VAKSINASI COVID-19 SANGAT EFEKTIF SELAMA WABAH VARIAN DELTA DI NSW

26
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Orang yang telah divaksinasi penuh secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk menderita sakit parah atau meninggal, dan lebih terlindungi dari resiko tertular COVID-19, selama wabah Delta COVID-19 di NSW.

Chief Health Officer Dr Kerry Chant menyoroti temuan ini dalam laporan Health In Focus NSW terbaru yang menunjukkan jumlah rawat inap, penerimaan ICU, dan kematian yang lebih rendah di antara populasi yang telah divaksinasi penuh selama wabah terjadi.

Dr Chant mengatakan dalam laporan itu juga memperjelas bahwa orang yang divaksinasi penuh secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi COVID-19.

“Wabah Delta COVID-19 telah menjadi tantangan terbesar yang dihadapi NSW selama pandemi karena penularannya yang cepat. Namun, dari laporan ini menunjukkan bahwa vaksinasi telah menjadi kunci dalam melindungi diri kita sendiri, keluarga kita, dan masyarakat dari efek berbahaya virus tersebut,” kata Dr Chant.

Dari 61.800 kasus COVID-19 yang didapat secara lokal dengan periode 16 Juni hingga 7 Oktober 2021:

• Sebagian besar kasus (63,1 persen) tidak menerima vaksin, 9,2 persen menerima satu dosis, dan 6,1 persen kasus menerima dua dosis vaksin. Sekitar satu dari lima orang (21,7 persen) tidak memiliki vaksinasi yang tercatat di Australian Immunization Register.

• Dari 8.660 kasus yang dirawat di rumah sakit, hanya 5,7 persen (493) yang menerima dua dosis vaksin dan hanya 3 persen (30) dari 1.015 kasus yang dirawat di ICU yang divaksinasi lengkap. Dua puluh enam dari 30 orang ini memiliki kondisi kesehatan mendasar yang signifikan.

Dr Chant mengatakan jumlah perawatan di ICU dan kematian memuncak dari 8 September hingga 21 September selama wabah, dan individu yang tidak divaksinasi memiliki resiko 16 kali lebih banyak untuk berakhir di ICU atau meninggal selama periode ini.

Dari total 412 orang yang meninggal sejak 16 Juni hingga 7 Oktober 2021, hanya 11 persen (47 orang) yang menerima dua dosis vaksin. Dari 47 orang ini, usia rata-rata mereka adalah 82 tahun. Dua puluh sembilan orang adalah penghuni fasilitas perawatan lanjut usia dan 18 orang lainnya memiliki masalah kesehatan mendasar yang signifikan.

“Kasus COVID-19 memuncak dari 25 Agustus hingga 7 September, dengan tingkat perbandingan di antara orang yang divaksinasi penuh yaitu 49,5 per 100.000, sementara pada orang yang tidak divaksinasi adalah 561 per 100.000, perbedaan lebih dari 10 kali lipat,” kata Dr Chant.

“Khususnya, orang muda dengan dua dosis vaksin mengalami tingkat infeksi yang lebih rendah dan hampir tidak ada penyakit serius, sementara mereka yang tidak divaksinasi dalam kelompok usia ini berisiko lebih besar terkena COVID-19 dan memerlukan rawat inap.”

Dr Chant mengatakan NSW telah melakukan pekerjaan luar biasa dengan jumlah vaksinasi yang telah dilakukan, tetapi angka itu masih perlu ditingkatkan lebih jauh untuk mengoptimalkan tingkat perlindungan negara bagian.

“Sangat penting bagi orang-orang yang belum di vaksinasi untuk vaksinasi sesegera mungkin, terutama kaum muda berusia 12 hingga 15 tahun,” kata Dr Chant.

“Vaksinasi sangat aman, efektif, dan tanpa biaya di klinik vaksinasi NSW Health, dokter umum, dan apotek.” [IM]

Previous articleDiaspora Night 2021
Next articleVaksin Booster Tersedia Di Klinik NSW Health Mulai 1 November