Pecolongan, Membersihkan Bayi Setelah 42 Hari Lahir

16
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Menggelar upacara tradisional di negara orang tidaklah mudah. Tetapi hal itu bagi Mangku Nyoman Budi sangat penting untuk dilaksanakan. Apalagi si jabang bayi adalah cucunya sendiri yang lahir di Australia.

Upacara digelar pada Jumat 29 Oktober, bertepatan dengan cucu kedua yang diberi nama I Made Prince Arjuna Budi berumur 42 hari. Gelaran itu disebut Upacara Pecolongan. Sebuah upacara ritual yang dilakukan 42 hari setelah kelahiran bayi. Bayi Arjuna lahir 18 September dari pasangan Putu Denny Budi dan Ni Wayan Ayu Puspawati.

“Pelaksanaan upacara Pecolongan ini untuk cucu saya kedua Arjuna yang lahir di Sydney. Cucu pertama Aura kebetulan lahir di Bali. Untuk menggelar upacara ini cukup mengalami kesulitan dalam memenuhi Banten atau sesaji karena sulit untuk ditemukan. Misalkan harus ada ayam jantan dan betina yang masih hidup. Tapi syukur terpenuhi,” ujar Mangku Nyoman Budi usai upacara.

Di Australia, tidak dengan mudah memelihara unggas atau hewan lainnya di pekarangan rumah. Memelihara hewan ditata dengan undangan-undang. Selain ayam untuk memenuhi persyaratan Banten memerlukan beberapa hewan lainya, diperlukan katak dan belalang. Meski dengan susah payah, akhirnya terpenuhi.

Upacara digelar di Pondok atau tempat sembahyang di 37 Godfrey Street, Penshurst, Sydney NSW. Dilaksanakan secara sederhana yang hanya diikuti anggota keluarga dan sahabat keluarga. Meski sederhana, persyaratan Banten dilakukan secara maksimal. Beberapa perlengkapan didatangkan dari Bali.

“Untuk persiapan upacara cucu saya ini, Banten atau sesaji memerlukan waktu satu minggu. Inilah adat Hindu Bali yang harus dilakukan,” tambah si nenek Kartini, yang akrab dipanggil Bu Mangku.

Upacara Pecolongan disebut juga Pekambuhan. Merupakan prosesi penyucian tahap kedua terhadap bayi setelah Upacara Penelahan, cuplak puser (Jawa). Setelah Upacara Pecolongan, ibu dan bayi boleh melakukan aktifitas seperti biasa. Sebelumnya, selama 42 hari ibu dan bayi tidak boleh keluar rumah. Termasuk tidak boleh ke dapur.

“Pekambuhan atau Pecolongan artinya bangkit kembali atau reinkarnasi yaitu kelahiran sang roh kembali ke dunia. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pada dasarnya suci karena berasal dari Hyang Maha Suci,” tutur Mangku Nyoman Budi.

Ia juga memaparkan, kesucian yang dibawa lahir ini, lambat laun akan dipengaruhi oleh kekuatan maya Sang Hyang Widhi sehingga menjadi kotor. Dan kotoran tersebut akan diikat dalam karma wasana. Oleh karena itu kesucian dirinya harus tetap dipertahankan selama hidupnya dengan upacara penyucian sesuai ajaran Catur Yoga dimana tujuan akhir dari kehidupan adalah mencapai kesucian. Yaitu kembali ke hadapan Yang Maha Suci. [IM]

Previous articleKERJASAMA AUSTRALIA-INDONESIA 
Next articlePerusahaan Australia Sepakat Berdagang dengan Perusahaan Indonesia pada Trade Expo Indonesia (TEI) Digital Edition 2021