Resolusi Kalian Tahun Ini Sudah Gagal?

92
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Bermula dari kepoin resolusi-resolusi tahun baru orang-orang, kami menemukan kalau banyak dari resolusi tersebut tidak berhasil dilakukan alias gagal! Bahkan, suatu penelitian menemukan kalau hanya 8% dari orang yang berhasil menunaikan resolusi mereka. Mengapa dan bagaimana agar kita bisa menjalani atau mencapai resolusi-resolusi kita? Mari kita kupas tuntas dan puaskan rasa penasaran kita!

1. Perencanaan yang baik = 50% sukses
Mau menurunkan berat badan 10kg tahun ini? Ayo, siapa yang pernah atau kini memiliki resolusi seperti itu? Ketika kita membuat suatu resolusi yang besar, seringkali kita melakukannya tanpa memikirkan game plan-nya. Maka, mungkin di bulan Januari – Februari kita akan rutin olahraga atau mencoba salah satu diet plan yang banyak sekali ditawarkan di internet. Tapi, datanglah bulan Maret dan mulai kalian merasa lelah atau mungkin berat kalian sudah turun dan kalian memberikan “hadiah” yang berujung pada ujung-ujungnya gagal lagi!

Ambillah waktu sejenak untuk membuat resolusi yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Timely). Alih-alih membuat resolusi seperti berolahraga rutin atau baca buku lebih sering, coba buat resolusi yang lebih SMART seperti membaca 1 buku per bulan atau bahkan buat daftar buku yang ingin kalian baca tersebut. Turun berat badan 500 gram per bulan dengan lari pagi 15 menit setiap hari dan kurangi jajan boba jadi 1 kali per minggu saja, misalnya… Ingatlah kalau perencanaan yang baik akan membuat resolusi kalian lebih mudah dilakukan, bahkan ketika kalian tidak lagi merasakan the fresh hopeful spirit of new year!

2. Lihat ke belakang agar bisa ambil langkah ke depan
Ada sebuah kutipan yang seringkali terngiang-ngiang dalam kepalaku, yaitu bahwa orang-orang (muda) seringkali terlalu serius dengan apa yang dapat mereka lakukan dalam satu tahun dan kurang serius dengan apa yang dapat mereka lakukan dalam lima tahun. Pikirkan resolusi kalian sebagai bagian dari rancangan jangka panjang hidup kalian. 

Menulis satu novel atau membuat bisnis dari 0 sampai beroperasi dalam satu tahun memang ideal, tapi pada kenyataannya, mungkin hal-hal yang kalian ingini tersebut akan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Hanya karena kalian tidak bisa mencapainya dalam satu tahun bukan berarti kalian tidak melangkah lebih dekat ke impian kalian. Bukan juga berarti resolusi kalian gagal–hanya tertunda karena ketidaksabaran sendiri saja.

3. Mau ngebut? Jalanlah sendiri. Mau jalan lebih jauh? Jalanlah bersama-sama
Seringkali kita merasa segan menceritakan resolusi kita pada orang lain. Ini adalah hal yang wajar karena seringkali resolusi adalah hal yang pribadi bagi kita. Tetapi, ingatlah kalau kalian tidak sendirian, orang di sekitar kalian bisa menyemangati dan mengingatkan di kala resolusi itu terasa mustahil.

Carilah teman yang memiliki resolusi serupa. Misalnya, orang serumah yang mau diet juga akan membantu kalian dalam meal planning bersama dan saling mendorong untuk olahraga di pagi hari! Atau mungkin ada komunitas belajar bersama yang bisa jadi tempat berbagi ilmu. Atau jika ada kebiasaan buruk yang ingin kalian hentikan, mungkin pasangan kalian bisa mengingatkan di kala kalian ingin kembali ke jalan yang nyaman itu. 

Beberapa orang bersaksi kalau mereka berhasil melakukan suatu resolusi/tantangan karena mereka sudah mem-publish-nya di media sosial dan membagikan perjalanannya dengan komunitas di sana.

Tetapi, hati-hati pada orang yang menjatuhkan, ya! Ingat kalau bagaimanapun, kalian yang mengenal diri kalian sendiri, jangan biarkan orang-orang itu membuat kalian ragu akan kemampuan kalian atau membuat kalian merasa resolusi
kalian tidak berarti!

4. Gagal bukan berarti kalah
Jika kalian sudah melakukan ketiga poin di atas, harusnya resolusi kalian terlihat lebih panjang karena detil yang ada dan mungkin sudah ada juga beberapa orang di pikiran kalian yang bisa membantu kalian mewujudkan resolusi-resolusi tersebut! That’s good, consider yourself a winner! Sekarang, bagian tersulitnya. Saatnya melakukan resolusi tersebut dan menjalaninya. Ingatlah kalau resolusi kalian bukan suatu rantai yang mengikat kalian, tetapi tali yang menuntun kalian jalan ke depan!

Kalau kalian membuat resolusi untuk berhenti merokok dan suatu hari kalian benar-benar tidak tahan dan akhirnya merokok lagi, tidak apa-apa. Kalau kalian membuat resolusi untuk bekerja di perusahaan yang kalian impikan, tetapi ternyata tidak diterima dan harus bekerja di tempat lain dahulu, tidak apa-apa.

Kalau kalian membuat resolusi untuk belajar dan mendapat nilai A di suatu unit, tetapi kalian mendapat nilai lebih rendah, tidak apa-apa. Karena memang resolusi mungkin gagal, tetapi bukan berarti resolusi itu akan gagal selamanya. And hey, ada 92% orang yang berjuang dengan gagalnya resolusi mereka juga! [IM]

Previous article101 Ide Bisnis Tahun 2022 
Next articleSome Creative Affirmations For 2022