Siswa Canberra Girls Grammar School Antusias Belajar Gamelan di KBRI.

51
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah pelajar Canberra Girls Grammar School (CGGS) yang datang untuk mempelajari Gamelan Jawa
dan Bali melalui lokakarya (workshop) di Balai Budaya Indonesia, Selasa (10/5).

Dipandu instruktur Gamelan Bali sekaligus Staf KBRI Canberra, I Gede Eka Riyadi, para siswa diperkenalkan dengan ragam instrumen yang terdapat dalam Gamelan Bali dan diajarkan bagaimana cara membunyikan instrumen. Selanjutnya, mereka mempraktikkan nada-nada sederhana yang diajarkan Gede.

“Mereka bersemangat mencoba gamelan Bali, dan karena mereka sudah memiliki dasar-dasar bermusik yang baik di sekolah, mereka pun tidak terlalu kesulitan untuk mengikuti workshop ini,”
tutur Gede. Dalam kesempatan ini, siswa juga diajari teknik dan struktur gamelan Bali serta bermain satu lagu tingkat dasar yaitu “Tabuh Gilak”.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Mukhamad Najib, tujuan utama kunjungan para siswa sekolah umumnya ingin mengenal budaya Indonesia melalui berbagai alat peraga yang terdapat di Balai Budaya Indonesia.

“Kedatangan mereka ke Balai Budaya Indonesia menunjukkan antusias mereka terhadap Indonesia.
Ini kesempatan bagi kita untuk membuat daya tarik Indonesia semakin nyata di mata siswa-siswa Australia. Lebih lanjut diharapkan nantinya mereka suka dan mau berkunjung ke Indonesia,” harap Najib.

Guru CGGS, Christina Hopgood menjelaskan bahwa muridnya memang wajib belajar berbagai kesenian seperti teater dan musik, khususnya musik barat. “Selama ini, murid-murid banyak belajar musik barat. Kita ingin memperkenalkan musik tradisional Indonesia seperti Gamelan Bali dan ternyata mereka suka dan antusias mengikuti lokakarya ini,” tutur Christina.

“Jadi, mereka ke sini bukan sekadar ingin melihat isi Balai Budaya, namun ingin mempelajari gamelan”, lanjutnya.

Muhammad Najib menambahkan, sejak pandemi Covid-19 di Canberra mulai mereda dan pemerintah setempat menyesuaikan aturan-aturan yang terkait pandemi, permohonan kunjungan ke KBRI Canberra mulai banyak mengalir dan karenanya, KBRI, khususnya Balai Budaya, sudah beberapa kali menerima kunjungan sekolah dan kampus.

“Kedatangan siswa CGGS ini bukanlah yang pertama, sebelumnya sudah ada beberapa kampus dan sekolah yang berkunjung,” ujar Najib. Atdikbud Najib juga mengundang para siswa CGGS dan para guru untuk sama-sama belajar gamelan di KBRI lebih jauh. “Di KBRI kami memiliki kelompok gamelan Sekar Langit yang berlatih gamelan Bali setiap Selasa sore. Jika para siswa dan guru tertarik untuk belajar gamelan lebih jauh, silahkan bergabung”, undangnya. [IM]

Previous articleEid Prayer Celebration
Next articleBahas Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, KBRI Canberra Pertemukan Ilmuwan Australia-Indonesia