Pelajar Australia turut meriahkan HUT ke-78 RI

366
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Siswa Sekolah Menengah Atas Mc Arthur Anglican School (MAAS) NSWAustralia ikut meriahkan peringatan HUT ke-78 RI yang berlangsung di Wisma Indonesia pada pukul 10.00 pagi waktu Sydney bersama-sama dengan ratusan komunitas dan diaspora Indonesia lainnya. Keikutsertaan mereka tidak terlepas dari peran dan kontribusi sekolah MAAS dalam turut mempromosikan bahasa Indonesia di Australia.

Hingga saat ini MAAS mengajarkan bahasa Indonesia sebagai salah satu pelajaran bahasa asing di sekolahnya. Tercatat tidak kurang dari 100 murid yang mengambil bahasa Indonesia sebagai pilihan bahasa asing di sekolah ini.

Seusai prosesi upacara bendera, para siswa juga berkesempatan untuk mengikuti acara ramah tamah dan berbaur dengan peserta lainnnya. Pada acara ramah tamah ini dilakukan pemotongan tumpeng oleh Konjen RI Vedi Kurnia Buana. Acara Pemotongan tumpeng ini menarik perhatian para siswa karena unsur budaya yang terkandung didalammnya.

Asti Blake, salah satu guru yang mendamping para siswa, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada KJRI Sydney yang telah memberikan kesempatan kepada siswa MAAS untuk dapat mengikuti jalannya upacara. Menurut Asti, peristiwa ini sangat berkesan bagi siswa MAAS karena dapat menyaksikan dan mengikuti langsung jalannya upacara HUT RI yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI Sydney.

Antusias dan keinginan siswa untuk dapat mengenal lebih jauh mengenai Indonesia dapat terlihat saat mereka mengikuti seluruh prosesi peringatan mulai dari pelaksanaan upacara bendera sampai pada kesempatan mencicipi kuliner khas Indonesia seperti bakso, rendang, telor balado dan makanan khas lainnya yang disajikan pada momen ramah tamah.

Ryan Watson, salah satu siswa yang hadir mengungkapkan kesukaannya terhadap masakan rendang dan sering berkunjung ke salah satu rumah makan padang di seputaran Sydney. “Enak sekali, diantaranya semuanya, saya paling suka rendang,” kata Watson singkat.

“Begitu sukanya dengan masakan rendang, dia sering mengunjungi salah satu warung padang di pusat kota Sydney, padahal perjalanan bisa mencapai satu setengah jam perjalanan berkendara dari rumahnya,” timpal Asti. KJRI Sydney terus aktif membangun kerja sama dan kedekatan dengan sekolah-sekolah di NSW yang mengajarkan bahasa Indonesia, termasuk MAAS.

KJRI sydney telah dua kali menyelenggarakan kegiatan Indonesia Goes to School (IGtS), Flagship Program KJRI Sydney, ke sekolah ini untuk mempromosikan bahasa, seni dan budaya Indonesia.

Di kesempatan yang sama, siswa lainnya juga mengungkapkan kegembiraanya. “Meski belum pernah ke Indonesia, tapi dengan hadir di sini, saya seperti sudah pernah ke Indonesia.” ujarnya dalam bahasa Indonesia.

Upacara bendera KJRI Sydney dipimpin oleh Konjen RI, Vedi Kurnia Buana dan diikuti oleh sekitar 200 lebih peserta dari Warga Negara Indonesia dan diaspora di Sydney.

Dalam kesempatan ramah tamah, Konjen Vedi meminta masyarakat dan diaspora Indonesia di NSW untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta memelihara tali silaturahmi. Konjen Vedi juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap mereka, karena meski berada jauh di negeri orang, namun kecintaan terhadap tanah air tidak pernah pupus.

“Hari ini kita meluapkan kegembiraan kita untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Mari kita bersatu dan bergandeng tangan untuk turut berkontribusi dalam upaya mewujudkan terbentuknya bangsa yang maju, sejahtera dan berkeadilan.” Kata Konjen Vedi.

Kepada siswa MAAS yang sedang belajar Bahasa Indonesia, Konjen RI berpesan agar dapat berperan menjadi pelopor dalam menjaga hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia khususnya NSW. “Kalian semua adalah masa depan Australia”. Ujar Vedi menutup sambutannya. [IM]

Sumber foto – KJRI Sydney

Previous articlePeringati HUT ke-78 RI: Bendera Merah Putih Berkibar di Museum Maritim National Australia
Next articlePembeli rumah pertama dengan deposit rendah sekarang memiliki ekuitas $82,000