Indonesian Street Food and Fashion Festival di Brisbane

161
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Australian Indonesian Culture and Welfare Association Incorporated (AICWAI) menggelar kegiatan bertajuk “Street Food & Fashion Festival” pada Sabtu, 24 April 2021 di Multicultural Hub Annerley, Brisbane, Queensland. Festival yang didukung oleh Pemerintah Australia ini dihadiri oleh wakil-wakil dari Pemerintah Queensland dan pemimpin-pemimpin multikultural.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Australian Indonesian Culture and Welfare Association Incorporated (AICWAI) menggelar kegiatan bertajuk “Street Food & Fashion Festival” pada Sabtu, 24 April 2021 di Multicultural Hub Annerley, Brisbane, Queensland. Festival yang didukung oleh Pemerintah Australia ini dihadiri oleh wakil-wakil dari Pemerintah Queensland dan pemimpin-pemimpin multikultural.

Acara dibuka dengan Acknowledment to Country dan doa. Kemudian Ibu Vera Pottinger selaku Presiden AICWAI sekaligus ketua komite penyelenggara acara memberikan sambutan selamat datang kepada semua yamg hadir.

Acara dilanjutkan dengan protokol oleh Mc Lewis Lee OAM, pidato oleh Ms. Leanne Linard MP selaku Minister for Children and Youth Justice and Minister for Multicultural Affairs, Senator Paul Scarr Senator for Queensland, Graham Perret MP selaku Deputy Chair of Parliamentary Joint Committee on Human Rights. 

Juga sambutan dan dukungan dari diverse community, seperti Mr. Surendra Prasad OAM. Semua tamu undangan yang hadir merupakan mitra kerja AICWAI baik di kancah multikultural selama bertahun tahun dan selalu mendukung acara kultural AICWAI. 

Bapak Moh. Syarif Alatas, selaku Deputy Chief of Mission, KBRI Canberra turut memberikan dukungan pada acara ini secara daring dari Canberra. Dalam video sambutannya, beliau menuturkan bahwa festival ini menjadi ajang dalam meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Australia di bidang kebudayaan.

Vera mengaku sangat senang dapat memperkenalkan dan menampilkan beragam budaya Indonesia terutama dalam hal kuliner dan fashion kepada warga Queensland, khususnya Brisbane. Jajanan pasar dihidangkan dalam nampan kayu berbalut daun pisang yang terdiri dari kue tampah manis dan asin. Setiap tamu yang hadir berkesempatan mencicipi jajanan pasar tersebut. 

Tak hanya itu, acara utama pun dimeriahkan oleh para model kebaya dan baju adat nasional Indonesia, seperti TEBU yang khusus menampilkan baju-baju etnik dan batik high end dan Multicultural Fashion.

Para model dengan antusiasnya memeragakan berbagai jenis baju adat mulai dari Baju Kurung Traditional Melayu, Endek dan Kain Bali, Baju Adat Abdi Dalem lengkap dengan keris dan Bali, Kebaya Traditional hingga Kutubaru modern. Tak hanya diperagakan oleh orang dewasa, peragaan busana ini pun ditampilkan oleh anak-anak dan balita dengan balutan baju tradisional Indonesia yang beragam.

Para tamu juga dihibur dengan penampilan musik dangdut dari penyanyi asal Malaysia.

Tidak hanya fashion dan pameran kuliner, AICWAI juga mendukung kegiatan yang mempromosikan kesehatan mental untuk komunitas, dengan menampilkan pertunjukan Taekwondo dan Martial Arts. 

Australia termasuk negara dengan tingkat keberagaman budaya yang tinggi, dengan adanya festival ini warga Australia dan masyarakat Indonesia yang ada di Australia berbaur menikmati kudapan dan peragaan busana khas Indonesia. Tak hanya warga Australia, komunitas Indonesia di Queensland pun menyambut baik acara ini terutama mereka yang rindu akan hidangan nusantara. [IM/Nova]

Previous articleITPC Sydney Promosikan Kopi dan Batik Indonesia
Next articleGema Ramadan Di Sydney