Shirley Lim

200
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Get Boosters And Be Positive

Saat ini, tidak ada trending topic yang paling sering jadi bahan obrolan selain booster Covid-19 dan varian Omicron. Dan, alih-alih ngobrolin ini dengan teman yang juga sama nggak ngertinya, INDOMEDIA meminta seorang praktisi dunia kesehatan yang paham betul tentang kedua hal ini dan kesehatan mental kita.

Nama perempuan kelahiran Malang, 30 Maret 1976, ini singkat saja–atau demikian beliau menuliskannya. Menikah dengan seorang pengusaha yang juga asal Indonesia dan memiliki seorang putra, Shirley merangkum kepribadiannya dalam tiga kata: pekerja keras, bergairah semangat, dan mudah bergaul. Dan, ya, memang tidak salah karena berbincang dengannya sungguh membuka pikiran kita. Dan, kiprahnya di dunia layanan kesehatan yang tak kenal lelah menjadikan klinik kesehatannya Infinity Medical Center selalu berupaya memberikan layanan kesehatan yang prima. Lebih-lebih di masa pandemi ini. Untuk lebih jelasnya, yuk, kulik perbincangan INDOMEDIA dengan Shirley Lim yang bersahaja dan anggun ini.

Bisa ceritakan masa kecil Ibu dan bagaimana, sih, ceritanya bisa menetap di Australia?
Saya dilahirkan di Malang, Jawa Timur, anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua orang tua kami sangat mengasihi kami. Orang tua saya adalah Billy Lim dan Naomi Lim. Saya datang ke Sydney bersama kakak laki-laki David dan kakak perempuan Sharon ketika papa ditugaskan ke Australia saat saya berusia empat tahun. Kami beradaptasi di negara yang baru bagi kami ini–menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Di sekolah kami menghadapi tantangan bahasa tetapi kami bersyukur mempunyai papa mama yang sangat mendukung untuk kami belajar lebih keras. Saya teringat banyak kenangan manis pergi ke pantai dan taman bersama keluarga.

Bagaimana kesan Ibu setelah sekian lama tinggal di Australia?
Australia menjamin kebebasan setiap orang untuk berinteraksi, berusaha, ide-ide kreatif, pendidikan yang bagus, serta infrastruktur kesehatan yang luar biasa. Namun demikian, setiap orang, menurut saya, harus bersikap proaktif, tidak melulu menunggu pemerintah.

Apa saja makanan kesukaan Ibu? Apa saja restoran favorit Ibu?
Saya menggemari buah-buahan, salad, dan seafood. Restoran favorit saya adalah Java Restaurant, Mie Kocok Bandung, Kokoroya, Sushi Train, dan Epicurean.

Apa saja hobi Ibu? Kapan biasanya Ibu melakukan hobinya?
Saya suka membaca buku, memasak, mendengarkan musik, dan menonton film. Biasanya di hari-hari weekend dan long weekend.

3 hal rutin yang Ibu lakukan sebelum pergi bekerja…
Minum kopi, sarapan pagi, berdoa dan saat teduh.

Hal apa saja yang membuat Ibu kangen Tanah Air?
Ayah mertua saya di Tanah Air, makanan Indonesia, suasana Bali, hotel-hotel di Bali.

Mohon jelaskan profesi Ibu saat ini?
Saya adalah direktur dari Medical Centre Grup bernama Infinity Health Medical Centre. Sebelumnya, saya di bidang Banking and Human Resources selama 19 tahun di Commonwealth Bank of Australia (CBA).

Apa latar belakang pendidikan Ibu?
Bachelor of Arts Psychology dari University of Sydney.

Apakah pendidikan Ibu berkaitan erat dengan bidang profesi yang saat ini dijalani?
Pendidikan saya tidak berkaitan dengan bidang profesi saya saat ini, begini ceritanya. Saat saya berkarir di banking selama 19 tahun, saya menghadapi beberapa tantangan kesehatan di dalam keluarga kami. Kemudian dari sana saya tergerak untuk masuk di bidang pelayanan kesehatan masyarakat.

Bagaimana kisah di balik berdirinya Infinity Health Medical Centre Green Square dan apa visi dan misinya? Pada tahun 2016, saya menjaga papa saya sebagai full-timer karena kesehatannya menurun. Kami memiliki support yang baik dari tim di Prince of Wales Hospital Randwick dan St. Vincent yang merawat papa saya dengan penuh dedikasi. Melalui pengalaman ini, saya terinspirasi untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan. Kemudian pada tahun 2019, tim kami membuka Medical Centre bernama Infinity Health Medical Centre Green Square (www.infinityhealthgreensquare.com.au.).

Green Square mempunyai potensi besar dengan jumlah populasi yang banyak dan mudah dijangkau dengan public transport dan train station. Infinity Health Green Square berada di gedung Infinity by Crown yang berada di atas Green Square Train Station.

Kami memiliki dokter wanita dan dokter pria di tim kami. Tim kami berbahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan Mandarin. Selain para dokter, kami juga memiliki layanan Fisioterapy, Pathology, Psychology, dan Skin Cosmetic Clinic. Semua bertempat di Infinity Health Green Square.

Tim kami melayani kesehatan keluarga, kesehatan wanita, kesehatan pria, kesehatan anak-anak, imunisasi dan vaksinasi, kesehatan mental, serta Work Cover claim and injuries.

Di masa pandemi ini, prosedur apa saja yang harus dilalui jika ingin berobat/berkonsultasi
di Infinity Medical Center?
Pasien bisa book online di www.infinityhealthgreensquare.com.au atau melalui telepon
02 8252 6599. Telehealth juga tersedia for convenience. Bulk Billing is also available as per Medicare guideline.

Saat ini dunia sedang fokus berjuang melawan infeksi Covid-19 yang berjilid-jilid versinya. Apakah Ibu bisa melihat kapan kurva pandemi ini akan menurun? Dan, apa sajakah indikatornya? Dua tahun lebih pandemi ini sudah berlangsung, kita semua melihat bahwa tidak seorang pun benar-benar tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Waktu kurva pandemi melandai, varian baru mulai. Biasakan hidup sehat dan selalu mencuci tangan dan memakai masker. Menurut saya, ketika di kemudian hari tingkat hospitalisasi jumlah orang yang dirawat di RS dan di ICU menurun, itulah pertanda baik bahwa akhir pandemi mungkin sudah dekat.

Ada banyak kabar dan kasak-kusuk yang beredar di diaspora Indonesia tentang Omicron.
Ada yang bilang kalau Omicron adalah virus yang akan mengakhiri perjalanan pandemi
Covid-19. Bagaimana menurut Ibu? Dan, mengapa strain ini begitu mudah menginfeksi?
Dan, apakah betul Omicron tidaklah semematikan strain Covid-19 yang lain?
Gejala-gejala pasien Omicron selama ini tidak seburuk pasien Delta. Hanya saja Omicron jauh lebih cepat menyebar. Semakin mild symptoms-nya varian, semakin tidak menakutkan, semakin pula orang orang bisa kembali ke kehidupan normal. Apakah Omicron ini yang menjadi varian pengakhir pandemi, saya kira tidak seorang pun bisa memastikan. Tim klinis kami mendapat daily updates dari NSW Health mengenai perkembangan dan arahan terbaru setiap harinya supaya kami bisa melayani masyarakat dengan tepat.

Banyak juga yang berpendapat tidak perlu booster, mengingat dua vaksin ternyata tidak efektif melindungi imunitas kita. Bagaimana pendapat Ibu?
Kami bekerja di bawah arahan NSW Health Department yang menganjurkan booster. Mengutip NSW Health, efektifitas vaksin akan turun dari 94% menjadi 50% setelah beberapa bulan dari vaksin kedua. Mengutip NSW Health (https://www.health.nsw.gov.au/Infectious/covid-19/vaccine/Documents/booster-poster-community.pdf): Vaccine efficacy against symptomatic infection can drop from around 94% to around 50% after several months since the second dose of vaccination.

Mereka yang mendapat booster:
• mengurangi risiko ke rumah sakit sekitar 93%,
• mengurangi risiko sakit keras sekitar 92%,
• mengurangi risiko kematian sekitar 81%

Booster apa sajakah yang Ibu rekomendasikan? Dan bagaimana kita bisa memilih booster yang tepat untuk kondisi tubuh kita?
Therapeutic Goods Administration (TGA) mengijinkan dua boosters, yaitu Pfizer dan Moderna. Booster apa yang tepat untuk setiap orang tergantung riwayat kondisi tubuh dan kesehatan orang tersebut. Sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda booster mana yang tepat dengan situasi Anda. Banyak berita berseliweran di internet dan grup Whatsapp tentang booster apa yang bagus. Namun, sebaiknya Anda cek dengan dokter Anda kalau Anda ada kondisi saat ini. Pfizer tersedia di klinik kami dan di seluruh approved medical centres untuk Covid-19 vaccination. Moderna di farmasi dan chemists.

Pandemi yang berkepanjangan membuat kesehatan mental kita ikut menurun. Padahal, depresi membuat imun juga turun. Apa saran Ibu untuk tetap menjaga mental kita tetap sehat meski masih harus melalui momen pandemi?
Saran saya demi menjaga mental yang sehat, teruslah berinteraksi dengan keluarga dan sahabat walau melalui virtual, hubungi hotline yang disediakan pemerintah untuk Mental Health hotline, bicarakan masalahmu dengan orang lain untuk mendapat dukungan. Pilihlah aktivitas yang positif dan baik supaya tidak selalu memikirkan pandemi, contoh dengan belajar alat musik baru, atau olahraga baru di rumah. Hindari berita-berita Covid yang menakutkan — baik melalui TV, internet, atau Whatsapp group — kalau Anda tidak dapat menangani berita-berita tersebut. Isi pikiran dan mindset Anda dengan apa yang baik dan positif dan Anda akan melalui pandemi ini.

Apa saja tips dari Ibu untuk tetap sehat, segar, dan bahagia?
Do what is important to you not others. Be yourself. Kerjakan dan prioritaskan apa yang penting untuk anda. Jangan melakukan sesuatu karena ingin mendapat pujian orang banyak. Kesehatan Anda penting, jagalah. Berlaku apa adanya, jangan dibuat-buat. Apa yang Anda terima sebagai income, sesuaikan dengan pengeluaran Anda. Jaga keinginan Anda, karena banyak orang jatuh, tidak bahagia dan mengorbankan kesehatan mereka karena hal ini. Doa saya untuk semua pembaca INDOMEDIA yang terkasih agar Anda semoga sehat dan selalu dalam penjagaan Tuhan. [IM]

Previous articleSomething To Believe In 2022
Next articlePengumuman Majalah EKONOMOS Edisi 3 Dari ABSC Inc.