Pertemanan: The Good, The Bad And The Ugly

46
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Hidup tanpa teman? Bisa saja. Tapi, tentu sulit sekali. Yang setuju silahkan terus membaca tulisan di bawah ini.

Teman. Datang dan pergi dalam kehidupan kita, bikin hidup cerah, kadang bikin marah, tapi, pastinya kita jarang banget bisa hidup tanpanya. Setiap kita, sebagian besar, pasti memiliki hubungan naik-turun seperti naik roller-coaster dengan teman-teman kita. 

Apa yang terjadi dalam kehidupan kita pun sedikit banyak memengaruhi teman kita dan pertemanan itu sendiri. Setiap orang yang punya teman pasti tahu kalau membina pertemanan, terutama yang dekat, butuh usaha. Banyak usaha. Saat hidup semakin sibuk, pindah ke karier yang lain, atau berkeluarga, bukan hal yang aneh kalau kita merasa kesepian.

Ada Rasa Kurang Ketika…
Saat kesibukan ‘mengepung’, kita pasti sulit banget ingat untuk bikin janji temu dengan teman. Beda kalau lagi nyantai, bukan? Kalau biasanya kehidupan sosial ramai dan karena kesibukan kita jadi ‘out of touch’ beberapa waktu pastinya terjadi ‘kekosongan’. Tinggal di kota besar, seperti Sydney atau Jakarta contohnya, dapat menambah rasa sepi ini.

Kota besar biasanya sibuk dan ramai orang setiap harinya dengan banyaknya aktivitas seru dan tempat yang bisa dilihat. Saking sibuknya, kadang  terasa overwhelming. Terutama saat kita merasa ‘kering’ akibat kesibukan hari, minggu, atau bulan.

Kalau kamu merasa ‘kering’ karena beberapa waktu nggak dapat bersosialisasi dengan teman, hal-hal berikut ini bisa membantu ‘mengairi’ hatimu:

1. Kalau belum bisa bertemu, jangan berasumsi jelek dulu. Ada jutaan alasan, dan cara termudah dan tercepat untuk mengetahuinya adalah telepon langsung.

2. Secara alamiah, kita akan ‘menjauh’ dari beberapa orang karena “seleksi alam” dan seleksi hati. Ngga apa-apa! Jangan memaksakan diri. Banyak pertemanan dapat melalui badai kehidupan dan menjadi lebih kuat, dan banyak juga yang tumbang.

3. Cobalah mengatur waktu yang lebih baik agar kamu tahu ‘habisnya’ di mana dan kapan. Ada beberapa hari atau minggu yang tanpa sadar kita lewati begitu saja tanpa terasa, tapi kalau sudah terlalu lama kondisinya demikian, kita harus berhenti dan berubah.

4. Lakukan hal-hal yang membuat kita bahagia. Waktu sangatlah berharga sehingga kita harus sangat memilih bagaimana menghabiskannya dan dengan siapa kita akan melewatinya.

5. Luangkan waktu dengan orang-orang yang kita sayangi. Bisa jadi dengan SMS-an atau makan bareng, pokoknya yang sesuai dengan jadwal yang pas. Kalau orang-orang ini penting buatmu, luangkan waktu.

6. Jujur dan apa adanya saja. Kalau kita tahu sudah lama nggak ada hubungan dengan teman, jangan sungkan untuk menyapa lewat chat. Nggak ada satu pun yang jago membaca pikiran. Dengan cara ini, mereka tahu kalau kita sedang memikirkan mereka. Yes, a friend is only a chat away.

Hati manusia berubah-ubah seperti cuaca dan sulit dipegang. Pastikan kita selalu mengecek kondisi hati kita lebih sering daripada mengecek hati orang lain. Yang kita miliki adalah diri kita sendiri, jadi temukan aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan sendiri, dan tuliskan apa yang kita pikirkan kalau kita sedang ‘nggak mood’ ngobrol dengan orang lain. Percayalah curhat di kertas sama efektifnya dengan curhat verbal.

Memperkaya Hidup, Meningkatkan Kesehatan
Ternyata, hubungan antara kesehatan dan pertemanan sangatlah erat.Pertemanan dapat memberikan dampak positif pada kesehatan fisik dan mental. Namun, tentu saja tidak selalu mudah memertahankan pertemanan yang sehat.

Penting banget menyadari hubungan sosial dalam hidup dan apa yang bisa kita lakukan untuk membangun dan menyehatkan pertemanan agar bertahan lama.

Keuntungan Berteman
Teman yang baik, baik buat kesehatan kita. Teman membantu kita merayakan masa-masa indah dan memberikan dukungan di saat sulit. Teman mencegah perasaan terisolasi dan kesepian, serta memberikan kita kesempatan untuk memberikan pertemanan pada mereka yang membutuhkan.

Hmm, apalagi yah yang bisa dilakukan seorang teman?
• Meningkatkan perasaan memiliki dan tujuan yang sama
• Meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres.
• Memperbaiki rasa percaya diri dan harga diri.
• Membantu mengatasi trauma, seperti karena perceraian, penyakit serius, kehilangan pekerjaan atau kematian orang yang dicintai.
• Mendorong kita mengubah atau menghindari gaya hidup yang tidak sehat, seperi minum terlalu banyak atau kurang berolahraga.

Teman juga memiliki peran penting dalam memberikan kesehatan secara keseluruhan. Orang dewasa dengan hubungan sosial yang kuat mengurangi masalah kesehatan secara signifikan, termasuk depresi, tekanan darah tinggi, dan BMI (body mass index) yang tidak sehat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih tua yang memiliki pertemanan yang sangat bermakna dan dukungan sosial cenderung hidup lebih lama daripada orang seusia dengan koneksi yang lebih sedikit

Mengapa Sulit Berteman atau Memertahankan Pertemanan?
Banyak orang dewasa merasa sulit untuk membangun pertemanan baru atau memertahankan pertemanan yang sudah terjalin. Pertemanan memang harusnya tidak sepenting prioritas, seperti bekerja, mengasuh anak, atau menjaga orang tua yang sudah sepuh. Hubungan pertemanan umumnya memang merenggang karena adanya perubahan kehidupan atau minat. Atau, pindah tempat. Membangun dan memertahankan pertemanan yang baik perlu upaya. Rasa senang dan nyaman yang diberikan pertemanan tentunya merupakan hasil investasi rasa dan masa.

Berapa Banyak Idealnya?
Kualitas harus lebih penting dari kuantitas. Meskipun baik untuk memperluas koneksi pertemanan yang beragam, kita pasti lebih menginginkan perasaan memiliki dan rasa nyaman karena kedekatan. Persahabatan yang bermakna menopang kita di saat senang maupun susah.

Begini Caranya Cari Teman Baru
Mungkin sekali untuk meningkatkan kulitas pertemanan dengan mereka yang sudah berada dalam jaringan pertemanan kita. Cobalah pikirkan mendalam siapa saja mereka, yang memberikan kesan positif tentunya.

Cara berikut ini bisa sukses ‘melahirkan’ teman baru:
• Menjaga komunikasi yang baik dengan mereka yang pernah bekerja sama dengan kita atau berada dalam kursus yang sama.
• Menghubungi teman lama.
• Mencoba menjalin komunikasi dengan mereka yang asyik diajak ngobrol pada sebuah kesempatan.
• Berkenalan dengan tetangga
• Meluangkan waktu untuk anggota keluarga.

Jika ada sebuah nama yang muncul di pikiran kita yang ingin kita kenal lebih baik, telepon atau chat saja. Tanyakan apakah dia keberatan untuk bertukar informasi pribadi atau, yang lebih asyik lagi, ketemuan di kedai kopi misalnya.

Bertemu dengan orang baru yang berpotensi jadi teman, kita harus pergi ke suatu tempat mereka berkumpul. Jangan batasi diri kita hanya dengan satu strategi saja dalam bertemu orang. Semakin besar usaha yang kita lakukan, kemungkinan berhasilnya juga lebih besar.

Memiliki sikap pantang menyerah juga penting, lho. Ambil inistiatif daripada menunggu uluran tangannya dan keep trying. Kita pasti perlu melakukan observasi yang baik (nggak stalking medsosnya dan lancang bertanya hal-hal yang terlalu pribadi) sebelum memutuskan apakah dia orang yang asyik untuk lebih sekadar berteman “hai-hai” saja.

Coba ini, Deh!

Hadiri acara komunitas.
Carilah kelompok yang memiliki minat serupa dengan kita. Kita bisa menemukan grup-grup ini di daring, koran, atau buletin komunitas. Ada juga banyak situs yang membantu kita menghubungkan kita dengan teman-teman baru.

Relawan.
Berikan waktu luangmu atau bakatmu di rumah sakit, tempat ibadah, museum, pusat komunitas, badan amal, atau organisasi. Kita dapat membentuk hubungan yang kuat saat kita bekerja dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.

Berikan dan terima undangan.
Undanglah teman untuk ngopi atau makan siang. Kalau kita diundang sebuah acara, terima saja. Hubungi seseorang yang baru-baru ini mengundang kita ke sebuah aktivitas dan undang mereka kembali.

Pelajari hobi baru dengan mengambil kursus dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
Bergabunglah dengan kelas gym lokal, aged care, atau fasilitas komunitas kebugaran.

Gabunglah dengan komunitas relijius.
Ikuti acara-acara khusus dan mengenal para anggota baru.

Jalan-jalanlah.
Ajak anak-anak atau pet kesayangan keluar rumah. Ngobrol dengan tetangga yang juga sedang di luar. Dan, yang terlebih penting lagi adalah, stay positive. Kita mungkin tidak bisa menjadi teman buat semua orang yang kita temui, tapi memiliki sikap yang bersahabat dapat membantu kita meningkatkan kadar pertemanan. Itulah bibit lahirnya pertemanan baru.

Pertemanan dan Media Sosial
Ikutan di grup chat atau komunitas daring dapat membantu kita terkoneksi atau tambah teman. Lumayan ngusir rasa sepi, kan? Tapi, penelitian mengatakan bahwa penggunaan situs jejaring tidak serta merta menumbuhkan rasa dekat antarpengguna situs itu. Sebagai tambahan, selalulah berhati-hati saat membagikan informasi pribadi atau mengatur “kopi darat” dengan seseorang yang kita kenal secara daring. 

Pertemanan dan Rasa Percaya
Meningkatkan mutu pertemanan membutuhkan give-and-take. Kadang, kita yang kebagian peran memberi, lain waktu kita yang berada di bagian menerima. Memberi tahu teman bahwa kita peduli dan menghargai mereka dapat memperkuat ikatan pertemanan ini. Sangatlah penting untuk menjadi teman yang baik, dan berada bersama teman-teman yang baik. [IM]

 

Aku dan Sahabatku

The feel, the memory, and the knowledge of a best friend(s)!

Ruth

Peristiwa paling memalukan saat sedang bersama teman (teman)? Gak ada tuh.
Siapa teman yang menjadi teladan buatmu dan kualitas apa saja yang kamu kagumi dari dia? Debbie. For her organisation and cleanliness.
Apa “love language” sahabatmu? Acts of service & quality time!
Momen apa yang paling berkesan saat bersama sahabat? When we went to Japan with our families.
Apa harapan kamu untuk temanmu 5 atau 10 tahun ke depan? To spend more time together even just having coffee.
Pernahkah berantem paling hebat dengan sahabat? Gak pernah.
Kira-kira, siapa selebritas yang bisa kamu jadikan sahabat? Dan Mengapa dia? Michelle Obama. She is honest, inspirational, compassionate, relatable, and graceful. I have much to learn from her.

 

Vyna Giri Lawu

Peristiwa paling memalukan saat sedang bersama teman (teman)? Pernah saat berada dalam lift, saya dan teman ngomongin “bule” yang kebetulan 1 lift dengan kita. Karena bule, dengan santainya kita ngomongin pake bahasa Indo, yang kemudian ketika si bule sampe di lantai yang dituju dan sebelum keluar lift dia ngajak ngomong kita pake bahasa Indonesia. Langsung kita speechless dan tatap-tatapan yang berujung ngakak bersama.
Siapa teman yang menjadi teladan buatmu dan kualitas apa saja yang kamu kagumi dari dia? Selama di Australia, aku ngga punya terlalu banyak teman. Tapi, ada satu teman yang aku kagumi karena kepribadiannya. Kita memulai pertemanan dengan tidak baik awalnya, tapi justru pada akhirnya kita jadi sahabat baik. Sahabatku ini tipe manusia yang selalu bertumbuh, selalu berafirmasi positif, dan tulus hatinya. Satu yang paling aku kagumi dari dia adalah bahwa dia selalu berserah dan berdoa sama Tuhan, dan aku menjadi saksi gimana Tuhan benar-benar bekerja dan memberkati hidup sahabatku ini.
Apa “love language” sahabatmu? Sahabatku ini punya love language “act of service” atau sikap melayani. Dia selalu ringan tangan dan sangat perhatian, misalnya saat aku sakit dia akan langsung datang tanpa diminta dengan segala jenis makanan dan minuman yang sehat yang bisa mempercepat proses penyembuhan. “Gw udah google, nih, beb, makanan apa yang bagus,” katanya.
Momen apa yang paling berkesan saat bersama sahabat? Setiap momen bersama sahabat selalu berkesan.
Apa harapan kamu untuk temanmu 5 atau 10 tahun ke depan? Aku berharap di 5 tahun ke depan, apa yang sedang diusahakan oleh temanku berhasil.
Pernahkah berantem paling hebat dengan sahabat? So far, nggak pernah berantem sama sahabat yang pada tahap serius banget. Paling salah paham yang biasanya berujung diem-dieman beberapa minggu, tapi kemudian pasti salah satu saling mencari pada akhirnya. Aku percaya, sahabat yang baik nggak akan benar-benar meninggalkan kita apa pun masalahnya.
Kira-kira, siapa selebritas yang bisa kamu jadikan sahabat? Dan Mengapa dia? Agnez Mo. Sejak kecil cukup mengidolakan dia, kagum dengan kegigihannya buat mewujudkan mimpinya.

 

Angelia

Peristiwa paling memalukan saat sedang bersama teman (teman)? Ketika lagi jalan-jalan terus mereka ketawa kenceng banget.
Siapa teman yang menjadi teladan buatmu dan kualitas apa saja yang kamu kagumi dari dia? Belum ada sih, karena karakter mereka semua beda-beda.
Apa “love language” sahabatmu? Kebanyakan Quality Time.
Momen apa yang paling berkesan saat bersama sahabat? Bikin kenangan di masa-masa SMA.
Apa harapan kamu untuk temanmu 5 atau 10 tahun ke depan? Agar mereka bisa mencapai cita-cita yang mereka inginkan.
Pernahkah berantem paling hebat dengan sahabat? Pernah. Soal apa? Miskomunikasi
Kira-kira, siapa selebritas yang bisa kamu jadikan sahabat? Tidak ada.

 

Marsha Liamin

Peristiwa paling memalukan saat sedang bersama teman (teman)? When we went to Japan we accidentally lost her while bike riding she accidentally fell and pushed someone into a river hahaha…
Siapa teman yang menjadi teladan buatmu dan kualitas apa saja yang kamu kagumi dari dia? My role models are definitely my parents, they’ve gone through many hardships in the past but God has worked in them and with them through everything and they’re so wise and strong from these experiences.
Apa “love language” sahabatmu? Her love language is Quality Time.
Momen apa yang paling berkesan saat bersama sahabat? I would say preparing her engagement, all the time we spent preparing leading up to the moment and seeing her final reaction was the best
Apa harapan kamu untuk temanmu 5 atau 10 tahun ke depan? I hope for the very best in everything she does, a healthy family, a fulfilling career and that she can achieve her dreams.
Pernahkah berantem paling hebat dengan sahabat? We’ve never really fought but there has been a period of time where we drifted apart and were in different friend groups but now we’re closer than ever! Goes to show how time apart doesn’t affect a true friendship!
Kira-kira, siapa selebritas yang bisa kamu jadikan sahabat? Dan Mengapa dia? I’d love to be friends with Zendaya! She’s so funny, goofy and cool I think we’d have a great time talking, she’s also got amazing style I’d love to learn from her.

 

Tarrence

Peristiwa paling memalukan saat sedang bersama teman (teman)? We use to make some very funny school project videos and show it in front of the whole school. We’d dress up and put on fun accents.
Siapa teman yang menjadi teladan buatmu dan kualitas apa saja yang kamu kagumi dari dia?  Joseph. He’s super talented at all musical instruments including singing. He’s training to become a doctor which means you have to spend a long time studying and be super smart. He’s funny, can laugh at himself and not take life so seriously.
Apa “love language” sahabatmu? Quality time.
Momen apa yang paling berkesan saat bersama sahabat? In Grade 2, I had a birthday party and invited most of the boys in my class. I didn’t invite Joseph at that time but he found out and cried.
I eventually invited him and ever since then, we did all our school projects together and he became one of my closest friends.
Apa harapan kamu untuk temanmu 5 atau 10 tahun ke depan? That he become an amazing doctor, saving lives and gets more sleep because he studies way too much hahahaha. Hopefully, he’ll be married and we can travel together!
Pernahkah berantem paling hebat dengan sahabat? We’ve had many fights over the years, over differing opinions or being overly competitive in sports etc. But at the end of it all, we love each other and we always say sorry and make up straight away!
Kira-kira, siapa selebritas yang bisa kamu jadikan sahabat? Dan Mengapa dia? Jackie Chan. He seem’s like a funny but also wise person so we’d have fun but I’d also learn a lot about how to be successful like him. I’d also want to see him in action doing all his karate in movies. 

Previous articleCantate Deo – Dari Orang Muda Untuk Generasi Muda
Next articleGowes Bersama Indonesian Diaspora Network Australia (IDN AU) dan Dubes RI