Mendag Zulkifli Hasan Resmikan Kantor Privy Sydney, Perkuat Ikatan Ekonomi Indonesia-Australia

275
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan telah meresmikan kantor Privy selama kunjungannya ke Sydney, Australia pada hari Senin (3/7). Turut hadir pada peresmian tersebut Duta Besar RI untuk Australia Dr. Siswo Pramono, Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia Tim Stapleton, Konjen RI Sydney Vedi Kurnia Buana, Atase Perdagangan Haris Setiawan serta Kepala ITPC Christhophorus Barutu.

Privy adalah salah satu penyedia layanan identitas digital tepercaya di Indonesia, yang kini memperluas operasinya ke Australia. Pembukaan kantor baru Privy menandai tonggak penting dalam pertumbuhan hubungan ekonomi antara Australia dan Indonesia, mendorong peluang perdagangan dan mempromosikan inovasi dan kolaborasi di sektor teknologi digital.

Mendag Zulkifli Hasan berharap Indonesia dapat dikenal sebagai eksportir jasa berteknologi tinggi. Pasalnya di masa mendatang, jasa berteknologi tinggi akan sangat berperan memfasilitasi dan memperlancar kegiatan bisnis dan perdagangan.

“Melalui PrivyID, Indonesia tidak hanya dapat dikenal sebagai eksportir komoditas, tetapi juga sebagai pengekspor jasa berteknologi tinggi. Peresmian kantor pertama PrivyID di luar negeri pada hari ini merupakan kisah sukses ekspor jasa Indonesia ke Australia,” ujar Mendag

Mengekspresikan kehormatannya pada pengakuan Mendag Zulkifli Hasan atas pertumbuhan dan ekspansi Privy, Marshall Pribadi, CEO Privy, berkomentar, “Identitas digital tepercaya dan tanda tangan elektronik bersertifikat membentuk infrastruktur fundamental perdagangan di dunia digital. Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Mendag untuk Privy. 

Kami berharap ekspansi kami ke Australia akan menandai awal dari kemampuan Privy untuk memfasilitasi perdagangan di seluruh dunia.”

Andrew Parker, Komisaris Perdagangan & Investasi Senior Pemerintah New South Wales untuk ASEAN membantu membuka kantor secara resmi dan mengatakan, “Terima kasih banyak kepada Marshall Pribadi dan tim karena telah memilih Sydney sebagai langkah pertama Anda ke pasar Australia. New South Wales memiliki salah satu ekosistem teknologi terkemuka dan salah satu ekosistem tekfin paling dinamis di belahan bumi selatan. Kami sangat senang menyambut Privy di Sydney dan berharap dapat membantu Privy mengembangkan bisnisnya di Australia”

Pada acara pembukaan, Mendag RI juga turut menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) menggunakan teknologi tanda tangan digital tersertifikasi Privy. Privy memfasilitasi penandatanganan MOU dengan perusahaan Australia termasuk Five Faces dan Prooftec. Memfasilitasi MOU Perdagangan antara Sony Trading Pty Ltd & PT. Rusky Aero Indonesia, EasternCross & Kara, Oishi International Trading Pty Ltd, PT Aexi dan Import United Ausindo Pty Ltd serta Febriyanto Heri dan Nofel Saleh Hilabi. Nilai gabungan dari penandatanganan MOU pada pembukaan kantor resmi Privy ini setara dengan USD 27,130 juta. [IM]

Previous articleRamadan Night Festival dan Perayaan Idul Adha di Sydney
Next articleMenko Airlangga Dorong UMKM Indonesia “Go Global”