Meneguhkan Keimanan dan Tali Silaturrahmi: Makna Peringatan Nuzulul Quran

89
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Konsul Jenderal RI Sydney, Vedi Kurnia Buana, menegaskan bahwa makna peringatan Nuzulul Quran memiliki signifikansi yang amat penting bagi seluruh umat Islam. Signifikansi penting ini tidak hanya dalam memperteguh keimanan kita, tetapi juga dalam menghidupkan semangat persaudaraan di antara sesama umat Islam.

“Makna penting dalam memperingati Nuzulul Quran tidak hanya dalam meneguhkan keimanan kita tapi juga dapat mewujudkan silaturrahmi antar saudara kita seiman,” kata Konjen saat memberikan sambutan pada Peringatan Nuzulul Quran 1445H/2024, di KJRI Sydney, Kamis (28/03/2024) malam.

Melalui peringatan Nuzulul Quran ini, khususnya diaspora dan komunitas Indonesia di Australia hendaknya dapat menggali banyak inspirasi untuk mengesampingkan ego pribadi, kelompok, dan golongan, dan justru sebaliknya seyogyanya diarahkan untuk memperkuat semangat kebersamaan kita.

Sementara itu H.Dr. Rahmawan Oktavianto Lc. MA dalam tausiahnya menyampaikan dua hal penting untuk menjadikan pedoman yang hakiki dalam menerapkan kehidupan sehari-hari. “Pertama kita harus berupaya memahami isi Al-Qur’an. Namun tidak hanya sampai pada mempelajari terjemahan Al-Qur’an saja. Untuk memahami ajaran Islam, tentunya yang harus dilakukan adalah memahami cara membaca Al-Qur’an itu sendiri, kemudian meningkat sampai kepada mempelajari tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur’an lainnya,” ucap Dr. Rahmawan.

Lebih lanjut Ustaz Dr. Rahmawan menguraikan perbedaan penting antara terjemahan Al-Qur’an dan tafsir. Dia menjelaskan bahwa pada terjemahan hanya sebatas menyalin dari bahasa satu ke bahasa lainnya, dalam hal ini bermakna bahasa Arab diterjemahkan ke bahasa tertentu yang diinginkan. Sedangkan tafsir menurutnya memiliki pengertian yang lebih luas dan mendalam mengenai makna Al-Qur’an.

Peringatan Nuzulul Quran di KJRI Sydney yang diawali dengan tilawah Alquran tersebut berlangsung dengan lancar dan khidmad. Hadir dalam Peringatan Nuzulul Quran tokoh organisasi masyarakat Islam di Sydney, Perhimpunan Pelajar Indonesia dan masyarakat umum lainnya serta staf KJRI Sydney. [IM]

Previous articleKekeluargaan di Tengah Gap Antar Generasi di Hidangan Iftar
Next articleDari Panitia Pemilihan Luar Negeri PPLN Sydney 2024