Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong

716
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Tema ‘Revolusi Industri’ pada pertemuan para pemimpin ekonomi dunia di Davos beberapa waktu silam telah menginspirasi Menteri Perdagangan (Mendag) RI Thomas Trikasih Lembong untuk mengubah arah kerja sama Indonesia-Australia. Dalam lawatannya ke Negeri Kanguru pada 15-18 Maret 2016 lalu, Tom Lembong menyatakan bahwa kerja sama Indonesia-Australia akan bertransformasi dari sektor pertanian dan industri ke sektor jasa dan digital economy. Penegasan ini disampaikan dalam kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economis Partnership Agreement (IA-CEPA).

Mendag Tom dan Mendag Australia telah mengumumkan pengaktifan Indonesia-Australia Business Partnership Group (IA-BPG) untuk memaksimalkan perundingan IA-CEPA yang akan dimulai pada Mei 2016 mendatang. Sebagai langkah awal telah dibahas beberapa early outcomes yang dibagi menjadi advanced outcomes (program daging dan ternak, serta pertukaran keterampilan) yang dapat diimplementasikan dalam waktu enam bulan dan developing outcomes masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Pada kesempatan courtesy call Mendag Tom dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop juga disepakati bahwa skema IA-CEPA akan menggunakan high technology di sektor tradisional. IA-CEPA ditargetkan dapat diselesaikan dalam jangka waktu 12-18 bulan ke depan.

Bertemu Pelaku Usaha di Sydney

Tak lengkap jika Mendag tak bertemu para pemilik dan pimpinan tertinggi pelaku bisnis di Australia. Dalam kesempatan ini, Mendag bertemu dengan CEO Macquarie Group Asia, Alex Harvey pada Selasa (15/3) di Sydney. Kepada mereka, Mendag Tom mengundang Macquarie untuk bekerja sama dengan sektor perbankan Indonesia dalam pengelolaan aset. Sebagai negara dengan jumlah populasi dan jumlah penduduk usia produktif yang tinggi, aset-aset Indonesia dapat dikelola secara ekonomis. Aset tersebut akan diinvestasikan di beberapa sektor, seperti pendidikan, pembangunan jalan tol, peternakan, dan water management.

Menanggapi undangan ini, Macquarie akan melakukan penjajakan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Mandiri guna memetakan capital flow di Indonesia dan kemudian diinvestasikan untuk pengembangan infrastruktur Indonesia. Sebagai tindak lanjut, rencana kerja sama tersebut akan dibahas beberapa minggu kemudian di Jakarta.

Pada hari yang sama di Sydney, Mendag juga berdiskusi dengan perwakilan dari red meat and cattle industry, yaitu Managing Director of Meat Livestock Australia, CEO Australian Livestock Exporters’ Council, Chairman Red Meat Advisory Council, dan CEO Livecorp. Dalam pertemuan ini, pebisnis Australia menyampaikan perhatiannya terkait sistem notifikasi alokasi impor daging Indonesia dan juga biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh sertifikat halal. Mendag menanggapi bahwa pada saat ini Indonesia dalam proses deregulasi di beberapa sektor dan diharapkan sektor pertanian dapat menjadi lebih modern sehingga dapat meminimalisasi isu-isu politik.

Sementara itu, pada kunjungan ke Freelancer.com, Mendag menyampaikan bahwa Indonesia akan fokus pada bidang digital economy, seperti e-commerce dan e-licensing. Rencana kebijakan ini disambut baik oleh Freelancer.com yang juga telah membuka cabang di Jakarta. Nantinya, akan terdapat beberapa peluang pekerjaan, khususnya bagi engineering dan data science system. Selain itu, Indonesia memiliki kontribusi yang besar pada perusahaan ini dan merupakan top 5 workers di Freelancer.com.

Mengakhiri kunjungannya ke Sydney, Mendag juga berkunjung ke Nurses Training Center di University of Sydney. Mendag memiliki misi untuk menjalin kerja sama di bidang vocational training untuk perawat Indonesia atau joint research. Misi ini dilatarbelakangi budaya Indonesia yang ramah sehingga dapat mendukung Indonesia di sektor hospitality. Apalagi tren aging population di negara maju, Indonesia berencana meningkatkan keahlian perawat sehingga dapat bekerja atau magang di luar negeri. University of Sydney saat ini sedang menyusun kurikulum kompetensi agar alumni dapat bekerja sebagai registered nurses.

Please follow and like us:
error