Pertama Kalinya Pencak Silat dihadirkan Kepada Murid di Australia dalam Program Indonesia Goes to School

401
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

KJRI Sydney kembali menyelenggarakan program Indonesia Goes to School di sekolah Australia. Kali ini KJRI Sydney menyambangi sekolah Our Lady of Good Counsel di Forestville, NSW. Kegiatan di sekolah dasar kali ini agak berbeda dari biasanya, karena pada kegiatan kali ini untuk pertama kalinya Pencak Silat diperkenalkan melalui program IGTS kepada sekolah dasar di Australia (22/06/2023). Program ini diselenggarakan atas kerja sama KJRI Sydney, Our Lady of Good Counsel, Balai Budaya dan Bahasa Indonesia (BBBI) NSW, dan NSW Pencak Silat Association Inc.

Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI Sydney, Abdul Nazar, menyampaikan apresiasinya terhadap kepala sekolah serta guru Bahasa Indonesia di Our Lady of Good Counsel yang giat mengajarkan Bahasa Indonesia kepada para murid ditengah tren penurunan minat belajar terhadap Bahasa Indonesia di Australia selama dua dekade terakhir. Abdul Nazar menekankan bahwa mempelajari bahasa dan budaya Indonesia dapat memperkuat people-to-people connections kedua negara. ” Kali ini kami menyertakan pencak silat, salah satu warisan budaya Indonesia, sebagai salah satu bagian dari kegiatan ini, dan ini adalah yang pertama kalinya pencak silat turut disertakan di program IGTS sejak mulai diperkenalkan di sekolah dasar dan menengah di NSW, Australia” kata Nazar. “Tentunya kita semua berkeinginan, suatu hari pencak silat dapat menjadi salah satu extracurricular activities di Australia” harapnya.

Selaras dengan pernyataan Abdul Nazar, Kepala Sekolah Our Lady of Good Counsel, Paola Brannan, menyambut baik pelaksanaan program Indonesia Goes to School ini dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap KJRI Sydney atas penyelenggaran program tersebut dan berharap para murid bisa lebih mengenal Indonesia baik dari segi Bahasa, Budaya maupun Kesenian. Dengan program ini para murid dapat langsung merasakan pengalaman mulai dari berbicara langsung dengan native speaker maupun memperagakan seni dan budaya Indonesia yang selama ini telah mereka pelajari secara teoritis di sekolah.

Program Indonesia Goes to School diikuti kurang lebih 80 murid dari kelas 3 hingga kelas 4 yang terbagi menjadi 4 kelompok. Program ini terdiri dari 4 kegiatan yaitu: workshop angklung, story telling dengan dwi Bahasa, presentasi interaktif tentang Indonesia, dan demo Pencak Silat.

Pada kegiatan workshop angklung, para murid dengan antusias belajar dan mempraktikkan lagu “Twinkle Twinkle Little Star” yang dituntun oleh Satya Rizky, dari KJRI Sydney. Pada kesempatan ini para murid belajar cara dasar memainkan angklung dan juga mengetahui lebih jauh asal-usul alat musik angklung serta koneksitasnya dengan kehidupan budaya masyarakat Indonesia.

Tak hanya itu, murid-murid juga berkesempatan mengenal 9 fakta menarik tentang Indonesia, dari mulai tempat wisata, makanan, alat musik, sejarah, suku, hingga bahasa Indonesia. Dengan presentasi yang dibuat interaktif, para murid terlihat sangat antusias. Pada kesempatan yang sama para murid juga mendengarkan story telling tentang “Bawang Merah dan Bawang Putih” yang dibawakan oleh Sari Puspita Dewi, salah satu anggota Balai Budaya dan Bahasa Indonesia (BBBI) NSW. Story telling ini dikemas dengan dwi bahasa, sehingga para murid bisa sekaligus belajar kosa kata baru dalam bahasa Indonesia.

Keceriaan para murid juga terlihat di ruangan tempat berlangsungnya demo dan praktik gerakan Pencak Silat. Para murid dengan gerakan-gerakan kecilnya fokus mengikuti langkah dan gerakan pencak silat yang dipandu oleh anggota NSW Pencak Silat Association Inc, Ghazali dan Yun. Para murid terlihat kagum dan antusias karena ini pertama kalinya KJRI Sydney memperkenalkan pencak silat dalam rangkaian program Indonesia Goes to School. “Pada prinsipnya pencak silat selain sebagai sebuah seni dalam pertahanan diri, pencak silat juga mengandung unsur pendidikan mental serta nilai-nilai persahabatan” ungkap Ghazali.

Program Indonesia Goes to School disambut baik oleh murid-murid Our Lady of Good Counsel. “Terima kasih Pak/Bu” adalah kata yang kerap mereka ucapkan disertai dengan senyum yang lebar di setiap akhir sesi kegiatan.

Our Lady of Good Counsel merupakan salah satu sekolah dasar di Sydney yang memiliki program bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia diajarkan mulai dari taman kanak-kanak hingga Kelas 6. Perkembangan Bahasa Indonesia di Our Lady of Good Counsel tidak dapat dilepaskan dari dukungan penuh kepala sekolah serta dedikasi para guru, di antaranya Michaela Joseph, Natalie Cox dan Diana Weir. [IM]

Previous articleKomunitas yang beragam didorong untuk menjalani pemeriksaan HIV selama pekan tes
Next articleCultural Ambassadors: Indonesian Night Market Brings Indonesian Culture to Sydney