Stick Collective

89
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Encouragements For Creatives

Tidak ada yang menyangka kalau Covid-19 pandemik ini akan menjalar begitu luas dan bertahan begitu lama. Sudah satu tahun lebih berlalu dan masih kita rasakan pengaruh dari pandemik ini. Tentunya kita sebagai pekerja, pemberi jasa maupun pengusaha merasakan tamparan virus ini dan terpaksa harus berinovasi. Dari yang awalnya menawarkan produk, mungkin harus berevolusi untuk menawarkan jasa, bisa juga sebaliknya. 

Di artikel ini, kita menyambut kembali our (or my) favourite creative couple,
Albert dan Lidya, yang akan bercerita mengenai perjalanan mereka melalui tahun
2020 dan pentingnya kreativitas dalam melaluinya!

Hi, semua! Apa kabar? Pertama-tama, terima kasih untuk Indomedia yang selalu
membuka kesempatan bagi para kreatif untuk berbagi dan bertukar pikiran.
Saya dan Lidya secara pribadi berharap bisa berbagi cerita untuk orang Indonesia
yang tinggal di Australia, terutama anak-anak bangsa yang penuh talenta. 

Tidak terasa, satu bulan sudah berlalu. Rasanya baru kemarin kita merayakan Tahun
Baru 2021. Tahun 2020 (dan mungkin 2021) adalah tahun yang sulit buat kebanyakan kita. Namun demikian, era pandemi ini juga memberikan momen sukacita juga buat
kami berdua. Contohnya, ketika kami menikah di tahun 2020 walaupun keadaan seperti tidak mendukung. Tetapi, hari ini, kami lebih mau berbagi di area pekerjaan/ bisnis

Untuk para pembaca yang mengenali kami dari kolom kreatif Indomedia sebelumnya, mungkin ingat bisnis/proyek yang kami bangun di tahun 2019. Nama brand kami adalah “Stick”. Ada yang bertanya arti nama itu; apakah kami menjual “tongkat”, yang artinya stick dalam Bahasa Inggris? Tidak sedikit pula tebakan yang membuat kami tertawa.

Awalnya, kami menjual physical goods, seperti prints (lukisan), baju, dan tote bags (tas). Lukisan yang kami buat penuh dengan arti yang unik. Lukisannya sendiri sangat sederhana karena kami menggunakan Line Art. Jadi, kalau ada yang ingin tahu alasan di balik nama “Stick”, itulah jawabannya; karena kita suka dengan produk-produk minimalis dan design yang kami buat itu simpel. “A stick is very simple, it’s just a stick,” pikir kami.

Di tahun 2019, kami meluncurkan proyek ini dengan slogan “Stick to what matters”.
Kami suka sekali bermain dengan kata. “Stick” sendiri punya banyak arti, salah satunya kami pakai di slogan itu. Fast forward di tahun 2020, pandemi mulai membuat banyak orang kesulitan ekonomi, bahkan sekadar untuk bertahan hidup.

Tanpa kami sadari, pesan slogan itu adalah untuk kami juga. Siapa yang tahu bahwa di tahun 2020 kami akan semakin dekat dengan keluarga. Walaupun pendapatan menurun, tapi kami belajar untuk melihat ke hal-hal yang baik dan positif. We stick to what matters.

Walaupun penjualan produk kami lumayan, pengiriman barang tidak mudah dan biaya produksi tidak murah. Untuk proyeknya sendiri, brand ini telah berevolusi menjadi sebuah studio dengan nama “Stick Collective”, di mana kami bisa berkolaborasi dan menghasilkan
ide-ide dan produk digital yang bermanfaat untuk membantu
brand-brand lokal. Ini sekaligus
untuk membagikan pesan positif
di dalam slogan “Stick to what matters” yang masih akan kami pakai.

Inti dari sharing kami hari ini adalah “Stick to what matters”. Tahun 2021 ini, mungkin bisa menjadi tahun terbaik atau terburukmu. Tapi, terkadang pembelajaran di tahun itulah yang paling penting. It depends on how you see it. Kalau ada teman-teman yang gagal dalam pekerjaan atau bingung mau memulai atau tidak, atau mungkin kesulitan dalam hidup yang terlalu banyak, jangan menyerah. Itu semua hanya sebuah musim. Kalau sudah bekerja keras pasti tidak akan sia-sia. Fokus saja ke hal-hal yang penting dan berarti. Semangat! 

Itu saja dari kami. Terima kasih, ya. [IM]

Albert & Lidya 

Stick Collective: @stickcollective di Instagram
Albert: @albert.s
Lidya: @lidyanada

Product Photography Examples:

Previous articleNominasi Dibuka Untuk Australia Indonesia Awards 2021
Next articleProgram Perdana IWINA (Indonesian Women Islamic Network of Australia) Tahun 2021 Oleh Yoen yahya