DUNIA WASPADA VIRUS ZIKA

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Fenomena Zika menyebar dengan cepat sejak pemerintah Brazil melaporkan adanya bayi-bayi yang lahir dengan mikrosefali. Efek media yang menampilkan gambar-gambar bayi dengan lingkar kepala yang mengecil seolah memperkuat kehadiran virus yang disebut-sebut sangat berbahaya untuk ibu hamil tersebut. Dalam temuan di Brazil yang diketahui sebagai salah satu kota Amerika Latin itu, terdapat peningkatan signifikan kasus bayi yang lahir dengan cacat mikrosefalus.

Berdasarkan data hingga Desember 2015, di Brazil secara keseluruhan ditemukan kasus Zika hingga ribuan dengan 500 lebih kasus diderita oleh ibu hamil. Dari angka tersebut ditemukan 150 kasus ibu hamil yang akhirnya melahirkan bayi dengan cacat mikrosefalus. Dari pemberitaan CNN, secara total diperkirakan ada peningkatan bayi dengan mikrosefalus hingga 4000-an kasus sepanjang tahun 2015 hingga Januari 2016. Meski memang belum terbukti secara ilmiah adanya hubungan antara microcephaly dengan virus Zika, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

Bahkan, muncul rekomendasi agar para wanita di Amerika Latin untuk sementara waktu menunda kehamilan. Setelah banyak masyarakat dunia, termasuk Indonesia dihebohkan dengan wabah Zika ini, masih ada masyarakat yang bertanya-tanya apa sebenarnya virus Zika itu. Zika adalah sebuah virus yang proses penularannya melalui media nyamuk Aedes Aegypti. Ia masih satu family dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya. Virus Zika termasuk dalam golongan flavivirus, dan memiliki kekerabatan yang dekat dengan virus dengue. Dalam beberapa riset, ada yang menaruh kecurigaan akan adanya kemungkinan penyebaran virus ini di luar media nyamuk, seperti misalnya melalui proses transfusi darah dan juga hubungan seks. Dugaan ini masih belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Virus ini pertama kali ditemukan di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Saat ditemukan, virus ini menjangkiti kera yang berada di hutan tersebut. Di tahun 1948, virus ini ditemukan mengindap di dalam nyamuk Aedes Aegypti. Dan di tahun 1954, virus ini pertama kali menginfeksi tubuh manusia, dan menyerang sejumlah populasi manusia di kawasan Afrika secara meluas. Ada warga negara Nigeria pun ikut terjangkit virus ini. Semenjak itu, Zika kemudian diketahui mulai menyebar ke daerah Timur pada tahun 2014 melintasi Samudera Pasifik menuju polinesia Perancis.

Tahun 2015, Zika mulai menyebar hingga Pulau Paskah hingga Amerika Tengah, Karibia, hingga Amerika selatan. Seiring dengan perkembangannya, virus Zika berkembang dan menyebar serta menginfeksi ke dalam tubuh manusia hingga lebih dari 20 negara yang berada di benua Amerika khususnya pada daerah-daerah tropis. Hingga Januari 2016, virus yang menyebar melalui nyamuk ini telah menyebar ke 20 negara di kawasan Amerika Selatan. Bahkan, virus Zika yang ditemukan di negara di kawasan tersebut sekarang mengancam akan meluas ke Amerika Serikat.

Tidak hanya Amerika, Professor Laura Rodrigues, dari Brazilian Academy of Sciences dan London School of Hygiene and Tropical Medicine berpikir terdapat kemungkinan nyata bahwa nyamuk Aedes Aegypti akan kembali menginfeksi Asia. Diperkuat dengan temuan yang terjadi juga di Asia selain Amerika. Mereka memperkirakan virus Zika akan terus menyebar dan kemungkinan akan mencapai semua negara dan wilayah kawasan di mana nyamuk Aedes ditemukan. Dan seperti kita tahu, nyamuk Aedes Aegypti banyak terdapat di Indonesia karena Indonesia adalah negara tropis.

Karena penyebarannya sama-sama berasal dari nyamuk Aedes Aegypti, beberapa pakar melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Keduanya sama-sama diawali dengan demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat. Beberapa kesamaan sebagai gejala awal membuat penyakit ini diidentifikasi secara keliru dengan penyakit demam berdarah. Namun sebenarnya terdapat beberapa gejala khas yang bisa membedakan keluhan infeksi Zika Virus dengan penyakit demam berdarah.

Beberapa tanda khusus tersebut antara lain demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius, dan cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi. Muncul beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul. Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan. Kadang warna sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

Sampai saat ini belum ada vaksin spesifik untuk virus Zika yang tersedia. Mencegah dari gigitan nyamuk yang di dalam tubuhnya adalah cara menghindari infeksi virus ini. Salah satu langkahnya dengan mengurangi sumber kembang biak nyamuk serta mengurangi kontak dengan hewan ini. Bisa dengan menggunakan obat nyamuk, pakaian yang melindungi sebagian besar tubuh dan sebaiknya berwarna terang, atau tidur menggunakan kelambu. Membersihkan ember, pot bunga, bak, serta tempat-tempat lain yang berpotensi jadi tempat hidup nyamuk berperan besar mengurangi risiko terinfeksi.

Selain pencegahan dengan cara-cara tersebut, penanganan paling efektif menghadapi penyebaran virus Zika adalah dengan meningkatkan asupan vitamin A, B, C, dan E di dalam tubuh untuk memicu sistem kekebalan tubuh agar membentuk perlawanan alami terhadap virus Zika. Memanfaatkan ramuan herbal juga bisa dijadikan cara untuk mencegah virus Zika. Salah satu ramuan herbal yang banyak diminum orang adalah Noni Juice. Noni juice memiliki fitonutrien yang paling ampuh serta antioksidan yang aktif melawan radikal bebas.

Buah Noni (morinda citrofolia) atau dalam bahasa Indonesia lazim dikenal dengan sebutan buah mengkudu merupakan salah satu buah yang dipercaya berbagai suku bangsa di dunia untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Noni telah digunakan secara tradisional oleh penduduk Kepulauan Pasifik sejak ribuan tahun yang lalu untuk membantu penyembuhan berbagai masalah kesehatan. Sebuah riset ilmiah yang dilaksanan pada Burns School of Medicine di University of Hawai mengungkapkan bahwa Noni Juice mengandung zat yang kaya polisakarida terbukti ampuh meningkatkan aktivitas sel-sel darah putih untuk menyerang virus. Dengan meminumnya secara rutin, kekebalan tubuh anda akan dioptimalkan untuk melawan berbagai serangan infeksi, termasuk infeksi virus Zika.

Please follow and like us: