Seminar Ketenagakerjaan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata SertaPeluang Usaha di Australia

28
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Awal Juni lalu, digelar Seminar Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Pelatihan, Pariwisata serta Peluang Usaha di Australia di Hotel Tamarin, Jakarta.

Seminar ini diprakarsai oleh Indonesia Working Group (IWG) yang berkedudukan di Sydney, dengan beberapa anggotanya antara lain Alan Gerungan (mantan GM Sales and Marketing Rick Damelian Automotive Group of NSW/Mantan Ketua Indonesian Community Council of NSW-Australia) selaku ketua Delegasi, didampingi George Hovan (Corporate Consultant and Lawyer pada Hovan Consulting), Tony Osmani (CEO Aston College Pty Ltd) dan Nel Varquez (Immigration Lawyer
pada My Migration Options).

IWG telah mendapat restu dari Konsul Jenderal RI di Sydney untuk mengeksplor lebih jauh potensi yang ada di Indonesia guna menyongsong peningkatan hubungan bilateral dan people-to-people contact antara kedua negara. Dalam pelaksanaannya di Indonesia IWG menggandeng DPP HP3KI (Himpunan Pimpinan Pendidik Pelatihan dan Kewirausahaan Indonesia).

Tercatat, peluang untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di bawah PM baru sangat besar karena secara tradisi dan historis Partai Buruh Australia lebih “bersahabat” dengan Indonesia. Atas dasar pemahaman itu, IWG berencana dan sedang melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan beberapa sektor seperti Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Pelatihan serta Pariwisata kedua negara.

Di bidang Ketenagakerjaan, Australia membutuhkan banyak sekali tenaga kerja asing. Tapi kendala yang dihadapi antara lain di bidang Bahasa Inggris. Pemerintah Australia menuntut calon tenaga kerja yang akan masuk pasar Australia selain profesional secara teknis juga harus dilengkapi dengan pengetahuan atau kecakapan Bahasa Inggris yang memadai (IELTS sesuai standar yang diinginkan Pemerintah Australia).

Kendala tersebut sedang dikoordinasikan dengan Kementrian terkait agar dapat memainkan peran yang lebih besar lagi dalam membantu calon tenaga kerja Indonesia. Selain itu, IWG juga sedang menjajaki kemungkinan kerjasama dengan IDP (Int’l Development Program), IALF dan British Council yang ada di Indonesia untuk membuat modul/kurikulum untuk meningkatkan pengetahuan Bahasa Inggris yang lebih spesifik (English for specific purposes) untuk peluang-peluang tersebut.

Artinya, seorang Chef atau Bartender bisa meningkatkan nilai IELTS mereka dengan mengikuti program English for Specific Purposes yang sudah di design khusus untuk peluang kerja tertentu. Jadi tidak perlu lagi mengikuti program General English yang akan memakan waktu lama.
[IM/Benny Benke]

Previous articleIndonesia Goes to School Disambut Antusias Murid Australia
Next articleMenuai Kebaikan Dengan Bersilaturahmi