Nasihat Para Perempuan Petualang Tentang Traveling Sendirian

135
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Keamanan adalah poin utama dalam traveling. Terutama kalau yang jalan-jalan adalah perempuan. Nah, ke-31 perempuan ini membuktikan bahwa tip yang mereka pakai menjadikan jalan-jalan menjadi “me-time” terbaik. Cobain, deh!

Kristin Addis dari adalah perempuan muda dari Southern Carolina yang meninggalkan pekerjaannya dan menjual semua hartanya demi satu hal: traveling ke penjuru dunia sendirian. Hanya berbekal backpack, Kristin mulai menjelajahi tempat demi tempat dan menuliskan pengalamannya sejak September 2012.

Menurutnya, setiap perempuan sudah memiliki kemampuan untuk menjaga diri saat bepergian. Supaya lebih “aman”, Indomedia mencari tahu tip dari 30 perempuan lainnya yang direkomendasi oleh Kristin untuk jalan-jalan sendirian dengan aman.

Percaya Intuisi Diri

1. “Kesopanan sama pentingnya dengan keamanan. Kita tahu bahwa dunia pasti menjadi tempat yang lebih baik jika semua orang penuh perhatian dan baik hati. Cewek biasanya lebih percaya instingnya karena nggak mau dibilang tak sopan dan dicap “overreacting.” Kita harus percaya pada intuisi, stop khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan, bersikaplah ramah saat diberi tahu, dan selalu pilih main aman.” – Katie, Domestiphobia

2. “Sangat penting memercayai instingmu. Kalau ada yang memberitahumu bahwa itu nggak boleh, pasti memang nggak baik. Hal itu nggak pernah meleset buatku.” – Milou, Explorista

3. “Kalau kamu sudah merasa situasinya sudah nggak nyaman, langsung cabut!” jelas Aleah, Solitary Wanderer. Ia belum selesai. “Pastikan kamu selalu memiliki pilihan akomodasi dalam rencana. Tulis di kertas alamat hostel-hostel terdekat sehingga kamu selalu punya pilihan kalau akomodasi pertama gagal total.”

4. “Selalu terbuka akan pilihan positif dan jangan berasumsi bahwa semua orang akan membantumu”, papar Dyanne, TravelinLass. “Sejujurnya, saya jarang sekali berpikir tentang ‘keselamatan’ karena pada umumnya saya bertemu dengan orang-orang yang ramah dan suka membantu. Tapi, kondisi bahaya biasanya berasal dari jalan sendirian setelah gelap.”

Tetap Awas dan “Low Profile”

5. “Salah satu tip favoritku: sembunyikan uang tunai dengan cara digulung erat dan masukkan ke dalam aplikator tampon bekas yang tidak terpakai. Masukkan kembali ke dalam boks tampon. Jarang copet mengincar boks tamponmu!” – Sonja, Breadcrumbs Guide

6. Sofie, Wonderful Wanderings menambahkan, “Jangan pamer barang berhargamu. Sembunyikan atau tinggalkan di rumah.”

7. “Aku nggak pernah dengerin musik pakai earbuds kalau lagi jalan-jalan karena membuatku menjadi kurang awas dengan sekitar.” – Eva, Eva Explores

8. “Aku sangat menyarankan untuk berjalan tegak dan kepala terangkat tinggi, dan melihat langsung mata orang yang berbicara denganku langsung. Latihanlah berjalan seperi seorang pria.” – Abi, Inside the Travel Lab

9. “Pastikan kamu mengerti cara kerja penipuan-penipuan yang populer dan masalah-masalah di tempat yang akan kamu datangi. Berjaga-jaga lebih baik daripada berakhir konyol.” – Kasha, Lines of Escape

10. “Hati-hati dengan minuman beralkohol. Nggak apa kalau hanya seteguk, tapi jangan pernah sampai mabuk di negeri orang karena mengundang bahaya besar.” – Inma, A World to Travel

11. “Berpakaian yang tidak menarik perhatian menyelamatkan hidup kita. Cari tahu pakaian perempuan apa yang sesuai dengan kondisi setempat. Sesuaikanlah dengan budaya dan nilai yang dianut.” – Lyndsay Cabildo

12. “Saat naik taksi, taruh semua barang bersamamu di bangku belakang sehingga dapat mengontrolnya dengan mudah, kalau-kalau kamu harus keluar dengan cepat,” demikian penjelasan Stacey, One Travels Far.

Ngobrol dengan Orang Setempat

13. “Aku selalu mengambil walking tours di mana pun aku berada di tempat baru. Walking tours memberikanku gambaran kota dan membantuku tak mudah tersesat.  (Soalnya aku sering tersesat). Pemandu tur biasanya memberikan tip tempat-tempat yang harus dihindari.” – Britany

14. Kombinasikan kesenangan dan keamanan dengan tip dari Kristin, Souvenir Finder: “Aku ambil kursus untuk bertemu orang lokal (atau yoga, gym, dll.).” Orang lokal dapat memberikan ide-ide bagus soal tempat yang harus didatangi dan dihindari, plus mereka sering menawarkan diri untuk mengantar.

15. Kamu sudah punya kontak dengan teman atau kenalan di negara yang akan kamu kunjungi? Tanyakan mereka di Facebook atau tanya orang lokalnya langsung. Eva, Trevallog bercerita, “Saat saya traveling sendirian di New Delhi, saya bertanya kepada seorang teman dari Tibet apakah dia kenal seseorang di kota itu yang bisa saya ajak ngobrol. Ternyata dia punya sepupu disana! Saran saya, buat perempuan yang travel sendirian di kota yang kira-kira tidak aman, carilah teman yang punya kenalan baik di kota itu.”

16. “Dari pengalaman saya, wanita selalu menjaga wanita. Saya bepergian sendirian, dan wanita lokal sering kali sangat membantu. Ketika saya bertemu wanita-wanita ini, saya tidak lagi sendirian.“ – Teresa, Independent Travel Help

Transit Aman dan Nyaman

17. “Jika saya harus bepergian setelah gelap, biasanya saya mendekatkan diri pada pasangan atau keluarga. Triknya begini: kasih mereka senyum ramah supaya mereka nggak menyangka yang macam-macam. Kamu nggak akan jadi target jika bersama orang lain. Kalau kamu merasa diikuti, masuklah ke sebuah hotel atau restoran terdekat. Di tempat-tempat ini biasanya ada orang bisa bicara dalam bahasa Inggris dan mereka sangat senang dapat membantu.” – Stephanie, Travel Break

18. Tip lainnya adalah tahu kapan harus boros dan hemat. Setelah mengalami pengalaman buruk di Hong Kong, Shing, The Culture Map berkata, “Jangan pelit adalah motto baru saya setelah bermalam di tempat yang murah sendirian.”

19. Berlaku untuk taksi juga, saya biasanya selalu pakai Uber di Afrika Selatan (atau negara lainnya), karena taksi biasanya dikelola oleh gangster. Aplikasinya otomatis melacak keberadaan si pengemudi dan kamu bisa share ke orang lain. Bagusnya lagi, semua pembayaran via daring atau kartu kredit. Jadi, tak ada transaksi uang tunai.” – Becky, The Girl and Globe.

20. ‘Kamu nggak ada SIM Card untuk menggunakan Uber? Carilah supir taksi yang sedang mengantuk atau kurang minat bawa penumpang karena biasanya mereka tak punya niat jahat!” – Manouk, Bunch of Backpackers

21. “Hindari traveling dengan kereta/bus/taksi di malam hari kalau bisa. Aturlah waktu supaya bisa sampai di tempat tujuan saat masih siang/sore. Tak hanya kamu akan merasa lebih tenang dan awas karena masih dapat melihat sekitar dengan jelas, juga masih banyak orang, yang memberikan rasa aman.” – Cailin, Travel Yourself

22. “Saya selalu menuliskan nama, alamat, dan nomor telepon penginapan saya di kartu nama yang tersedia di front desk/concierge untuk antisipasi kalau-kalau saya tersesat atau berada di taksi dan tidak dapat berkomunikasi dengan pengemudinya.” – Arnette, RTW Girl

Don’t Leave Home Without These

23. “Bawalah uang “umpan” di dalam dompet palsu. Simpan tunai di bra/dompet ikat pinggang/di mana pun yang rahasia. Kalau kamu dipalak dan kamu nggak pegang uang sama sekali, mereka bisa marah dan bertindak jahat terhadapmu. Aku selalu simpan uang kecil di “dompet” agar terhindar dari kekerasan.” – Rease, Indecisive Traveler

24. Di banyak negara, umumnya di Eropa, membawa semprotan air cabe dianggap senjata yang tersembunyi. Untuk menyiasatinya, bawa saja semprotan obat nyamuk, demikian Lucy, WanderLuce. “Gunakan botol hairspray mini untuk mengganti botol semprotan air cabe.”

25. “Bahaya datang karena ada kesempatan. Jadi, penting sekali kamu tahu posisi kamu ada di mana. Saya biasanya membawa alarm keamanan pribadi yang akan berbunyi kencang kalau saya tarik. – Britt, Roam to Wonder

26. “Saya membawa senter kecil di sepatu. Kalau ada keadaan darurat, saya pasti akan lupa untuk bawa senter. Tapi, kan saya nggak lupa pakai sepatu!” – Leyla, Women on the Road

 

Tetap Terhubung

27. “Selagi bepergian, nggak mesti setiap hari juga kita mengontak keluarga di rumah. Tapi, alangkah baiknya jika kita secara teratur memberi info kepada mereka lewat media saja. Apakah itu update status di media sosial atau telepon langsung. Hal ini pastinya juga akan membuat mereka merasa tenang.” – Edna, Expat Edna

28. “Kasih tahu orang lain, yang terdekat, rencana perjalananmu. Biasanya saya mengirim rencana perjalanan saya ke beberapa orang lewat surel, dan memberitahu mereka jika ada perubahan rencana.” – Valen, Travel Scamming

Dan Yang Terpenting…. Enjoy!

29. “Kadang, kamu butuh sendirian. Kesendirian diperlukan supaya merasa damai dan dapat berpikir jernih. Kadang, hal ini hanya bisa terjadi jika kamu benar-benar sendirian. Kadang, kamu butuh ngobrol dengan dirimu sendiri, mendengarkan diri sendiri, dan pergi meninggalkan kesibukan dan tekanan yang datang dari rutinitas. Nikmatilah saat-saat kesendirianmu. Ambillah waktu dan lakukan apa yang perlu kamu lakukan. Berjalan-jalanlah (di siang hari), sendirian saja. Ngopi sendirian di kafe. Pergilah ke museum. Atau, lakukan sesuatu yang penuh petualangan. Apa saja bentuknya. Cobalah tidak ngobrol dengan orang lain. Hanya kamu dan dirimu sendiri. Kamu akan tahu bahwa sebenarnya, masa-masa terbaikmu adalah kamu dan dirimu sendiri.” – Yvonne, Just Travelous

Saya harap ke-29 saran jalan-jalan sendirian dengan aman dari para pakar solo traveling di atas dapat membantu Anda mendapatkan pengalaman yang aman dan penuh percaya diri. Kalau Anda masih perlu diteguhkan, saya punya tip ke-30 dari seorang female solo traveler:

30. “Ingatlah bawah ada jutaan perempuan yang melakukan perjalanan sendirian dan sangat menikmatinya.- Kristin Addis

 [IM]

Please follow and like us:
error