Sumpah Pemuda & Pelantikan Pengurus Baru BBBI NSW

386
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Hormatilah segala adat istiadat yang kuat dan sehat, yang terdapat di daerah-daerah dan yang tidak menganggu atau menghambat Persatuan Negara dan Bangsa Indonesia 
– Ki Hajar Dewantara 

Sumpah Pemuda bermula dari Kongres Pemuda II atas gagasan Persatuan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang dihadiri hampir oleh semua organisasi pemuda dari seluruh pelosok Tanah Air, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatra.

Sumpah Pemuda lahir pada 28 Oktober 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Hal ini membuktikan bahwa para pelajar Indonesia dari dulu mempunyai rasa kebangsaan yang tinggi dan rasa cinta yang besar akan tanah air. Makna yang tertuang dalam Sumpah Pemuda yaitu mengajarkan nilai Persatuan, menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap Bahasa Indonesia serta menegaskan cita-cita akan Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia dan Bahasa Indonesia, ‘One Motherland, One Nation and One Language’.

Tahun ini perayaan Sumpah Pemuda menginjak usia 94 Tahun. Kaum muda, pelajar Indonesia, baik yang menuntut ilmu di Tanah Air atau dimanapun mereka berada, tetap meneruskan perjuangan pendahulu kita dan menjunjung tinggi makna Sumpah Pemuda. Oleh karena itu, pada tanggal 26 Oktober 2022, di ruang pertemuan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney (KJRI Sydney), selain memperingati Sumpah Pemuda ke 94, Balai Budaya Bahasa Indonesia NSW (BBBI-NSW) bekerjasama dengan KJRI Sydney, KBRI Canberra, University of Sydney dan Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) NSW memanfaatkan momen penting ini untuk memperkenalkan pengurus baru BBBI NSW, sebuah asosiasi budaya berbasis relawan dan nirlaba, yang didirikan tahun 2017 untuk mempromosikan Bahasa dan Budaya Indonesia kepada masyarakat di Australia, khususnya NSW.

Pada jam 6 tepat Samanta Lim sebagai MC membuka acara dengan pembacaan Sumpah Pemuda (Youth Pledge) yang dibawakan oleh anggota AIYA yang terdiri dari Matthew Hasjim, Charlotte Oliver dan Nourman Hakim. Acara ini kemudian disusul dengan presentasi oleh para mahasiswa Sydney University.

Sebelum acara presentasi Bahasa dan Budaya Indonesia, Associate Professor Dwi Noverini Djenar (yang lebih dikenal dengan nama Ibu Novi Djenar), Chair of Indonesian Studies Department, University of Sydney dan juga Dewan Penasihat BBBINSW memberikan ulasan singkat tentang keberadaan dan pencapaian departemen Studi Bahasa Indonesia. Ibu Novi mengajar Bahasa Indonesia untuk setiap level dan mengarahkan mahasiswanya untuk aktif dan memberikan kesempatan mengadakan penelitian tidak saja pada Bahasa tapi juga Budaya Indonesia. 

Beliau juga menyampaikan rasa bangganya terhadap semua mahasiswa yang secara serius mendalami jurusan yang ditekuninya. Usaha dan kerja keras ibu Novi dapat kita saksikan dari empat topik presentasi yang dibawakan oleh para mahasiswa. 

Tim pertama bernama “Tiga Srikandi” terdiri dari Taryn Cameron (mahasiswa Kajian Indonesia dan Hubungan Internasional), Olivia Tilocca (mahasiswa Kajian Indonesia dan Psikologi), serta Christine Du (mahasiswa Kajian Indonesia dan Farmakologi). Mereka mempresentasikan hasil penelitian mereka bertopik “Ceremonies/Rituals” dari upacara tradisi pemakaman di Tanah Toraja sampai upacara Ngaben di Bali. Walau tradisi ini sudah banyak dikenal karena Bali dan Toraja adalah tempat wisata Indonesia yang tidak asing lagi, tradisi upacara ini selalu menarik karena sejarah dan filosofinya yang luar biasa. Walaupun temanya cukup sulit, presentasi dibawakan dengan Bahasa Indonesia yang fasih, cara yang menarik dan mudah dimengerti.

Kelompok kedua yang terdiri dari Michelle Toisuta, Marty Costin dan Hally Baker mempresentasikan hasil penelitian mereka dengan tema “Food Cultures & Adaptations”. Menurut mereka, makanan Indonesia yang terdapat di Sydney merupakan adaptasi dari makanan Indonesia asli. Kelompok ini juga membagikan buku kecil berisi resep masakan karya mereka dalam Bahasa Indonesia kepada para pengunjung, yang salah satunya adalah kue Pandan Flemmington. Sebuah capaian yang luar biasa kreatif!

Tim ketiga yang mempresentasikan tema “Student Life in Sydney” beranggotakan Dion Wiriahadi, Taliah Simbolon dan Jeremu Uy, mengetengahkan pentingnya dukungan keluarga dan partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti klub olahraga dalam beradaptasi dalam kehidupan di Sydney.

Tim terakhir yang menamakan kelompoknya “ Kekuasaan Laki-laki” yang terdiri dari Evan Jones (mahasiswa Kajian Indonesia, Hukum dan Sejarah) serta Aamir Aye (mahasiswa Kajian Indonesia dan Desain). Evan menampilkan metode penelitian mereka dengan bertema ‘Pondering of the Visibility of Indonesian Cultures in Sydney’ yang kocak dan interaktif, membuat suasana acara hidup. Penelitian yang dilakukan Evan dan Aamir menunjukkan bahwa pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia di Australia masih cukup kecil.

Decak kagum tamu undangan terus terdengar sepanjang acara yang berlangsung selama 1.5 jam ini dalam menyaksikan presentasi pelajar Australia dalam Bahasa Indonesia yang sangat fasih dan lancar, kreatif, juga menyenangkan. Banyak tamu yang merupakan penutur Bahasa Indonesia asli terharu melihat presentasi luar biasa yang dibawakan oleh para mahasiswa Australia yang tidak mempunyai latar belakang Indonesia, dan dibesarkan di Australia selama hidupnya.

Mereka tampil penuh percaya diri dengan Bahasa Indonesia yang fasih dan lancar. Menurut ibu Novi, semua presentasi yang dibawakan para mahasiswa adalah hasil dari upaya dan kerja keras mereka sendiri. Ibu Novi hanya memberi kuliah dan latihan Bahasa Indonesia serta pengarahan umum tentang budaya. Sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia bangga atas pencapaian ini.

Acara berikutnya adalah Pelantikan Pengurus Baru BBBI NSW yang dipandu oleh Bapak Tubagus Farih Mufti, Konsul Pensosbud KJRI Sydney. Beliau memperkenalkan Kestity Pringgoharjono sebagai Chair, Samantha Lim sebagai Sekertaris, Sisca Poeradiredja sebagai Ketua Program Budaya, Yoen Yahya sebagai Public Officer, dan Frans Simarmata sebagai Admin Sosial Media. Bapak Tubagus juga memperkenalkan Dewan Penasihat yang hadir di acara ini, yaitu Ibu Novi Djenar dari University of Sydney dan Ibu Lesley Harbon dari UTS. Pengurus baru yang bekerja secara suka rela ini berasal dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda seperti akademis, penerbit, seniman, professional dan diaspora.

Bapak Konsul Jenderal, Vedi Kurnia Buana, dalam kata sambutannya menyampaikan selamat kepada Pengurus BBBI NSW yang baru dan mengharapkan hubungan Indonesia dan Australia bisa dikuatkan melalui berbagai kegiatan Bahasa dan Budaya Indonesia.

Acara pelantikan kemudian disusul dengan peresmian dan peluncuran situs BBBINSW yang baru dan Smart Library Gramedia, fasilitas yang diberikan kepada member BBBINSW dan pengajar Bahasa dan budaya Indonesia di Australia secara gratis untuk membaca ratusan koleksi buku digital Gramedia. Keanggotaan BBBINSW terbuka luas bagi siapa saja di Australia. 

Sedikit mengenai sejarah singkat BBBI NSW

Pada tahun 2017 sebelum BBBI NSW terbentuk, berkumpulah para pengajar Bahasa Indonesia, diantaranya ibu Novi Djenar, ibu Esther Dharmanto, Bapak Steve Dharmanto serta ibu Ida Harsoyo yang sangat prihatin dengan rendahnya peminat Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di Australia dibandingkan Bahasa asing lainnya. Hal ini kemudian memacu semangat dan keyakinan untuk mempromosikan Bahasa dan Budaya Indonesia.

Maka pada tanggal 17 Agustus 2017, BBBI NSW diluncurkan di Wisma Indonesia oleh Bapak Yayan Mulyana, Konsul Jenderal yang menjabat saat itu dan ibu Lydia Santoso sebagai chairman. Tahun ini BBBI NSW menginjak tahun ke 5. BBBI NSW merupakan organisasi nirlaba yang merupakan salah satu mitra kerja Konsulat Jenderal RI dalam mempromosikan Bahasa dan Budaya Indonesia. 

Sebelum acara ditutup para hadirin menikmati makanan tradisional Indonesia dan dihibur oleh tarian Merak Ulin yang dibawakan oleh murid-murid Srikandi Dance Group pimpinan Sisca Poeradiredja. Semoga dengan terbentuknya pengurus baru dan tentu saja dengan kerjasama yang erat dari KJRI Sydney, BBBI NSW dapat lebih maju, sukses dan berhasil mengembangkan sayapnya dalam mempromosikan Bahasa dan Budaya Indonesia di Australia.

Sangat diharapkan dukungan dari semua lapisan masyarakat dan semua organisasi kemasyarakatan Indonesia di Sydney supaya mereka dapat bergabung dalam keanggotaan BBBI NSW. Jangan lewatkan kesempatan ini. Segera akses situs BBBI NSW di www.bbbinsw.org. Selain dapat mengikuti informasi terkini, anda dapat mengakses buku dan majalah elektronik gratis di program Smart Library Gramedia, yang terlaksana berkat dukungan Australia Indonesia Institute (AII) dan KBRI Canberra. [IM]

Penulis: Yoen Yahya

Previous articleMari Berbahasa Indonesia Hotel Facility
Next articleFGBMFI Indonesia ANZ Regional Convention 2022