Nani’s Food Truck, Truk Makanan Indonesia yang Digemari di Australia

40
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Bagi masyarakat Indonesia, membeli nasi goreng terasi di restoran maupun di kedai pinggir jalan mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana dengan makanan Indonesia di negara tetangga kita, Australia? Siapa sangka makanan Indonesia di negara kangguru ini ternyata dapat ditemukan tidak hanya di kota besar tetapi juga di kota pesisir wisata, seperti di Sevenmile Beach, Gerroa. Kota pesisir ini berjarak sekitar 2 jam dari Sydney dan hanya memiliki populasi sekitar 700 orang. Namun demikian, kota ini menjadi destinasi wisata warga lokal apalagi pada musim libur akhir tahun.

Di penghujung tahun 2021, sebagai bagian dari program Indonesia Spice Up the World, KJRI Sydney bersama importir pangan olahan Indonesia di Australia, Eastern Cross Trading mengunjungi truk makanan Nani’s Food Truck, yang dimiliki seorang diaspora Indonesia, Ibu Nani namanya. Ibu Nani yang telah berdomisili di Australia sejak tahun 2005 memulai bisnis nya di dunia food truck pada tahun 2019, berawal dari kecintaannya kepada kuliner dan produk Indonesia. Belum genap dua tahun, bisnis food truck nya dipilih sebagai Top Three Best Food Truck di kota Wollongong versi website Three Best Rated, berdasarkan tingginya penilaian dan testimoni para pelanggan. Berbagai makanan Indonesia dijajakan seperti nasi goreng, mi goreng, lumpia goreng, rendang, dan nasi campur.

“Bisnis food truck ini penuh dengan kerja keras, namun hasilnya sangat rewarding,” ujar Ibu Nani kepada KJRI Sydney. Ia menambahkan bahwa proses perizinan usaha food truck di Australia memakan waktu hanya 2 bulan, tetapi proses disain kendaraannya hingga menjadi food truck memakan waktu sampai 7 bulan. Food truck Ibu Nani semakin istimewa karena memamerkan disain batik yang dikreasikan oleh seniman asli asal Yogyakarta.

Kepopuleran Nani’s Food Truck terlihat jelas dari antrian pengunjung dan testimoni yang disampaikan oleh pelanggannya. Dalam kesempatan kunjungan ini, KJRI Sydney sempat mewawancara para pengunjung Nani’s Food Truck. Salah satunya Steven, pegawai Qantas yang fasih berbicara Bahasa Indonesia dan merupakan pelanggan setia Nani’s Food Truck. Steven selalu mengikuti media sosial Nani’s Food Truck untuk mengetahui lokasi jualan berikutnya. Sebelum masa pandemi, Steven sangat sering berkunjung dan bertualang kuliner di Indonesia. “Saya sangat suka dengan makanan padang, apalagi dendeng dan baladonya”, jawab Steven ketika ditanya makanan favoritnya di Indonesia. Ketika ditanya destinasi wisata yang ingin dikunjungi, Steven menjawab bahwa dirinya sangat ingin melihat keindahan Pulau Padar, Labuan Bajo.

Pada kesempatan kunjungan kali ini, KJRI Sydney juga memperkenalkan destinasi wisata dan makanan nasional Indonesia kepada para pengunjung dengan membagikan goodie bags berisi brosur destinasi wisata Labuan Bajo, Bali, Borobudur, dan Joglosemar, serta bumbu siap pakai Bamboe (rendang dan nasi goreng), santan dan coconut water Kara, dan bumbu gado-gado EnakEco. Salah satu penerima goodie bag adalah Paul yang ternyata bekerja sebagai chef dan sudah biasa menggunakan bumbu Indonesia. “Semua produk ini merupakan produk berkualitas, terutama santannya, saya selalu memakai santan produk Indonesia dalam masakan-masakan saya”, demikian komentarnya.

Kepada para pengunjung yang menerima bumbu siap pakai Indonesia, KJRI Sydney meminta agar mereka dapat mencoba memasak makanan Indonesia dan mengunggah hasilnya ke akun media sosial masing-masing dengan menandai media sosial KJRI Sydney dan mencantumkan tagar Indonesia Spice up the World. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekspor produk bumbu siap pakai dan rempah-rempah Indonesia ke Australia.

KJRI Sydney juga mempromosikan restoran-restoran Indonesia di Australia dengan membagikan kartu tahun baru berisi daftar toko produk Indonesia di Australia dan link QR Code yang berisi daftar rekomendasi restoran beserta akun sosial media restoran Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Restaurant Association Sydney.

Acara kunjungan KJRI Sydney ke truk makanan milik diaspora Indonesia ini ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada pelaku bisnis restoran Indonesia di Australia dan promosi kuliner Indonesia, sekaligus mendorong lebih banyak wisman Australia untuk melakukan wisata kuliner di Indonesia, serta mendukung program pemerintah Indonesia dalam memajukan quality tourism. Kegiatan juga diharapkan dapat meningkatkan ekspor rempah-rempah Indonesia ke Australia, sebagai bagian upaya mendukung program #indonesiaspiceuptheworld yang resmi diluncurkan Pemerintah Indonesia di Dubai Expo 2020. [IM]

Previous articleHadiri Misa Natal, Konjen RI Sydney Serukan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan
Next articleHP Smart Tank 700