produk aluminium window and door dan semi-finished good aluminium; dan PT Dharma Sumber Nusantara produsen engineered timber door, floor, dan table top, serta plywood/blockboard.

Sydney Build Expo 2023 merupakan pameran konstruksi, arsitektur, dan infrastruktur terbesar di Australia. Selain Indonesia, beberapa negara lain yang berpartisipasi dalam Sydney Build Expo 2023, antara lain: Malaysia, Singapura, RRT, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, India, Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Amerika Serikat, Italia, dan Inggris. Selama 2 (dua) hari, Sydney Build Expo dihadiri lebih dari 20 ribu pengunjung.

Produk Indonesia yang banyak diminati oleh pengunjung Sydney Build Expo 2023 antara lain alumunium ekstrusi, sandwich panel, timber door, roofing, dan grating. Potensi order untuk produk-produk tersebut diperkirakan mencapai USD 4 juta dan diproyeksikan akan terus bertambah sejalan dengan tindak lanjut peserta dengan buyer potensial. 

Australia saat ini tengah fokus pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, jalan tol, rel kereta api, rel kereta metro, pelabuhan, dan bandara. Beberapa contoh proyek besar, antara lain: jalan tol WestConnex, Sydney Metro Public Transport Project, Western Sydney Airport (NSW); Kwinana Container Port (WA); Darwin Port (NT), dan Melbourne Metro Tunnel (VIC).

“Maraknya pembangunan infrastruktur di Australia menjadi potensi besar bagi Indonesia, ditambah adanya pencarian alternatif supplier di luar RRT dan Rusia oleh buyer Australia, rekam jejak produk kayu Indonesia yang berkualitas, serta pemanfaatan IA CEPA dengan tarif 0%,” ujar Kepala ITPC Sydney, Christhophorus Barutu.

Isu sustainability menjadi salah satu fokus dari Sydney Build Expo 2023. “Australia telah mengalami bukti nyata dari perubahan iklim, yakni kebakaran hutan pada tahun 2019-2020 lalu dan banjir Australia bagian timur pada tahun 2022. Dengan target net zero emission pada tahun 2050 oleh Pemerintah Australia, kami mengamati bahwa fokus Australia akan terus tetap pada mitigasi melalui solusi seperti matahari, angin, hidrogen, dan penangkapan karbon (carbon capture),” ungkap Atase Perdagangan Canberra Agung Haris Setiawan.

Selain produk bahan bangunan, dalam Sydney Build Expo 2023 dipamerkan pula mesin dan teknologi konstruksi. Salah satunya adalah teknologi smart-home, di mana teknologi canggih yang memungkinkan penghuni rumah untuk mengontrol sistem keamanan, suhu, pencahayaan, dan perangkat elektronik lainnya di rumah secara otomatis atau jarak jauh melalui aplikasi ponsel pintar atau perangkat lainnya yang terhubung ke internet.

Selanjutnya, dalam rangka memanfaatkan momentum, para perusahaan exhibitor Indonesia melakukan konsultasi kepada lembaga sertifikasi standar produk konstruksi yang berada di Sydney Build Expo 2023 dalam rangka pemenuhan standar produk melalui sertifikasi yang diakui di Australia.

“Banyak pengunjung pameran yang tertarik dengan produk Indonesia, menggantikan produk konstruksi yang selama ini dipasok dari RRT dan Rusia. Namun, konsumen Australia sangat concern mengenai masalah sertifikasi, sehingga produk kami harus memenuhi dan memiliki Australian certification standard untuk building/konstruksi,” ungkap Bapak Mindjojo, salah satu exhibitor Paviliun Indonesia.

Berdasarkan data ekspor yang diolah oleh ITPC Sydney, produk HS44 (Wood and Articles of Wood) masih menjadi produk unggulan dari Indonesia dengan total ekspor sebesar 243 juta USD pada tahun 2022 dan meningkat sebesar 1,05% dibanding tahun sebelumnya. Produk HS74 (Copper and Articles) mengalami peningkatan signifikan, yakni sebesar 388% pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran Sydney Build Expo 2023 diharapkan dapat menjadi peluang untuk memperkuat kehadiran Indonesia di pasar konstruksi dan bangunan Australia yang sedang dan akan mengalami pertumbuhan pesat pada beberapa tahun mendatang. [IM]

Previous articleKomunitas Indonesia Tampil Memukau Di National Multicultural Festival Canberra
Next articlePremier Mengumumkan Juara Multikultural 2023